fbpx
Connect with us

Sosial

Wakil Bupati: Gunungkidul Paling Rawan Bencana

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyebut Gunungkidul memiliki potensi bencana alam cukup tinggi dibandingkan dengan 4 kabupaten dan kota lainnya di DIY. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk selalu waspada mengingat saat ini akan memasuki musim penghujan. Jajaran TNI pun nantinya siap terlibat langsung bila mana terjadi bencana di Gunungkidul.

Immawan mengatakan, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi kerawanan bencana alam yang sangat tinggi di DIY. Kerawanan bencana alam yang kerap kali menghantui masyarakat sendiri cukup beragam. Mulai dari bencana kekeringan di musim kemarau, angin kencang, abrasi di sebagian wilayah pesisir pantai selatan, tanah longsor hingga potensi gempa bumi serta banjir.

“Beberapa zona dari wilayah kabupaten Gunungkidul seperti Gedangsari, Ngawen, Nglipar dan Semin memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang cukup tinggi dibanding wilayah lainnya,” kata Immawan, Sabtu (09/11/2019).

Dengan kondisi serta potensi bencana yang ada, Immawan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk memiliki dan meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi bencana alam. Kewaspadaan dan skill tanggap darurat bencana yang dimiliki masyarakat dinilai mampu meminimalisir efek dan dampak negatif yang tentunya bisa menyasar kepada siapapun apabila bencana datang melanda.

Berita Lainnya  Pembebasan Lahan Beres, Taman Budaya Gunungkidul Akan Segera Dibangun

“Maka sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Gunungkidul untuk memiliki kewaspadaan dan tentu juga diperlukan skill dalam menghadapi setiap bencana alam,” kata Immawan.

Sehingga, lanjut Immawan, perlu upaya dan dorongan untuk terus menanamkan dan meningkatkan kewaspadaan pada diri sendiri dan seluruh lapisan masyarakat terkait potensi bencana alam. Sebab, apapun latar belakang masyarakat itu sendiri, semua memiliki peran masing-masing sesuai kapasitasnya dalam penanggulangan kebencanaan. Menurutnya, perlu koordinasi yang baik untuk seluruh unsur masyarakat guna meminimalisir hal negatif akibat bencana.

“Tanpa itu maka bencana akan menimbulkan efek yang jauh lebih negatif yang merugikan masyarakat, baik jiwa maupun harta benda dan infrastrukur publik serta tentu kondisi sosial masyarakat. Kita juga barus terus berdoa mudah-mudah bencana alam tidak terjadi,” paparnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0730 Letkol Inf. Noppy Armyanto menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemkab Gunungkidul terkait pemetaan wilayah potensi bencana. Jajaran Koramil juga dihimbau untuk selalu siaga jika nantinya terjadi bencana alam di wilayahnya.

Berita Lainnya  Tuntut Bupati Turun Tangan, Pengacara Balon Kades Ancam PTUNkan Panitia Pilkades Wonosari

“Kita harus siap, Koramil yang tahu wilayah-wilayah juga kita himbau untuk terus menyampaikan informasi. Jika nanti ada bencana kita siap, tetapi mudah-mudahan tidak ada,” ujar Noppy.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengungkapkan bencana yang kerap kali menerjang Gunungkidul beragam mulai dari angin puting beliung, banjir hingga gempa semua.

“Karena hampir komplit (jenis bencana). Kalau dulu icon nya hanya kekeringan, ternyata tahun-tahun ini beberapakali terjadi banjir bandang 2017 dan 2019, banjir genangan, longsor juga beberapa titik misalnya di Semin serta Nglipar,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Gunungkidul untuk terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana yang bisa terjadi. Edy menjelaskan bencana yang bisa terjadi saat ini adalah bencana saat peralihan musim atau pancaroba.

“Waspadai di musim pancaroba ini potensi angin puting beliung, pohon-pohon di sekeliling rumahnya diperhatikan kalau rimbun tolong bisa di pangkas kalau agak doyong mungkin bisa ditebang,” ujar Edy.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler