Pariwisata
Perkenalkan Taman Bunga Nawari, Kebun Bunga Indah Dengan Fasilitas Terlengkap di Pusat Kota
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dalam beberapa tahun terakhir ini, obyek wisata kebun bunga cukup ngehits di Gunungkidul. Dimulai dari bekennya kebun bunga Amaryllis di Kecamatan Patuk yang sempat sangat viral di media sosial. Kemudian juga yang baru saja dibuka adalah kebun bunga Cellosia di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Dalam waktu singkat, kebun bunga ini mampu mengambil hati warga masyarakat maupun wisatawan untuk berdatangan membanjiri kebun bunga penuh warna tersebut. Alhasil, kebun bunga Cellosia ini kemudian juga sangat hits di media sosial.
Yang terbaru dan masih sangat gress adalah dibuka secara resminya obyek Taman Bunga Nawari di Padukuhan Grogol, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Berbeda dengan pendahulunya, obyek wisata ini menawarkan keindahan panorama bunga matahari. Dilihat dari kebun bunga pendahulunya, Taman Bunga Nawari ini memang ditunjang dengan fasilitas yang cukup mumpuni. Selain hamparan kebun bunga matahari yang tentunya sangat indah dan selfieable, di lokasi ini juga tersedia rumah makan dengan konsep menu makanan ndeso. Selain itu itu juga disediakan pula area coffe shop yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin berlama-lama menikmati suasana kebun Bunga Matahari.
Dengan akses jalan yang mudah serta lokasinya yang sangat dekat dengan pusat kota, Taman Bunga Nawari juga dengan cepat dikenal serta diminati. Padahal saat ini, tanaman belum berbunga sempurna. Baru sebagian saja tanaman yang telah berbunga sempurna. Namun, tetap saja banyak penggila selfie yang sebagian masih berupa kalangan muda-mudi yang berdatangan ke lokasi ini.
“Beberapa hari ini bunga matahari akan mengembang sempurna. Tentunya akan sangat indah,” ucap pengelola Taman Bunga Nawari, Suwargito, Minggu (10/06/2018) siang tadi.
Sebagai pengelola, Suwargito sangat menyadari betapa pentingnya faktor sudut maupun kostum agar semakin membuat foto para pengunjung bisa lebih maksimal. Untuk itulah kemudian pihaknya juga menyediakan peminjaman kostum ala Jepang dan China agar sesi foto semakin menarik.

“Bunga Matahari cukup identik dengan negara Jepang dan China, untuk itu kami sediakan kostum-kostum sehingga kunjungan wisatawan semakin berkesan,” lanjutnya.
Ia menceritakan, awal mula ide untuk membuat taman bunga di Gunungkidul adalah lantaran ia yang memang sudah cukup lama berkecimpung di dunia pariwisata sering sekali mendapatkan order paketan wisata di mana termasuk ke taman bunga yang biasanya ia bawa ke Muntilan, Jawa Tengah. Ia mulai berpikir untuk kemudian mengembangkan lokasi wisata serupa di Gunungkidul. Ia tak memungkiri bahwa suksesnya dua taman bunga di Patuk dan Kemadang semakin membulatkan tekadnya untuk membuat obyek wisata taman bunga yang lebih representatif.
Ia semakin bersemangat lantaran ide tersebut mendapatkan dukungan dari warga setempat. Ia pun mulai memberdayakan warga dari mulai penanaman, perawatan hingga pada pengelolaan.
“Ada 12 orang warga setempat yang kita libatkan untuk pengelolaan Taman Bunga Nawari,” kata dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul Suharno yang ditemui saat berkunjung ke Taman Bunga Nawari memuji kreatifitas para pelaku wisata di Gunungkidul. Menurut dia, hal semacam ini sangat penting demi perkembangan pariwisata Gunungkidul ke depan. Semakin banyak obyek wisata serta jenis-jenis wisata yang ditawarkan, maka akan semakin berdampak positif pula pada perkembangan pariwisata di Gunungkidul.
“Akan semakin banyak pula warga masyarakat yang juga bisa sejahtera lantaran pariwisata,” kata Suharno.
Berkembangnya obyek wisata kebun bunga di Gunungkidul ini disebutkan Suharno juga sekaligus membuktikan bahwa tanah Gunungkidul itu subur. Semua tanaman jika diupayakan bisa tumbuh dengan subur.
“Ini luar biasa,saya senang sekali masyarakat mulai berekspresi dan mengembangkan lokasi wisata,” lanjut dia.
Ia berharap agar ke depan bisa semakin banyak masyarakat khususnya pelaku wisata yang semakin kreatif. Seperti misalnya adalah mengenai pemberdayaan tanaman lainnya seperti buah-buahan.
“Bisalah dicoba membuat kebun buah yang nanti selain dikunjungi juga bisa memetik sendiri. Seperti sudah dikembangkan di daerah-daerah lain,” pungkasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Pemerintahan5 hari yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Peristiwa6 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized1 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Peristiwa5 hari yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
