Connect with us

Pariwisata

Menikmati Indahnya Pagi di Bukit Watu Payung

Diterbitkan

pada

Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Mendekati masa liburan Lebaran, sejumlah obyek wisata di Gunungkidul mulai gencar mempersiapkan diri. Mereka sangat berharap bisa mendapatkan kue wisata saat kunjungan wisatawan mencapai puncaknya pada musim libur lebaran ini.

Tak hanya obyek-obyek wisata yang telah mapan saja, namun obyek-obyek wisata baru juga mulai menggeliat. Terlepas dari wisata pantai, saat ini banyak bermunculan obyek wisata alam yang beda dan memberikan suasana baru di Gunungkidul. Salah satu obyek wisata anyar yang dengan cepat berkembang adalah Watu Payung.

Obyek wisata yang terletak di Padukuhan Turunan, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang ini menawarkan suasana alam pedesaan berlatarkan Sungai Oya mengalir di bawahnya. Tempat ini merupakan obyek wisata gardu pandang seperti halnya puncak Green Village Gedangsari.

Berita Lainnya  Puluhan Pokdarwis di Gunungkidul Cairkan Bantuan Senilai 35 Juta

Pemandangan alam khas perbukitan barat Gunungkidul dengan segala perniknya menjadi suguhan wisatawan yang mencari suasana lain. Nama Watu Payung sendiri diambil dari ikon obyek wisata ini, yakni berupa batu dengan bentuk melebar seperti payung.

Salah seorang wisatawan asal Pandak, Bantul, Yogyakarta Iriani Nur Hida mengatakan, obyek wisata ini sangat indah terutama di kala pagi hari. Matahari yang terbit dari ufuk timur nampak sangat mempesona saat membelah tebalnya kabut yang ada. Melihat keindahan matahari terbit di ketinggian memang memberikan sensasi yang sangat berbeda. Mata bisa memandang tanpa batas dan tanpa ada penghalang. Sebuah cara yang asyik dalam menikmati pagi tentunya.

"Ini kan tempatnya di atas bukit, di bawahnya ada Sungai Oya, pas matahari muncul sangat indah deh pokoknya," ujarnya.

Berita Lainnya  Mulai Bermekaran, Ribuan Wisatawan Mulai Kunjungi Kebun Bunga Amarilis

Ditambahkannya, keunikan di tempat ini semakin muncul lantaran kreatifitas pengelola. Mereka membuat ornamen anyaman berbahan dasar ranting pohon yang dibentuk sedemikian rupa menjadi beberapa bentuk seperti menara dan kapal. Untuk anyaman berbentuk kapal sendiri berada di bibir tebing yang cocok sebagai spot selfie.

"Cocok banget untuk selfie. Atau yang gemar foto seperti saya ini," katanya sambil tertawa.

Sementara itu, dari pihak pengelola, Dwi Priya Saputra mengatakan bahwa obyek wisata ini sebenarnya baru dibuka pada 3 Mei 2018 ini. Namun demikian, banyaknya wisatawan yang mengubggah fotonya di media sosial membuat jumlah kunjungan semakin membludak.

"Ini yang mempromosikan ya wisatawan yang datang. Awalnya baru puluhan, tapi saat ini bisa 200 sampai 300 orang per hari," terangnya.

Berita Lainnya  Yogyakarta Kehilangan Identitas Pariwisata, Gunungkidul Diminta Jangan Tiru

Ditambahkan Dwi, untuk memasuki obyek wisata ini sangat murah. Para pengunjung hanya dikenakan tarif masuk sebesar Rp 4000 rupiah yang digunakan pengelola untuk pemeliharaan dan parkir.

Untuk saat ini, Dwi menyadari bahwa masih banyak fasilitas yang belum tercukupi untuk diberikan kepada wisatawan. Pihaknya ke depan akan terus melakukan pembenahan sehingga sejumlah kekurangan tersebut bisa tercukupi.

"Kamar mandi belum ada, rencananya ya akan kita bangun. Tapi akses jalan masih kita fokuskan dalam waktu dekat ini," pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler