fbpx
Connect with us

Sosial

Mengenal Gang Janda, Gang Yang Dulunya Mayoritas Dihuni Janda

Published

on

Gedangsari, (pidjar.com)–Setelah viral adanya kampung dengan janda terbanyak yang terletak di Padukuhan Kalangbangi Wetan, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu beberapa waktu lalu, rupanya di Gunungkidul juga terdapat kampung janda lainnya. Kampung janda ini terletak di Padukuhan Ngalang, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari. Bahkan penamaan tersebut sudah secara terang-terangan melalui sebuah gang yang dinamai Gang Janda.

Seorang warga setempat, Wagiyanta, membenarkan adanya kawasan yang sengaja dinamai dengan Gang Janda. Lokasi tepatnya terletak di RT 04, Padukuhan Ngalang, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari. Gang dengan panjang sekitar 200 meter tersebut mayoritas penduduknya memanglah berstatus janda. Karena alasan itulah jalan tersebut dinamai oleh warga sebagai gang janda.

“Dulu itu sekitar tahun 80an memang banyak janda di sana, sepanjang jalan itu ada sekitar 44 Kepala Keluarga yang 25 diantaranya itu janda. Pokoknya banyak sekali,” tutur Wagiyanta, Sabtu (09/10/2021).

Ia mengungkapkan, status janda yang diperolah sebagian warga di sana bermacam-macam. Beberapa ada yang ditinggal meninggal oleh pasangannya, namun sebagian lagi karena ditinggal pergi oleh pasangannya tanpa alasan yang jelas. Penamaan gang janda sendiri sudah dilakukan sejak sekitar tahun 1985 lalu yang terinspirasi dari banyaknya janda yang tinggal di sepanjang jalan tersebut.

“Jadi kalau penamaannya itu sudah lama, nama gangnya juga sudah tersebar ke mana-mana. Tapi status janda itu jaman dulu ya, kalau generasi sekarang sudah tidak ada yang janda. Jadi yang statusnya janda itu sudah banyak yang meninggal, sekarang tinggal sisa yang dulu saja sekitar 10 orang,” ucapnya.

Eksistensi Gang Janda menjadi citra tersendiri bagi perkampungan tersebut. Namun hal tersebut tak mengganggu kehidupan sosial masyarakat di sana. Menurutnya, seiring perkembangan zaman, di Gang Janda sendiri saat ini sudah jauh berkurang warga yang menyandang status janda. Ia menyampaikan jika saat itu mayoritas janda berprofesi sebagai petani dan buruh harian lepas yang secara ekonomi dapat dibilang kekurangan. Namun hal tersebut perlahan dapat diperbaiki lantaran anak-anaknya yang kini mulai bekerja dan membantu perekonomian keluarganya.

“Jadi Gang Janda itu hanya penamaan saja, mungkin karena bingung dulu mau dinamain apa,” kelakar dia.

Sementara itu, seorang warga yang tinggal di gang janda, Parsidah, membenarkan jika dahulunya terdapat banyak janda di sana. Mayoritas tetangganya yang berjarak berdekatan merupakan janda. Ia bercerita, dahulunya mertuanya yang tinggal di sana juga merupakan janda. Namun status tersebut tak sampai mengganggu kegiatan sosial masyarakat di sana.

“Banyak kalau dulu, sekarang sudah banyak yang meninggal dan tersisa beberapa yang umurnya sudah tua. Jadi kemungkinana ke depan tinggal namanya saja yang Gang Janda, tapi jandanya sudah tidak ada,” ulasnya sambil tertawa.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler