fbpx
Connect with us

Sosial

Polemik Jalur Ambulance, Tim Gugus Tugas Covid Gunungkidul Minta Maaf Kepada Warga Banaran

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Polemik jalur transportasi dari dan menuju ke lokasi isolasi mandiri di Wisma Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen sempat mengundang polemik. Bahkan, akibat friksi yang terjadi ini, relawan setempat bahkan memilih untuk membubarkan diri. Atas adanya insiden ini, Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Gunungkidul, Immawan Wahyudi, memilih untuk meminta maaf kepada warga Banaran, khususnya kepada para relawan atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi.

Immawan menuturkan, kejadian ini terjadi atas dasar kesalahpahaman dan bukan merupakan hal yang prinsipil. Akan tetapi, pihaknya meminta maaf atas kejadian dan situasi yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan para relawan Desa Banaran yang bertugas menjaga jalur tersebut.

“Atas nama Tim Gugus Tugas, kami minta maaf dan kami juga siap menjembatani mediasi antara PMI dengan relawan Desa Banaran,” ucap Immawan, Rabu (27/05/2020).

Dilanjutkan Immawan, dalam hal ini, pihaknya tidak membuat kesepakatan mengenai jalur jalan ambulance menuju lokasi karantina di Wisma Wanagama. Namun, itu disebutnya merupakan sebuah usulan yang belum ada kajian dari sisi keamanan dan keselamatan.

“Namun setelah ada kendaraan salah satu OPD yang hampir terperosok, maka kami langsung meminta jalur diubah demi keselamatan semuanya,” katanya.

Immawan menyadari, adanya kebijakan ini kemudian tidak diikuti dengan pemberitahuan kepada warga setempat. Sehingga kemudian terjadilah kesalahpahaman yang berujung penghentian mobil ambulance saat hendak melintas. Ia menyebut, saat itu, pengemudi ambulance memang hanya dimintai keterangan mengapa melalui jalur itu karena dianggap bukan jalur ambulance.

“Kami berharap warga bisa memahami. Bahwa ambulans sudah diberlakukan standar steril untuk penanganan Covid-19. Jadi lewat jalan itu tetap aman untuk semuanya,” beber dia.

Sementara itu, Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo mengungkapkan, jika pihaknya tidak pernah menggunakan istilah yang kemudian dianggap menyinggung warga Banaran. Menurutnya, apa yang terjadi antara warga Banaran dengan PMI dan Pemkab merupakan sebuah miskomunikasi saja.

“Kita sama-sama tahu kerja kemanusiaan itu bagaimana, baik relawan desa maupun petugas PMI. Saya tahu bagaimana relawan di lapangan itu bekerjanya seperti apa,” ucapnya.

Berkaitan dengan insiden ini, pada Rabu (27/05/2020) siang tadi, digelar pertemuan antara DPRD Gunungkidul, Wakil Bupati, PMI, dan sejumlah relawan Desa Banaran. Dari relawan Desa Banaran sendiri memang mengaku sakit hati lantaran adanya kalimat penghadangan ambulance saat memasuki kawasan Banaran.

Koordinator Relawan Desa Banaran Sudadi menyatakan pihaknya hanya merasa dibenturkan dengan pernyataan penghadangan terhadap ambulance yang melintas dan membawa orang dengan reaktif rapid test. Padahal kala itu, dari relawan hanya meminta keterangan dari sopir ambulance dan memberitahu jika jalur yang seharusnya dilalui bukan merupakan jalur utama.

“Kita (relawan desa) sudah beberapa bulan terakhir berusaha semaksimal mungkin ikut andil dalam penanggulangan corona ini. Tapi dengan apa yang terjadi, kami tentu sangat kecewa,” jelas Sudadi.

Audiesi yang berlangsung hingga sore tadi ini merumuskan sejumlah pertimbangan yang akan ditindaklanjuti dengan pegecekan. Dari relawan desa memberikan opsi mengenai jalur yang bisa digunakan apabila jalur Bunder dianggap curam. Pemerintah bisa menggunakan jalur di Petak 17 yang sudah merupakan jalur cor blok. Masyarakat sendiri siap jika nantinya diminta untuk melakukan pembenahan jika jalur itu dianggap kurang nyaman.

“Tentu kami siap membantu jika sekiranya jalur itu perlu perbaikan. Besok akan bareng-bareng dicek dan harapannya segera dilakukan tindakan, bukan sekedar pertimbangan,” lanjut dia.

Ia mengatakan, memang sempat ada kepanikan dari warga masysrakat yang dilalui ambulance setiap hari. Namun demikian, pihaknya berupaya memberikan edukasi dan pengertian meski hal ini disebutnya membutuhkan waktu.

“Nanti akan kami akan bicarakan lagi untuk memberikan pengertian kepada warga. Permasalahan (miskomunikasi) masyarakat dengan pihak terkait kami anggap selesai,” tambahnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler