fbpx
Connect with us

Sosial

Beri Bantuan Korban Kekeringan, Mayor Sunaryanta Siapkan 600 Tangki Air

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu, (pidjar.com)–Puluhan warga Padukuhan Piyuyon, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu sejak Kamis (01/08/2019) pagi tadi sudah berbaris rapi di halaman Balai Padukuhan Piyuyon. Para warga tersebut menunggu kiriman droping air dari Mayor Chb Sunaryanta. Begitu 4 truk tangki yang mengangkut bantuan air tersebut datang, mereka langsung berebut menyodorkan ember untuk diisi air dari mobil tangki. Nampak sekali antusiasme warga menyambut kiriman air dari perwira TNI AD yang bertugas di Kementerian Pertahanan RI ini.

Koordinator penyaluran bantuan air, Kapt (purn) Slamet mengungkapkan, pada tahun 2019 ini, Mayor Chb Sunaryanta yang merupakan tokoh masyarakat asal Nglipar ini telah menyiapkan 600 tangki air. Nantinya bantuan tersebut siap dikirimkan ke kecamatan-kecamatan yang terdampak kekeringan. Menurut Slamet, pendistribusian bantuan tersebut akan dilakukan secara bertahap mengingat armada yang terbatas serta menunggu pengajuan bantuan dari masyarakat.

“Untuk Piyuyon dan Banyumanik sendiri kita siapkan 14 tangki, di mana yang 10 tangki untuk Piyuyon, sedangkan Banyumanik yang warganya lebih sedikit kita kirimkan 4 tangki,” kata mantan Danramil Semanu ini, Kamis siang tadi.

Menyaksikan antusiasme warga yang berebut air, Slamet mengaku terharu lantaran di padukuhan yang jaraknya kurang 10 kilometer dari pusat pemerintahan Kota Wonosari ternyata sebelumnya tak tersentuh bantuan droping air. Sehingga bantuan dari Mayor Sunaryanta ini sangat berharga bagi warga dusun yang sebagian besar berprofesi petani tadah hujan.

“Secara bertahap kita kirimkan bantuan ke daerah-daerah terdampak kekeringan yang paling membutuhkan. Tetapi saya sendiri tidak menyangka jika di Piyuyon ini kondisinya tak kalah parah dibandingkan daerah selatan yang memang sudah langganan kekeringan,” tambahnya.

Untuk teknis penyaluran bantuan, sambung Slamet, pihaknya saat ini melakukan koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing desa yang membutuhkan bantuan droping air.

Berita Lainnya  Semarak Kemerdekaan RI, Serunya Lomba Makan Kerupuk dan Tangkap Ikan di Sawah

“Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang tahu data dan fakta di lapangan, sehingga mereka kita libatkan dalam distribusi 600 tangki dari Mayor Sunaryanta ini. Sehingga harapannya nantinya bantuan bisa tepat sasaran,” terang Slamet.

Sementara itu diungkapkan Sri Muryati, Dukuh Piyuyon, atas nama warga dia mengucapkan banyak terima kasih kepada Mayor Sunaryanta yang sudah sudi mengulurkan tangan untuk membantu warganya yang sedang terbelit kekurangan air akibat kemarau panjang.

“Droping yang dilakukan ini tepat waktu, sebab saat ini adalah puncak musim kemarau dimana warga sudah benar-benar kesulitan. Harga per tangki disini bisa tembus Rp 130 ribu dan sekarang sudah banyak warga yang kesulitan untuk membeli air dari tangki swasta. Maklum, warga Piyuyon sini mayoritas kurang mampu,” katanya.

Kepada pidjar.com, Mayor Sunaryanta memaparkan bahwa pemberian bantuan air ini adalah bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan terkait derita warga Gunungkidul yang terdampak kekeringan. Menurut Sunaryanta, meski bantuan yang ia siapkan cukup banyak, yaitu mencapai 600 tangki, akan tetapi nantinya bisa jadi bantuan tersebut akan ditambah.

“Semua kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan bagaimana,” bebernya.

Berkaitan dengan solusi atas permasalah air di Gunungkidul ini, Sunaryanta memaparkan bahwa dropping air semacam ini bukanlah sebuah jalan keluar. Dropping air hanyalah penanganan sementara untuk meringankan beban para warga yang terdampak. Pemerintah harus mulai memikirkan terobosan-terobosan untuk menghasilkan solusi permanen terkait pengentasan masalah kekeringan semacam ini.

Menurut Sunaryanta, salah satu yang mungkin untuk dilakukan adalah pembangunan embung raksasa. Dengan mencari lokasi tertinggi, embung raksasa dibangun sehingga nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat. Tak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan hidup saja, akan tetapi juga digunakan untuk pertanian. Sehingga, masyarakat Gunungkidul yang sebagian bertani bisa terus berproduksi.

Berita Lainnya  Bahaya Untuk Kesehatan dan Lingkungan, Ini Upaya Pemkab Gunungkidul Batasi Sampah Plastik

“Paling tidak ada 1 sampai 3 embung raksasa dibangun. Sebenarnya itu bisa diusulkan ke pemerintah pusat, tergantung lobi di atas,” terang Sunaryanta.

Selain itu, pemerintah juga harus mengoptimalisasi sejumlah sumber air berdebit besar yang saat ini ia rasa kurang maksimal dimanfaatkan. Sumber air seperti Bribin, Seropan maupun Baron jika ditambahkan dengan teknologi pengangkatan air yang mumpuni, bisa menjadi salah satu solusi lainnya.

“Sudah mulai harus itu, tidak boleh tidak. Berapa jumlah kerugian warga masyarakat Gunungkidul kalau setiap musim kemarau seperti ini. Ini adalah tanggung jawab pemerintah,” tutupnya.

Kodim 0730 Gunungkidul Salurkan Puluhan Tangki Bantuan Air

Tak hanya Mayor Sunaryanta saja yang melakukan droping air untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi penduduk Gunungkidul. Sejumlah pihak juga turut berpartisipasi membantu masyarakat terdampak kekeringan.

Kamis pagi tadi, Dandim 0730/Gunungkidul beserta jajarannya melakukan droping air di wilayah Piyuyon, Desa Pacarejo dan Padukuhan Ngalangombo, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu. Sebanyak 36 tangki air bersih disebar di dua wilayah yang terdampak kekeringan sejak beberapa bulan lalu.

“Kita tahu bersama jika kekeringan beberapa bulan ini melanda wilayah Gunungkidul. Dampaknya semakin meluas, sejumlah sumber air mulai mongering sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih,” ucap Letkol Inf Noppy Laksana Armiyanto.

Dari pihak kodim sendiri memberikan bantuan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, berkaitan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan demikian diharapkan program semacam ini dapat berjalan berkesinambungan dan sedikit banyak membantu masyarakat Gunungkidul.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler