Pemerintahan
Menteri Desa : Kepala Desa Tidak Boleh Dikriminalisasi!
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama ini banyak Kepala Desa yang mengeluhkan abainya pemerintah ketika mereka menghadapi kasus hukum terkait kebijakan. Jarang sekali mereka mendapatkan bantuan hukum dari pemerintah ketika menghadapi masalah tersebut. Hal ini seringkali kemudian menjadi alasan bagi kalangan pemerintah desa untuk enggan melaksanakan suatu program.
Terkait hal ini, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan bahwa saat ini pihaknya siap untuk memberikan bantuan advokasi kepada para Kepala Desa yang terlibat masalah hukum.
Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sanjoyo menjelaskan bahwa sudah ada tim advokasi yang siap untuk memberikan pendampingan hukum kepada aparatur desa. Meski demikian, pihaknya mensyaratkan bahwa pendampingan hukum hanya bisa diberikan kepada para Kepala Desa yang melakukan kesalahan administratif dalam penggunaan dana desa. Jika nantinya memang ada unsur korupsi, pihaknya tidak akan memberikan pendampingan secara hukum dan membiarkan proses hukum dilakukan.
“Kepala Desa tidak boleh dikriminalisasi,” tandas dia, Jumat (25/05/2018) kemarin ketika berkunjung ke Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.
Saat ini, pemerintah pusat terus berusaha untuk menyederhanakan peraturan terkait penggunaan dana desa. Menteri Eko mengatakan bahwa peraturan yang saat ini terus berubah merupakan upaya pemerintah untuk menyederhanakan peraturan. Penyempurnaan ini dibuat lantaran pihaknya menerima banyak sekali keluhan terkait rumitnya pembuatan laporan penggunaan dana desa.

Seperti misalnya, dalam hal ini Menteri Keuangan semakin menyederhanakan skema pelaporan dana desa yang sebelumnya dianggap cukup rumit. Pihak Kemendes PDTT juga saat ini tengah terus mengembangkan software pelaporan otomatis yang nantinya membuat para aparat desa tinggal melakukan entry data dan kemudian laporan otomatis sudah bisa dibuat oleh software tersebut.
“Peraturan baru ini sebenarnya menyederhanakan, jadi memangkas peraturan yang lama,” kata Eko.
Ia menghimbau kepada seluruh jajaran Kepala Desa di Gunungkidul untuk tidak takut dalam membuat program melalui dana desa yang ada. Yang terpenting dalam hal ini adalah itikad baik dalam penyelenggaraan program tersebut yang artinya bukan untuk memperkaya diri sendiri ataupun golongan namun demi kesejahteraan rakyat desa.
“Silahkan gunakan dana desa, selama untuk kepentingan umum kita akan memberikan back up,” pungkas dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
