fbpx
Connect with us

Sosial

Menggali Potensi Bonsai Gunungkidul, Seni Hidup Yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Sejumlah komunitas bonsai di Gunungkidul memamerkan sejumlah bonsai-bonsai terbaik di Gunungkidul. Diharapkan dengan ajang semacam ini, potensi bonsai di Gunungkidul yang memang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi ini bisa semakin maksimal. Para pecinta tanaman Gunungkidul maupun masyarakat bisa menyaksikan bonsai-bonsai premium Gunungkidul hingga akhir Desember 2021 mendatang di Balai Kalurahan Karangrejek.

Ketua Panitia Pameran Bonsai, Arif Priyono, menyampaikan, potensi budi daya bonsai di Gunungkidul sendiri sangatlah tinggi. Selain karena banyak tanaman yang dapat dikaryakan menjadi bonsai, tak jarang bonsai asal Gunungkidul kerap menjuarai kontes-kontes di tingkat daerah nasional maupun dunia. Namun meski demikian, ia menyebut, potensi bonsai Gunungkidul sendiri tak kunjung tergarap maksimal.

Berawal dari keresahan ini, beberapa komunitas bonsai sepakat mengadakan pameran agar masyarakat umum tahu dan mengangkat kembali eksistensi bonsai. Diharapkan, nantinya melalui ajang ini, potensi bonsai Gunungkidul yang selama ini terpendam bisa berangsur-angsur terangkat.

“Yang kita pamerkan ini, selain bahan lokal, juga ada bahan-bahan dari luar pulau Jawa. Sebenarnya, di Gunungkidul itu sangat lengkap, bahkan pohon yang paling susah sekalipun ternyata di Gunungkidul itu bisa dikembangkan,” ucap dia, Kamis (25/11/2021).

Pameran tersebut rencananya akan digelar hingga tanggal 29 November 2021 mendatang. Ia mengajak warga masyarakat untuk datang dan menyaksikan keindahan bonsai-bonsai Gunungkidul. Pihaknya juga membuka konsultasi masyarakat umum yang berminat untuk membuat bonsai.

Menurutnya, bonsai merupaan seni yang tidak pernah berhenti. Tumbuhan bonsai akan terus berkembang dan harganya pun dapat terus melonjak.

“Jadi tidak ada kata berhenti untuk bonsai, itu yang dinamakan seni hidup. Yang membuat nilainya sangat tinggi itu seperti itu,” ujar dia.

Kegiatan yang diikuti oleh 22 komunitas bonsai. Diharapkan dapat mengenalkan potensi bonsai di Bumi Handayani. Selain itu bonsai dapat digunakan sebagai alternatif lain untuk memngangkat perekonomian masyarakat. Menurutnya, untuk mengembangkan potensi bonsai perlu adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya pemerintah daerah. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan bonsai daya tarik di objek-objek wisata.

“Peran pemerintah dalam pengembangan yang perlu, ini lho kekayaan alam di Gunungkidul. Mungkin saat ini pemerintah belum masuk ke wilayah itu, mudah-mudahan dengan acara ini, potensi bonsai bisa dilirik sebagai penunjang pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati, Heri Susanto, menyampaikan apresiasi terhadap pelaku seni komunitas bonsai yang mana mulai menampakkan potensi-potensi bonsai di Gunungkidul. Menurutnya potensi bonsai di Gunungkidul sendiri ia lihat cukup luar biasa. Bonsai Gunungkidul mempunyai nilai historis bahkan hingga di taraf dunia. Potensi tanaman bonsai dapat disinergikan pada tempat-tempat wisata sehingga seni bonsai yang dapat tereksopse dengan baik.

“Kami harapkan bonsai dapat menjadi sarana peningkatan ekonomi. Kami juga berharap bonsai nanti menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menggeliatkan ekonomi kerakyatan.” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler