Connect with us

Info Ringan

Mengenal Penyakit Disleksia Pada Anak

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pengetahuan masyarakat mengenai disleksia makin meningkat. Disleksia tak lagi dianggap sebagai tanda orang bodoh atau malas. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan disleksia? Disleksia merupakan suatu gangguan pembelajaran yang membuat penderitanya sulit membaca, menulis, dan mengeja. Tanda dan gejala dari gangguan ini dapat sulit dikenali sebelum anak mulai bersekolah. Akan tetapi, beberapa tanda awal dapat mulai muncul sebelum usia sekolah.

Tanda dan gejala disleksia adalah sebagai berikut :

Pada usia prasekolah :

  1. Gangguan berbahasa ekspresi, dimana anak terlambat untuk dapat berbicara dan berbahasa, umumnya kosakata yang diucapkan tidak tepat. Namun tidak semua anak dengan keterlambatan atau gangguan berbahasa ekspresif akan mengalami disleksia.
  2. Perbendaharaan kosakata cenderung sedikit
  3. Mengalami kesulitan dalam merangkai cerita
  4. Sulit mengingat nama (teman)
  5. Sering menggunakan istilah tidak tepat atau terbalik. Misal “Adik tidak mau berenang karena kolamnya tebal”, yang dimaksud adalah ‘dalam’.
Berita Lainnya  Tujuh Manfaat Ruangan Bergaya Patio

Pada usia sekolah :

  1. Sangat sulit untuk diajarkan mengenalkan huruf, mengeja, membaca dan menulis
  2. Anak kesulitan menyalin tulisan dari papan tulis, sulit menyimak atau menyalin kembali pernyataan atau pertanyaan yang dibacakan guru
  3. Sulit dalam hal mengingat instruksi
  4. Lupa mengerjakan PR
  5. Lupa membawa barang yang ditugaskan guru
  6. Sulit mengatur waktu
  7. Sulit mengatur skala prioritas

Selain ciri di atas, ciri lainnya dari anak disleksia adalah sering terlihat grasa-grusu, terburu-buru namun tidak fokus, mudah jatuh, atau menyenggol barang di dekatnya. Disleksia sendiri sering disertai komorbid lainnya seperti ADHD (gangguan atensi dan hiperaktif), conduct disorder  (bentuk perilaku menentang).

DAPATKAH DISLEKSIA DISEMBUHKAN?

Disleksia tidak dapat disembuhkan. Sekali anak terdiagnosis disleksia, seumur hidupnya akan menyandang status tersebut. Jika disleksia dapat terdeteksi sejak dini dan orangtua dapat membimbing serta mengarahkan anak dengan metode pembelajaran yang benar, maka anak dapat meraih prestasi yang tinggi sesuai potensinya.

Berita Lainnya  Tips Menghaluskan Tumit Kasar

BAGAIMANA PENANGANAN YANG TEPAT BAGI ANAK DENGAN DISLEKSIA?

Penanganan yang tepat bagi anak dengan disleksia adalah dimulai dari orangtua atau lingkungan terdekat. Keluarga harus memberi dukungan moral bukan malah menutupi dan tidak mau mengakuinya, karena penolakan dari orangtua membuat anak semakin terpuruk. Penanganan anak dengan disleksia memerlukan kerjasama yang baik antara orangtua dan tenaga profesional, yaitu psikolog, guru, dan terapis.

BENTUK PENANGANAN YANG TEPAT BAGI ANAK DENGAN DISLEKSIA ANTARA LAIN :

  1. Pembelajaran yang bersifat remedial (pengulangan)
  2. Menggunakan teknik atau pendekatan khusus yang didukung dengan fasilitas sekolah, misal di kelas anak ditempatkan di barisan paling depan, tidak dekat jendela sehingga tidak terdistraksi oleh aktivitas di luar
  3. Guru mengkonfirmasi apakah anak mengerti dengan apa yang dimaksud
  4. Anak diberikan kesempatan waktu lebih panjang untuk mengerjakan soal
  5. Guru membacakan soal saat ujian remedial
  6. Soal ujian atau tugas dibuat dalam kertas berwarna, font besar, dan jarak antarbaris yang cukup lebar
Berita Lainnya  Makan-makan Kembali ke Alam di Pasar Godong Jati

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler