bisnis
Menikmati Lezatnya Apem Mas Brow, Makanan Khas Gunungkidul yang Kini Diburu Milinial
Semanu,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sabtu (03/10/2020) pagi suasana rumah milik Misdiyanto (40) warga Ngebrak Timur (04/27), Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu ini seperti biasanya. Terlihat jelas kesibukan tangannya membuat adonan apem, sampai menggoreng apem satu per satu. Belakangan, apem milik pia brewok ini memang moncer di Gunungkidul.
Seperti apem pada umumnya, Misdiyanto masukkan satu per satu seperti tepung beras, tepung terigu, tape singkong, gula pasir, ragi, santan kelapa, vanili dan garam. Ia mengaduk adonan yang terlihat memang cukup berat. Maklum setiap harinya, ia mampu menjual 25 kilogram adonan apem.
Kesibukan makin jelas ketika melihat dapur pria yang akrab dipanggil Mas Brow ini. Terlihat api dari enam kompor tungku dua menyala semua. Di atasnya terdapat cetakan apem dengan sedikit minyak.
Saat menunggu adonan didiamkan, ia mulai meletakan satu per satu adonan lainnya yang sudah siap ke dalam cetakan apem goreng. Istrinya Winarni, juga terlihat sangat sibuk membantu suaminya.
Maklum, sejak 2014 lalu, Misdiyanto yang tadinya buruh serabutan iseng-iseng jualan apem. Seperti yang diketahui, apem jawa memang sangat khas bagi penduduk Bumi Handayani dalam kegiatan seremonial kebudayaan. Misalnya ruwahan, slametan ataupun untuk disajikan kala minum teh.
Misdiyanto pun menangkap peluang ini. Namun awalnya ia hanya berani membuat 1kilogram adonan. Itupun istrinya titipkan ke pasar ataupun tukang sayur yang tak jauh dari rumahmya.
“Lha kok banyak yang cari, katanya enak,” ucap Misdi sembari menggoreng apem.
Sejak pagi, banyak orang berdatangan mengantri apemnya. Banyak pula yang sehari sebelumnya memesan untuk acara tertentu. Dari banyaknya pelanggan, Misdi memberanikan diri untuk menambah adonannya.
“Setiap har dulunya saya tambah sekilo sekilo sekilo, sampai tidak lagi saya titip-titipkan saking banyaknya orang yang datang ke rumah,” ujar dia.
Pada awal berniat menjual apem, Misdi memang memiliki tekad agar apemnya bisa diterima di semua kalangan. Berbeda dengan apem modern yang dijual di pasar.
“Saya dan istri memang pengen apem ini bisa diterima di semua lidah orang, Alhamdulillah hasilnya demikian,” ujar Misdi.
Pada awal merintis usaha, apem yang hingga kini ia jual Rp. 500,- per biji ini mampu meraup omset Rp. 100.000,- per hari. Namun demikian, saat ini dalam sehari pendapatannya naik 10%.
“Sekarang sehari omzet sekitar sejuta,” jelas dia.
Warga yang datang langsung ke rumahnya sempat membuat ia tidak enak hati dengan para tetangga yang mana lahan parkirnya milik warga sekitar. Hingga suatu ketika ada yang menawari lahan di dekat Polsek Semanu.
“Akhirnya saya buka di dua tempat. Setiap hari kalau tidak ada pesanan jam setengah 10 sudah buka, kalau ada pesanan paling jam 1, pulang Magrib,” paparnya.
Pidjar.com pun penasaran dengan rasa apem yang kondang dengan sebutan Apem Mas Brow ini. Dari segi bentuk, apem Mas Brow memang terlihat cukup menarik.
Bahkan, saat mulai mencicipi apem buatan Misdi, seakan membawa kembali ke masa kecil dimana apem bisa menjadi menu wajib yang dibuat almarhum nenek kala anak cucu berkumpul. Rasa adonan yang manis, legit dengan rasa asin santan sunggu sangat nikmat. Tak salah apabila apem ini digemari banyak orang.
“Tidak ada bumbu rahasia, kuncinya saat meracik hati kita bahagia,” kelakar Misdiyanto.
Salah satu pelanggan setianya, Susanti mengatakan, kendati rumahnya jauh di Kapanewon Playen, namun rasa kenyal dan nikmatnya apem ini membuat ia berkali-kali datang. Ia juga membuat jasa penitipan bagi warga di Kapanewon Playen yang hendak membeli.
“Kalau kesini kan jauh, saya bahkan bikin jasa titip. Jadi saya kesini tapi juga tetap tidak rugi,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
