Sosial
Menyimak Persaingan Cangkul Lokal Dengan Cangkul Tiongkok Yang Kini Mulai Masuk Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meski terlihat sepele, keberadaan cangkul menjadi barang yang sangat sentral bagi petani. Adanya peralatan-peralatan modern dalam dunia pertanian tak membuat peralatan tradisional seperti cangkul terpinggirkan. Bersama dengan sabit, cangkul adalah 2 benda yang seperti wajib untuk dibawa petani.
Hampir setiap petani menggunakan peralatan ini untuk beraktifitas di ladang. Tentu saja dengan tingkat penggunaan yang tinggi, permintaan atas komoditi ini menjadi meningkat. Terutama menjelang musim penghujan seperti saat ini sehingga membuat permintaan akan barang ini meroket.
Komoditi cangkul sendiri juga tak luput dari serbuan barang buatan Tiongkok. Saat ini, cangkul asal Tiongkok memang membanjiri pasar, termasuk di Gunungkidul. Harganya yang cukup murah menjadi salah satu daya tarik dari cangkul Tiongkok. Menjadi menarik melihat persaingan cangkul impor ini dengan cangkul asli buatan Gunungkidul.
Salah seorang pande besi di Padukuhan Kajar III, Karangtengah, Wonosari, Bambang Heru Setyo mengaku, sejak tahun 2019 ini, selain menjual barang hasil produksinya, ia juga menyediakan penjualan cangkul impor dari Tiongkok. Menurut Bambang, harga cangkul impor ini memang lebih lebih murah dari cangkul asli Kajar yang diproduksinya.
Menurutnya, harga cangkul asli RRC berharga Rp. 25 ribu hingga Rp. 35 ribu. Jauh di bawah produk lokal yang berada pada kisaran harga Rp. 40 ribu hingga Rp. 65 ribu.

“Permintaan cangkul ini memang cukup tinggi. Saya sendiri kewalahan memenuhi permintaan,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (08/10/2019).
Pria yang meneruskan usaha pande besi orang tuanya sejak 1975 ini melanjutkan, tingginya permintaan ini membuat usahanya sendiri juga belum mampu menutup kebutuhan cangkul, terutama menjelang musim penghujan. Salah satu yang membuat pemenuhan pasar sulit yakni lantaran para pengrajin pandai besi membuat cangkul dengan cara manual.
Bambang sendiri setiap harinya mempekerjakan 20 orang karyawan. Dari para karyawannya itu, masing-masing membuat 2 kodi cangkul setiap harinya. Dengan jumlah produksi ini, untuk memenuhi kebutuhan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang telah menjadi langganannya pun ia cukup kesulitan.
Menurutnya, bahan baku cangkul sekitar Rp. 30 ribu satu lembar plat baja. Satu lembarnya bisa dibuat satu hingga dua kodi cangkul tergantung masing-masing ukuran.
“Satu lembar plat baja bisa dibuat dua kodi sampai limapuluh biji,” imbuh dia.
Ia sendiri memang saat ini juga memiliki toko penjualan alat pertanian. Kebutuhan cangkul yang ia buat menyesuaikan pesanan dari pelanggan.
“Meski impor lebih murah, akan tetapi cangkul lokal lebih diminati karena dari segi kualitas lebih bagus,” ucap dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian, Disperindag Kabupaten Gunungkidul, Wibawanti menuatakan, saat ini produk pande besi asal Kabupaten Gunungkidul memang mulai dikenal secara luas. Namun demikian kebutuhan cangkul sendiri belum bisa dipenuhi oleh perajin lokal karena sejumlah keterbatasan.
“Tentu untuk produksi sangat terbatas, sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada,” pungkasnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
