Connect with us

Pendidikan

Meski Tidak Masuk Kurikulum, Guru di Gunungkidul Wajib Berikan Edukasi Tentang Geopark Gunung Sewu

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mulai melakukan perubahan dan perbaikan menyikapi revalidasi Geopark Gunung Sewu (GGS) yang dilakukan oleh UNESCO beberapa waktu lalu. Salah satunya ialah pada bidang pendidikan, meski tidak masuk ke dalam kurikulum, guru diwajibkan memberikan edukasi kepada masyarkat terkait GGS.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rosyid mengungkapkan sejak beberapa tahun lalu dinas pendidikan sudah mulai aktif dalam memberikan edukasi kepada pelajar Gunungkidul mengenai Geopark Gunung Sewu dan potensi lainnya. Guru dituntut untuk kreatif dalam menyamapikan potensi unggulan yang dimiliki daerah.

Meski tidak langsung masuk dalam kurikulum, namun pengetahuan mengenai Geopark Gunung ewu yang membentang di Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan ini selalu disampaikan.

“Tidak ada kurikulum atau mata pelajaran tersendiri. Biasanya disisipkan dalam ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan sosial yang berkaitan dengan kegeologian,” terang Bahron Rosyid, Senin (26/10/2020).

Selain itu, dalam kegiatan di luar akademik, untuk mengenal lebih dekat geopark dan geosite yang ada sudah ada kerjasama dengan pihak terkait lainnya. Sebagai contoh, pelajar diajak mengenal sejumlah situs geosite kemudian juga diajak ke Museum yang ada di Wonogiri.

“Ini sudah berjalan lama harapannya mereka memiliki pengetahuan yang lebih lagi. Sehingga nantinya juga memiliki greget untuk ikut terlibat didalamnya,” jelas dia.

Sekrtaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan sektor pendidikan atau edukasi kepada masyarakat umum dan pelajar menjadi salah satu rekomendasi dari UNESCO yang harus ditindak lanjuti. Edukasi mengenai geopark dan potensi yang dimiliki daerah harus diketahui, sehingga selain memiliki pengetahuan dasar, mereka juga dapat membantu mempromosikan pontensi yang dimiliki.

Berita Lainnya  Duka Cita Terdalam Dari Siswa SMPN Tepus Untuk Para Pramuka Korban Susur Sungai

“Kita bersama dengan pinas pendidikan sudah melakukan perjanjian kerja sama untuk hal ini. Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan memiliki ketugasan untuk mengenalkan dan memberikan pemahanan mengenai Geopark Gunung Sewu dan pentingnya situs ini untuk kemajuan daerah,” kata Harry Sukmono.

Selain itu, pihaknya juga melakukan beberapa pengembangan lain dalam pelestarian dan konservasi geopark, sehingga perkembangannya dapat lebih maju kembali. Salah satunya dengan mengintregasikan dengan kegiatan budaya, keterlibatan perempuan, pengetahuan, perubahan cuaca, sumber daya alam, dan lainnya.

Terpisah, General Manager Geopark Gunung Sewu, Budi Martono mengatakan dari rekomendasi yang turun sejak 2019 lalu, sudah mulai dilakukan pengoptimalan koordinasi dalam pengembangan keberlanjutan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, kemudian sebagai persiapan revalidasi kedua pada 2023 pihaknya juga telah merencanakan sejumlah aksi nasional dan penyempurnaan master plan pengembangan.

Berita Lainnya  PPDB SMA/SMK Tahun Ini, Kegagapan Penerapan Metode Daring dan Pengurangan Kuota Zonasi

“Edukasi sendiri juga sangat penting untuk itu semua kita rangkul agar mengetahui apa yang dimiliki Gunungkidul dan apa yang bisa dilakukan untuk itu serta dalam pelestarian, konservasi dan pengembangannya,” ucap Budi Martono.

Menurutnya, konsep geopark UNESCO memberikan beberapa manfaat. Seperti misalnya, menawarkan peluang untuk mengenal, melindungi, dan mengembangkan situs warisan bumi di tingkat global. Kemudian geopark juga akan mewujudkan hubungan antara manusia dengan geologi, selain kemampuan situs tersebut sebagai pusat pengembangan ekonomi. Konsep geopark sangat dekat dengan paradigma penyatuan antara ilmu pengetahuan dengan budaya, yaitu pengenalan keadaan fisik alam yang penting dan unik.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata5 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler