Pemerintahan
Dikunjungi Bupati, Kawasan Pantai Ngrenehan dan SMP N 3 Saptosari Yang Porak Poranda Akibat Banjir Bakal Dapat Penanganan Khusus
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menindak lanjuti bencana banjir yang mengepung sejumlah wilayah di Gunungkidul beberapa waktu silam, Bupati Badingah menetapkan SK Bupati mengenai Tanggap Bencana. Penetapan status Tanggap Bencana sendiri telah dilakukan sejak tanggal 8 Maret 2019 lalu. Status ini terhitung selama 14 hari atau berakhir pada Kamis (21/03/2019) esok. Hal ini sebagai dasar pemerintah dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi beberapa hari terakhir hingga berdampak pada kerusakan infrastruktur, sarana umum dan rumah warga.
Menindaklanjuti bencana yang terjadi beberapa hari lalu, pada Rabu (20/03/2019) siang tadi, Bupati Gunungkidul bersama jajaran melakukan peninjauan di beberapa titik bencana yang berada di kawasan Kecamatan Saptosari. Bupati sendiri datang dengan membawa bantuan logistik yang langsung diserahkan kepada para korban bencana.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengungkapkan terjadinya bencana banjir sendiri langsung mendapatkan penanganan cepat dari jajarannya. Ia langsung memerintahkan tim gabungan dari berbagai instansi untuk langsung melakukan penanganan agar semua dapat terevakuasi dan tertangani.
Banyaknya titik bencana sendiri membuat Badingah prihatin. Langkah cepat dalam perbaikan akan segera dilakukan jika data yang dibutuhkan dan dokumen-dokumen telah lengkap. Salah satu yang menjadi fokus utama ialah obyek wisata yang akan dilakukan pembenahan. Beberapa pertimbangan diantaranya yakni khusus di Pantai Ngrenehan, Kecamatan Saptosari yang mengalami kerusakan cukup parah. Penanganan pada titik ini disebut Badingah sangat penting lantaran selain sebagai obyek wisata, di Pantai Ngrenehan juga terdapat lokasi pendaratan ikan sehingga banyak masyarakat bergantung di titik ini.
Menurut Bupati, ia mengapresiasi kerja cepat dari seluruh kalangan dalam menangani banjir bandang yang sempat melanda Pantai Ngrenehan tersebut. Ia berharap, dengan adanya berbagai peralatan yang didatangkan ini, termasuk alat berat, Pantai Ngrenehan bisa segera pulih dan masyarakat maupun nelayan bisa kembali beraktifitas.

“Obyek wisata sangatlah vital, sebagian perhatian kami akan mengarah pada obyek wisata yang terdampak bencana,” kata Badingah, Rabu (20/03/2019).
Selain obyek wisata yang menjadi fokus pembenahan, Pemkab melalui organisasi perangkat daerah yang ada akan segera memberikan perhatian khusus bagi titik-titik lain. Misalnya infrastruktur, sarana umum termasuk sekolah dan beberapa unit unit yang sekiranya membutuhkan perbaikan. Dalam penanganan ini semua tidak bisa lepas tangan, sinergitas pemerintah, instansi lain dan masyarakat harus benar-benar dijaga.

Kunjungan Bupati ke SMP N 3 Saptosari
Bupati menambahkan, pihaknya juga mengunjungi SMP N 3 Saptosari yang juga menjadi korban bencana. Menurut Bupati, dengan adanya karakteristik langganan banjir yang dialami sekolah tersebut, menjadikan pertimbangan bagi pihaknya untuk mengambil keputusan cepat. Yang saat ini segera dilakukan adalah membangun gedung sekolah baru.
Badingah menjelaskan, proses relokasi SMP N 3 Saptosari sendiri ditargetkan bisa dilaksanakan pada tahun 2019 ini. Ia memaparkan bahwa segala sesuatunya telah dipersiapkan oleh pihaknya terkait rencana ini. Diantaranya adalah lahan maupun pendanaan. Untuk lahan dipilih tak begitu jauh dari lokasi gedung sekolah sekarang, yaitu di seberang jalan. Lokasi tersebut disebut Bupati cukup tinggi dan dijamin tidak akan mengalami terdampak bencana banjir lagi.
“Setelah dilakukan revisi mata anggaran dan konsultasi ke pusat, mudah-mudahan tahun ini bisa segera dilaksanakan. Untuk anggarannya kita siapkan dari Dana Rehab BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” urai dia.
Untuk obyek wisata yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir ini diantaranya adalah Pantai Ngrenehan, Pantai Drini, Pantai Baron, Kali Suci, dan Goa Jomblang yang bahkan sempat dilakukan penutupan. Koordinasi dengan pelaku usaha juga telah dilakukan untuk proses pemulihan obyek wisata agar dapat berfungsi seperti biasa.
“Fokusnya memang upaya penanganan dan penyelesaian permasalahan di obyek wisata karena Gunungkidul merupakan daerh tujuan wisata yang tengah booming. Dari semua OPD juga telah siap dalam penanganan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan jika petugas di lapangan hingga saat ini masih terus melakukan assesment. Sejauh ini terdapat 13 kecamatan yang terdampak bencana yang terjadi dari tanggal 8 Maret hingga beberapa hari lalu. Ia beberkan, mayoritas bencana yang terjadi memang dikarenakan luapan air yang kemudian menggenangi rumah, sekolah serta unit lain. Dari data assesment tersebut akan menjadi bahan acuan untuk melangkah lebih lanjut lagi. Sementara ini koordinasi masih terus dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul.
“Data yang ada akan menjadi bahan pertimbangan ibu bupati untuk menerapkan kebijakan yang ada. Ini masih terus kami lakukan pendataan,” ungkapnya.
Dari 13 kecamatan terdampak itu terdapat 57 titik kejadian dan 147 KK. Kerugian pun hingga saat ini masih terus dilakukan perhitungan, untuk kerusakan terparah yakni terdapat 15 lokasi, kemudian 57 lokasi rusak ringan dan 82 rusak sedang. Tak hanya itu puluhan hektare lahan pertanian masyarakat Gunungkidul juga dipastikan rusak akibat rendaman banjir tanggal 8 Maret lalu, kerugian dari sektor pertanian sediri hampir mendekati 1 miliar.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
