Advertorial
Mencicipi Sajian Opor Ayam Kampung Kulwer, Kuliner Tradisional Lezat di Tengah Kota Wonosari
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Makanan khas Jawa saat ini susah ditemui di Kota Wonosari. Namun, kemasan makanan Jawa dengan rempah-rempah resep turun temurun sejak tahun 70an bisa ditemukan di tengah Kota Wonosari.
Berlokasi di Gang Sindoro nomor 19, Jeruksari Wonosari atau tepatnya di belakang RSUD Wonosari, penggila kuliner bisa merasakan sensasi makan memuaskan dengan harga yang cukup murah di warung Opor Ayam Kampung Kulwer. Di era pandemi covid19 ini, para pelanggan tak perlu khawatir, karena dalam memasak, Ari Setyowati (41) menerapkan ketat protokol kesehatan. Jika hendak makan di tempat, lokasinya pun cukup luas.
Rabu (10/02/2021), pidjar-com-525357.hostingersite.com pun penasaran untuk mencicipi masakan ibu dari tiga orang putri tersebut. Tak lama memesan menu, satu per satu hidangan pun datang. Satu potong ayam kampung, satu mangkuk sayur lombok ijo, satu porsi sambel bawang, satu mangkuk oseng tempe bosok, satu mangkuk gudeg, satu ceting nasi, dan satu piring lalapan.
Saat mulai mencicipi, opor ayam kampungnya cukup empuk. Namun, bumbu rempahnya merasuk kuat ke dalam daging. Kuahnya juga cukup kental. Warung yang baru buka empat hari ini tak tanggung-tanggung memanjalan lidah pelanggannya.
Begitupula oseng tempe bosok yang cukup lezat menggoyang lidah pelanggan. Sayur lombok ijonya pun sangat khas Bumi Handayani, santennya cukup kental dan cabenya yang banyak tak begitu pedas. Sayur gudeg daun pepayanya pun juga tak sedikitpun pahit. Sungguh masakan yang menggugah selera.
Saat hendak membayar, cukup membuat kaget. Mendapatkan sensasi makanan yang begitu banyak, pelanggan hanya cukup mengeluarkan uang Rp. 35ribu saja. Harga yang cukup murah dengan rasa yang berkualitas.
Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Ari menceritakan, masakannya ini memang berasal dari bumbu rahasia ibunya yang berjualan lebih dulu sejak tahun 70an. Caranya memasak pun tak tanggung-tanggung, ia menggunakan kayu bukan lagi kompor gas. Teknik memasak ayam pun cukup lama yakni satu malam suntuk.

“Ya biar bumbunya meresap, diungkep di wajan cukup besar dengan waktu satu malam suntuk,” ujar lulusan S1 Universitas Sanata Dharma ini.
Tak hanya menjual opor basah, ia juga menyediakan menu opor goreng. Bagi penyuka babat iso, menu ini juga bisa dipadukan dengan keduanya. Harganya pun juga sama.
“Tapi yang menjadi primadona tetap opor ayamnya, karena disini menu spesialnya memang itu,” kata Ari.
Ia juga menyediakan nasi merah bagi pelanggannya. Selama beberapa hari buka, respon pasarpun cukup luar biasa. Sehari saja ia mampu menjual 50 porsi.
“Saya lihat memang di sekitar Kota Wonosari ini tidak ada yang jualan opor dengan konsep perpaduan menu di desa, saya mengambil peluang ini dengan bumbu dan pengolahan yang tidak sembarangan, saya jamin rasanya tak kalah dengan sajian menu ini di warung luar daerah” jelasnya.
Selain rasanya yang istimewa, warung Opor Ayam Kampung Kulwer ini juga menyediaka tempat untuk pertemuan dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Jam buka sendiri dimulai pada pagi pukul 08.00 WIB hingga malam pukul 19.00 WIB.
“Jika hendak membeli lebih dari pukul 7 malam bisa booking dulu dengan menghubungi nomor 087839528099,” pungkas Ari.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
