fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Dikunjungi Bupati, Kawasan Pantai Ngrenehan dan SMP N 3 Saptosari Yang Porak Poranda Akibat Banjir Bakal Dapat Penanganan Khusus

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar.com)–Menindak lanjuti bencana banjir yang mengepung sejumlah wilayah di Gunungkidul beberapa waktu silam, Bupati Badingah menetapkan SK Bupati mengenai Tanggap Bencana. Penetapan status Tanggap Bencana sendiri telah dilakukan sejak tanggal 8 Maret 2019 lalu. Status ini terhitung selama 14 hari atau berakhir pada Kamis (21/03/2019) esok. Hal ini sebagai dasar pemerintah dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi beberapa hari terakhir hingga berdampak pada kerusakan infrastruktur, sarana umum dan rumah warga.

Menindaklanjuti bencana yang terjadi beberapa hari lalu, pada Rabu (20/03/2019) siang tadi, Bupati Gunungkidul bersama jajaran melakukan peninjauan di beberapa titik bencana yang berada di kawasan Kecamatan Saptosari. Bupati sendiri datang dengan membawa bantuan logistik yang langsung diserahkan kepada para korban bencana.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengungkapkan terjadinya bencana banjir sendiri langsung mendapatkan penanganan cepat dari jajarannya. Ia langsung memerintahkan tim gabungan dari berbagai instansi untuk langsung melakukan penanganan agar semua dapat terevakuasi dan tertangani.

Banyaknya titik bencana sendiri membuat Badingah prihatin. Langkah cepat dalam perbaikan akan segera dilakukan jika data yang dibutuhkan dan dokumen-dokumen telah lengkap. Salah satu yang menjadi fokus utama ialah obyek wisata yang akan dilakukan pembenahan. Beberapa pertimbangan diantaranya yakni khusus di Pantai Ngrenehan, Kecamatan Saptosari yang mengalami kerusakan cukup parah. Penanganan pada titik ini disebut Badingah sangat penting lantaran selain sebagai obyek wisata, di Pantai Ngrenehan juga terdapat lokasi pendaratan ikan sehingga banyak masyarakat bergantung di titik ini.

Menurut Bupati, ia mengapresiasi kerja cepat dari seluruh kalangan dalam menangani banjir bandang yang sempat melanda Pantai Ngrenehan tersebut. Ia berharap, dengan adanya berbagai peralatan yang didatangkan ini, termasuk alat berat, Pantai Ngrenehan bisa segera pulih dan masyarakat maupun nelayan bisa kembali beraktifitas.

Berita Lainnya  Deteksi Potensi Penyakit Dengan Cepat, Pemkab Bakal Luncurkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Lewat Website Desa

“Obyek wisata sangatlah vital, sebagian perhatian kami akan mengarah pada obyek wisata yang terdampak bencana,” kata Badingah, Rabu (20/03/2019).

Selain obyek wisata yang menjadi fokus pembenahan, Pemkab melalui organisasi perangkat daerah yang ada akan segera memberikan perhatian khusus bagi titik-titik lain. Misalnya infrastruktur, sarana umum termasuk sekolah dan beberapa unit unit yang sekiranya membutuhkan perbaikan. Dalam penanganan ini semua tidak bisa lepas tangan, sinergitas pemerintah, instansi lain dan masyarakat harus benar-benar dijaga.

Kunjungan Bupati ke SMP N 3 Saptosari

Bupati menambahkan, pihaknya juga mengunjungi SMP N 3 Saptosari yang juga menjadi korban bencana. Menurut Bupati, dengan adanya karakteristik langganan banjir yang dialami sekolah tersebut, menjadikan pertimbangan bagi pihaknya untuk mengambil keputusan cepat. Yang saat ini segera dilakukan adalah membangun gedung sekolah baru.

Badingah menjelaskan, proses relokasi SMP N 3 Saptosari sendiri ditargetkan bisa dilaksanakan pada tahun 2019 ini. Ia memaparkan bahwa segala sesuatunya telah dipersiapkan oleh pihaknya terkait rencana ini. Diantaranya adalah lahan maupun pendanaan. Untuk lahan dipilih tak begitu jauh dari lokasi gedung sekolah sekarang, yaitu di seberang jalan. Lokasi tersebut disebut Bupati cukup tinggi dan dijamin tidak akan mengalami terdampak bencana banjir lagi.

“Setelah dilakukan revisi mata anggaran dan konsultasi ke pusat, mudah-mudahan tahun ini bisa segera dilaksanakan. Untuk anggarannya kita siapkan dari Dana Rehab BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” urai dia.

Untuk obyek wisata yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir ini diantaranya adalah Pantai Ngrenehan, Pantai Drini, Pantai Baron, Kali Suci, dan Goa Jomblang yang bahkan sempat dilakukan penutupan. Koordinasi dengan pelaku usaha juga telah dilakukan untuk proses pemulihan obyek wisata agar dapat berfungsi seperti biasa.

Berita Lainnya  KTP Elektronik, Ribuan Warga Tercatat Miliki Data Kependudukan Ganda

“Fokusnya memang upaya penanganan dan penyelesaian permasalahan di obyek wisata karena Gunungkidul merupakan daerh tujuan wisata yang tengah booming. Dari semua OPD juga telah siap dalam penanganan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan jika petugas di lapangan hingga saat ini masih terus melakukan assesment. Sejauh ini terdapat 13 kecamatan yang terdampak bencana yang terjadi dari tanggal 8 Maret hingga beberapa hari lalu. Ia beberkan, mayoritas bencana yang terjadi memang dikarenakan luapan air yang kemudian menggenangi rumah, sekolah serta unit lain. Dari data assesment tersebut akan menjadi bahan acuan untuk melangkah lebih lanjut lagi. Sementara ini koordinasi masih terus dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul.

“Data yang ada akan menjadi bahan pertimbangan ibu bupati untuk menerapkan kebijakan yang ada. Ini masih terus kami lakukan pendataan,” ungkapnya.

Dari 13 kecamatan terdampak itu terdapat 57 titik kejadian dan 147 KK. Kerugian pun hingga saat ini masih terus dilakukan perhitungan, untuk kerusakan terparah yakni terdapat 15 lokasi, kemudian 57 lokasi rusak ringan dan 82 rusak sedang. Tak hanya itu puluhan hektare lahan pertanian masyarakat Gunungkidul juga dipastikan rusak akibat rendaman banjir tanggal 8 Maret lalu, kerugian dari sektor pertanian sediri hampir mendekati 1 miliar.

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler