Info Ringan
Tujuh Gejala Depresi pada Anak
Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Depresi tidak hanya menimpa orang dewasa, bahkan anak-anak usia TK pun bisa mengalaminya. Sayangnya kondisi anak depresi masih sering tidak disadari. Dan hanya dianggap sebagai kenakalan anak-anak biasa. Sebelumnya, pakar tumbuh kembang anak percaya, bahwa anak usia TK atau usia PAUD emosionalnya belum berkembang dengan sempurna. Sehingga tidak mungkin bisa mengalami depresi, atau mampu mengungkapkan apa yang ia rasakan. Seperti dikutip dari Parents.com, anak yang menderita gangguan belajar lebih mungkin berisiko depresi. Khususnya, mereka yang memiliki faktor genetika, perceraian orangtua, kekerasan dalam rumah dan penggunaan obat terlarang.
Meskipun kondisi anak depresi tidak umum terjadi, namun bukan berarti hal ini langka. Apalagi jika sejak usia dini anak sudah dicekoki dengan berbagai tekanan pelajaran dan kurang waktu bermain. Hal ini bisa menyumbang stres yang akhirnya membuat anak depresi. Tanda anak mengalami depresi di usia dini tidak hanya sekedar nakal atau tantrum. Gejala yang paling jelas terlihat adalah, jika anak awalnya periang, ceria dan aktif tiba-tiba terlihat lesu dan tak semangat menjalani hari.
Dalam realita, kehidupan modern ikut membuat anak-anak kini tidak lagi lepas bermain dengan ceria layaknya anak-anak pada jaman dahulu. Sebuah blog tentang wanita dan anak-anak di Australia, Women’s and Children’s Network mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan dimana 3 hingga 10 persen dari semua anak-anak berusia remaja, yakni 12 hingga 17 tahun, akan mengalami depresi. Sementara itu, 2 persen anak berusia lebih muda dan berada di sekolah dasar juga mengalami depresi.
Beberapa fakta lain yang menunjukkan jika depresi pada anak-anak kini tidak bisa lagi diabaikan adalah empat persen dari semua anak dengan usia dini sudah memberikan gejala-gejala awal terkena depresi. Pada usia 6 hingga 12 tahun atau saat anak sudah menginjak sekolah dasar, 10 persen diantara sejumlah anak-anak tersebut sudah mengalami rasa sedih yang bisa berlangsung hingga hitungan mingguan hingga bulanan. Bahkan, lima persen dari anak di usia lebih dari 12 tahun ditengarai sudah mengalami depresi dalam level yang cukup berat.
Sangat penting untuk mengetahui tanda depresi pada anak sehingga orangtua dapat secara cepat tanggap memahami kesedihan yang dialami anak. Anxiety & Depression Association of America dan America Academy Child & Adolescent Psychiatry, menyarankan orangtua untuk memperhatikan tanda berikut ini untuk melihat tingkat depresi pada anak. Jika beberapa tanda berikut terjadi lebih dari dua minggu, orangtua harus mendiskusikan dengan pakar. Adapun beberapa tanda depresi pada anak ialah:

1. Kesulitan tidur atau kegelisahan.
2. Kesulitan berkonsentrasi atau energi rendah.
3. Seringkali keluhan penyakit fisik seperti sakit kepala dan sakit perut.
4. Rasa bosan yang mudah datang dan hilang ketertarikan untuk bersosialisasi atau melakukan kegiatan favorit.
5. Perubahan nilai yang drastis, mendapat masalah di sekolah, atau menolak masuk sekolah.
6. Perubahan kebiasaan makan.
7. Mudah marah, mudah tersinggung, sedih dan mudah menangis.
Sedangkan pemicunya ialah:
1.Kehilangan orang yang disayangi (perceraian orangtua, atau ada anggota keluarga yang meninggal)
2.Stres di dalam keluarga (pindah rumah, anggota keluarga sakit parah, atau orangtua kehilangan pekerjaan)
3.Anak memiliki gangguan kecemasan, kesulitan belajar, kesulitan mengontrol emosi dan perilaku atau ADHD.
4.Orangtua memiliki riwayat depresi atau masalah kesehatan mental lainnya.
Penanganan
Salah satu jenis perawatan yang bisa dilakukan untuk depresi pada anak adalah konseling keluarga dan terapi individu. Karena anak-anak tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak obat-obatan. Anak-anak biasanya merespon dengan baik sesi konseling, sehingga tidak diperlukan obat medis dalam penanganan depresinya.
Obat hanya digunakan sebagai langkah terakhir jika anak yang depresi tidak merespon konseling atau jenis perawatan lainnya. Depresi pada anak memang masalah serius yang tidak bisa dianggap sepele, namun kabar baiknya itu bisa disembuhkan. Penanganan dini adalah kunci untuk membuat depresi anak tidak berlarut dan segera sembuh.
Selamat Hari Kesehatan Jiwa!
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
