fbpx
Connect with us

Sosial

Meski Tiket Murah, Tingkat Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Gunungkidul Masih Sangat Rendah

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Harga tiket masuk kawasan wisata di Gunungkidul tergolong cukup murah lantaran berkisar di harga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per orang. Namun begitu, murahnya tarif masuk ini belum berdampak pada banyaknya kunjungan wisatawan wancanegara ke obyek-obyek wisata di Gunungkidul.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengakui masih minimnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Gunungkidul. Saat ini, jumlah kunjungan baru mencapai puluhan ribu setiap tahunnya. Dijelaskannya lebih lanjut, pada tahun 2018 lalu, dari jumlah 2,8 juta kunjungan wisatawan ke Gunungkidul, hanya ada sekitar 23 ribu wisatawan asing.

“Memang ada kenaikan jumlah wisatawan asing sebanyak 2 ribu dibanding tahun 2017 kemarin. Namun begitu, ketimpangan masih cukup tinggi jika dibanding dengan jumlah wisatawan domestik,” ujar Harry, Rabu (04/09/2019).

Ia menjelaskan, data jumlah kunjungan tersebut dapat dilihat dari jumlah tiket khusus yang terjual kepada wisatawan asing. Namun demikian, untuk harga tidak tidak terjadi perbedaan yakni pada kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per tiketnya.

Berita Lainnya  Bersyukur Tetap Diberikan Panen Melimpah di Tengah Kemarau Panjang, Warga Putat Kompak Gelar Merti Dusun

“Hanya bentuk tiketnya yang beda. Itu untuk menghitung jumlah kunjungan saja. Harganya sama,” terang dia.

Kendati demikian, Harry mengaku hingga kini belum mengetahui secara pasti para wisman yang berkunjung sebagian besar dari negara mana. Pasalnya, belum ada parameter khusus yang digunakan pihaknya dalam menghitung hal tersebut.

Untuk meningkatan kunjungan wisatawan asing, pihaknya terus melakukan upaya khusus. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY dan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan pariwisata Gunungkidul ke luar negeri.

“Kita bekerjasama dengan Dinas pariwisata DIY, mereka punya akses promosi ke luar negeri. Kita berupaya membangun jejering biro perjalanan di luar negeri. Target kita tahun ini ada 25 ribu wisatawan asing berkunjung ke Gunungkidul,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi memberi perhatian khusus terkait minimnya tingkat kunjungan wisatawan asing ini. Ia menyebut komunikasi antara wisatawan asing dan warga lokal masih menjadi salah satu kendala sedikitnya wisatawan asing ke Gunungkidul.

Berita Lainnya  Izin Belum Terbit, Proyek Pembangunan Homestay dan Kebun Buah Sudah Kepras Bukit

“Iya, masih jarang wisman diajak berkomunikasi. Padahal itu penting. Untuk memberikan informasi budaya, kuliner, rute perjalanan. Jadi kalau tidak bisa kita komunikasikan, mereka tidak akan tahu,” ucapnya.

Immawan mengatakan, wisatawan asing sebenarnya banyak yang tertarik dengan budaya lokal. Ia memberi contoh, pada beberapa waktu lalu ada beberapa wisatawan asing yang ikut menonton even budaya di Pantai Baron. Namun sayang, tidak ada warga lokal yang berkomunikasi dengan mereka karena keterbatasan pemahaman bahasa asing.

“Saya kira ini belum cukup menggembirakan jumlah wisatawan asing datang ke Gunungkidul. Padahal mereka senang dengan tampilan seni tradisional,” katanya.

Dirinya menambahkan, pemerintah terus berupaya melakukan koordinasi dengan perguruan tinggi berkaitan dengan masalah. Sudah ada tawaran memberikan pelatihan bahasa Inggris seperti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta merupakan universitas dengan bahasa Inggris yang baik, juga universitas yang lain.

“Ini tinggal eksekusi saja,” pungkas dia.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler