Info Ringan
Menilik Periode Sejarah Perkembangan Kereta Api
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kereta api sudah menjadi model transportasi yang diperhitungkan saat ini lantaran kemampuannya untuk mengangkut manusia sekaligus dalam jumlah banyak. Berbicara mengenai kereta api, pernahkah anda penasaran, bagaimana sejarah kereta api, mulai dari awal saat diciptakan hingga berkembang menjadi kereta modern supercepat yang saat ini sudah dioperasikan di beberapa negara. Berikut penelusuran tentang kereta api menurut periodenya!
Periode Tenaga Uap
Seiring dengan terjadinya Revolusi Industri, pada tahun 1814 muncul lokomotif uap pertama, hasil pengembangan dari desain sebelumnya di Inggris. Lokomotif uap kemudian menjadi angkutan massal di dunia dengan bahan bakar kayu atau batu bara. Lokomotif uap mengalami masa kejayaan mulai dari akhir pertengahan abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Setelah itu kedudukannya digantikan oleh lokomotif mesin atau diesel.
Periode Tenaga Listrik
Semenjak ditemukannya prinsip motor listrik oleh Michael Faraday pada tahun 1821, banyak ilmuwan terus mengembangkan motor listrik dan digunakan sebagai tenaga penggerak khususnya kendaraan berat seperti kereta api. Pada tahun 1879, kereta penumpang bertenaga listrik pertama kali diperkenalkan oleh di Berlin. Setelah itu mulai dibuka jalur-jalur trem dan kereta listrik di beberapa tempat di dunia.

Lokomotif listrik modern bahkan mempunyai daya besar dan mampu menarik rangkaian KA panjang dan berat. Sementara kereta listrik yang sekarang dikenal dengan sebutan KRL terus berkembang. Bahkan KRL berevolusi menjadi kereta api modern dan canggih yang nantinya dikenal sebagai KA Supercepat.
Periode Kereta Supercepat
Kereta Supercepat mulai dikembangkan di Jerman pada tahun 1899. Pada oktober 1903, kereta ini mampu mencapai kecepatan 206.7 km/jam. Namun jadwal reguler KA Supercepat baru akan ada 30 tahun kemudian. Amerika mulai mengoperasikan KA Cepat jarak jauh yang diberi nama Zephyr pada tahun 1934. Berbeda dengan eropa, kereta ini masih menggunakan mesin diesel. KA ini mampu mencapai kecepatan 124 km/jam dengan puncak kecepatan 185 km/jam.
Setelah Perang Dunia II berakhir, era KA Supercepat memulai babak baru saat negara maju di Asia yaitu Jepang mulai membuat dan mengoperasikan KA Supercepat mereka yang dinamakan Shinkansen. Pada tahun 1963, saat uji eksperimental, Shinkansen Jepang mampu membuat rekor baru, yaitu melaju menembus kecepatan 256 km/jam.
Langkah Jepang ini kemudian disusul oleh negara-negara besar dan maju di Eropa seperti Perancis dan Jerman. Perancis melalui perusahaan operator kereta api mereka yaitu SNCF terus berinovasi agar bisa memiliki kereta supercepat. Akhirnya lahir TGV (Train à Grande Vitesse atau High Speed Train) pada tahun 1981 memiliki kecepatan 380 km/jam. Dan, perkembangan terbaru, pada tahun 2007 kecepatannya mencapai 574 km/jam. Keberhasilan Jepang, Perancis dan Jerman, kemudian menjadi inspirasi negara-negara maju lain di berbagai belahan dunia untuk menciptakan KA Supercepat seperti Spanyol, Amerika Serikat, Korea Selatan, China serta Taiwan.
Periode Maglev
KA Maglev menggunakan prinsip motor linier di mana rel maglev berfungsi sebagai medan magnet besar yang dikendalikan secara elektris. Interaksi antara rel dan maglev ini akan menggerakan kereta hingga kecepatan tinggi bahkan terangkat dari relnya atau melayang. Karena maglev bergerak dengan melayang maka secara otomatis mengurangi getaran yang biasa terajdi antara rel dengan roda, sehingga membuat maglev lebih nyaman saat melaju. Beberapa negara mulai intensif mengembangkan KA Maglev yaitu Jerman dan Jepang. Hingga saat ini, Maglev telah mampu melampaui kecepatan dari KA Supercepat konvensional tenaga listrik. Jepang sangat intensif mengembangkan maglev karena kebutuhan KA ini mendesak untuk diterapkan. Beberapa kali Maglev Jepang memegang rekor kecepatan dunia. Untuk kesekian kalinya, Maglev Jepang berhasil menembus rekor kecepatan baru yaitu 603 km/jam pada april 2015. Maglev diprediksi menyaingi KA Supercepat konvensional di masa mendatang terutama di negara-negara maju dengan wilayah yang sempit namun padat penduduk.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
