Info Ringan
Mengenal Bahaya Kanker Servik Bagi Kaum Hawa
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sampai dengan hari ini kanker servik masih menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa, kanker serviks atau kanker mulut rahim diberitakan sebagai penyebab kematian pada wanita no satu di Indonesia. Penyebab terbesar kanker leher rahim atau disebut kanker servik adalah infeksi HPV (human papiloma virus).
Ketika terkena HPV sistem imun tubuh biasanya mencegah virus tersebut berkembang di dalam tubuh. Pada kasus kanker serviks virus HPV dapat bertaha hidup didalam tubuh selama bertahun-tahun dan mengubah beberapa sel pada permukaan leher rahim menjadi sel kanker. Beberapa hal yang menyebabkan kanker rahim adalah:
Nikotin
Sel-sel mulut rahim yang teracuni oleh nikotin dalam darah juga memiliki kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim yang dapat memicu abnormalitas sel pada mulut rahim. Resiko kanker mulut rahim lebih tinggi pada wanita perokok.
Hubungan Seksual Terlalu Dini
Penyebab infeksi ini bisa terjadi akibat hubungan seksual seorang wanita pada usia dini, pada umur 12-20 tahun organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang. Kontak atau rangsangan dari luar seperti penis dan sperma dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal dan biasanya baru diketahui mengidap kanker 20 atau 30 tahun kemudian setelah terjadi penyebaran infeksi pada tahap lebih lanjut.
Sering Menggunakan Pembersih Vagina
Tidak semua bakteri pada vagina bersifat merugikan, ada juga bakteri dalam vagina yang berfungsi membunuh bakteri yang merugikan. Pembersih vagina jika terlalu sering digunakan berakibat membunuh bakteri baik pada tubuh. Selain itu sabun vagina juga dapat menyebabkan iritasi. Kulit pada mulut rahim sangat tipis sehingga iritasi yang timbul dapat memacu abnormalitas sel dan berpotensi mengakibatkan kanker serviks.
Untuk pencegahan dini pada wanita ada baiknya melakukan tes pap smear yang memungkinkan untuk mengetahui secara dini apakah terdapat sel-sel kanker agar dapat diatasi semenjak dini . pap smear untuk kanker serviks merupakan tes skrining yang digunakan untuk mencari sel-sel prakanker di leher rahim wanita. Wanita berusia 21-69 tahun atau wanita yang pernah mengalami kontak seksual perlu melakukan pap smear untuk pencegahan kanker serviks. Meski Anda sudah pernah melakukan pap test tidak ada salahnya melakukan pap smear 1 sampai dengan 3 tahun sekali sebagai bentuk pencegahan, terlebih jika masih berada dalam aktifitas seksual aktif. Di samping itu bebrapa hal ini dapat mengurangi resiko terjadi kanker rahim seperti menunda hubungan seksual sampai usia matang, setia pada pasangan, hindari merokok dan gunakan vaksinasi pencegah HPV. Kanker serviks dapat menyerang wania siapa saja terlebih bagi mereka yang kutang menjaga kesehatan reproduksinya. Jadi jagalah selalu kesehatan Anda dengan menjaga pola hidup sehat. Semoga bermanfaat.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
