Info Ringan
Mengenal Penyakit Disleksia Pada Anak
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengetahuan masyarakat mengenai disleksia makin meningkat. Disleksia tak lagi dianggap sebagai tanda orang bodoh atau malas. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan disleksia? Disleksia merupakan suatu gangguan pembelajaran yang membuat penderitanya sulit membaca, menulis, dan mengeja. Tanda dan gejala dari gangguan ini dapat sulit dikenali sebelum anak mulai bersekolah. Akan tetapi, beberapa tanda awal dapat mulai muncul sebelum usia sekolah.
Tanda dan gejala disleksia adalah sebagai berikut :
Pada usia prasekolah :
- Gangguan berbahasa ekspresi, dimana anak terlambat untuk dapat berbicara dan berbahasa, umumnya kosakata yang diucapkan tidak tepat. Namun tidak semua anak dengan keterlambatan atau gangguan berbahasa ekspresif akan mengalami disleksia.
- Perbendaharaan kosakata cenderung sedikit
- Mengalami kesulitan dalam merangkai cerita
- Sulit mengingat nama (teman)
- Sering menggunakan istilah tidak tepat atau terbalik. Misal “Adik tidak mau berenang karena kolamnya tebal”, yang dimaksud adalah ‘dalam’.
Pada usia sekolah :
- Sangat sulit untuk diajarkan mengenalkan huruf, mengeja, membaca dan menulis
- Anak kesulitan menyalin tulisan dari papan tulis, sulit menyimak atau menyalin kembali pernyataan atau pertanyaan yang dibacakan guru
- Sulit dalam hal mengingat instruksi
- Lupa mengerjakan PR
- Lupa membawa barang yang ditugaskan guru
- Sulit mengatur waktu
- Sulit mengatur skala prioritas
Selain ciri di atas, ciri lainnya dari anak disleksia adalah sering terlihat grasa-grusu, terburu-buru namun tidak fokus, mudah jatuh, atau menyenggol barang di dekatnya. Disleksia sendiri sering disertai komorbid lainnya seperti ADHD (gangguan atensi dan hiperaktif), conduct disorder (bentuk perilaku menentang).

DAPATKAH DISLEKSIA DISEMBUHKAN?
Disleksia tidak dapat disembuhkan. Sekali anak terdiagnosis disleksia, seumur hidupnya akan menyandang status tersebut. Jika disleksia dapat terdeteksi sejak dini dan orangtua dapat membimbing serta mengarahkan anak dengan metode pembelajaran yang benar, maka anak dapat meraih prestasi yang tinggi sesuai potensinya.
BAGAIMANA PENANGANAN YANG TEPAT BAGI ANAK DENGAN DISLEKSIA?
Penanganan yang tepat bagi anak dengan disleksia adalah dimulai dari orangtua atau lingkungan terdekat. Keluarga harus memberi dukungan moral bukan malah menutupi dan tidak mau mengakuinya, karena penolakan dari orangtua membuat anak semakin terpuruk. Penanganan anak dengan disleksia memerlukan kerjasama yang baik antara orangtua dan tenaga profesional, yaitu psikolog, guru, dan terapis.
BENTUK PENANGANAN YANG TEPAT BAGI ANAK DENGAN DISLEKSIA ANTARA LAIN :
- Pembelajaran yang bersifat remedial (pengulangan)
- Menggunakan teknik atau pendekatan khusus yang didukung dengan fasilitas sekolah, misal di kelas anak ditempatkan di barisan paling depan, tidak dekat jendela sehingga tidak terdistraksi oleh aktivitas di luar
- Guru mengkonfirmasi apakah anak mengerti dengan apa yang dimaksud
- Anak diberikan kesempatan waktu lebih panjang untuk mengerjakan soal
- Guru membacakan soal saat ujian remedial
- Soal ujian atau tugas dibuat dalam kertas berwarna, font besar, dan jarak antarbaris yang cukup lebar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized3 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized5 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized1 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized6 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
