Sosial
Mengenal Komunitas P3S dan Konsistensinya Dorong Petani Tinggalkan Ketergantungan Terhadap Pupuk Kimia
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dengan luasan lahan yang masih sangat luas, potensi pertanian di Kabupaten Gunungkidul memang sangat besar. Meskipun setiap tahun pada musim kemarau sebagian wilayahnya masih mengalami kesulitan air bersih, namun dengan kegigihan para petaninya, Gunungkidul mampu menjadi lumbung pangan DIY. Sebagian besar masyarakat Gunungkidul sendiri memang berprofesi sebagai petani.
Namun begitu, hingga saat ini, para petani Gunungkidul masih kerap dihadapkan pada persoalan seperti cuaca yang tidak menentu yang dapat mengakibatkan hasil pertanian yang tidak maksimal. Tak kalah pentingnya, sebagaian besar petani masih banyak menggunakan pupuk kimia yang justru dapat merusak tanah dan mempengaruhi kualitas tanaman itu sendiri.
Ketua Paguyuban Petani Pangan Sehat (P3S) Gunungkidul, Sugiyono menuturkan, ia bersama sejumlah rekannya berinisiatif untuk membuat kelompok tani yang berorientasi pada budidaya pertanian organik. Diakuinya, para petani saat ini sebagian besar masih menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia ini disebutnya tak lepas dari proses yang lebih praktis dan mempermudah bagi para petani. Walau demikian, menurutnya, sejarah panjang adanya pupuk kimia dan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya dalam jangka waktu panjang justru akan merugikan petani.
“Di dalam pupuk kimia itu ada unsur yang dulu digunakan untuk mengeraskan jalan, untuk jangka panjangnya, tanah bisa rusak,” jelasnya saat ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (22/09/2021).
P3S Gunungkidul sendiri sudah terbentuk sejak tahun 2018 lalu. Sebagian dari anggota P3S ini merupakan para petani budidaya organik yang tersebar di Gunungkidul. P3S Gunungkidul kini tengah fokus dalam menjalin mitra kerjasama pendampingan dengan kelompok-kelompok tani lainnya di Gunungkidul. Sugiyono dan kawan-kawannya sendiri mempunyai gagasan utama dalam terbentuknya P3S yaitu untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan berbasis pertanian organik guna menyediakan pangan yang sehat.

“Kalau sekarang sudah ada 15 anggota, kemarin sudah roadshow ke beberapa Kalurahan. Kalau yang resmi menjalin kerjasama adalah kelompok petani di Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong,” lanjut Sugiyono.
Menurutnya, yang selama ini tidak disadari dan dirasakan oleh masyarakat ialah tanaman yang menggunakan pupuk kimia akan meninggalkan residu-residu bahan kimia pada hasil tanamannya. Residu tersebut jika terakumulasi di dalam tubuh tentu dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulkan dampak berbahaya.
Ia mengungkapkan, memang tak mudah mengajak para petani yang sudah bergantung pada pupuk kimia untuk beralih ke pupuk-pupuk organik. Hal tersebut tak lepas karena harus mengubah cara berfikir petani itu sendiri. Namun ia yakin, dengan kemitraan yang telah terbentuk di kalurahan-kalurahan akan membuka mata para petani dengan melihat hasil pertaniannya.
“Jadi kami mendampingi tidak hanya di sisi produksinya saja, namun juga manajemen pemasarannya juga,” ungkap dia.
Dalam sektor produksi, P3S akan mendampingi para petani seperti pengecekan unsur dalam tanah menggunakan alat yang telah dipunyai, pembuatan dan pemakaian pupuk dari bahan organik hingga pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi bio-enzim. Dalam hal pemasaran, pihaknya mendorong agar pangan sehat yang dihasilkan dapat dikelola oleh BUMKal yang nantinya juga akan dibantu dalam bermitra dengan pihak-pihak lain.
“Tujuannya tetap untuk menghasilkan pangan yang sehat. Selama ini yang kami temui para petani kesulitan di pemasaran, seperti kemarin pas di Semin ada keluhan dari petani karena tidak bisa memasukkan gabahnya ke Bulog. Kami akan lebih mendorong pengelolaan melalui BUMKal yang juga akan berjejaring dengan pasar-pasar di luar sehingga nilai tawar antara petani dan pengusaha sama-sama menguntungkan,” pungkas Sugiyono.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
