Pemerintahan
Miliki Lahan Terluas, Pemkab Terus Lindungi Lahan Pertanian di Gunungkidul Agar Tak Dialih Fungsikan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjadi kabupaten yang mayoritas warganya merupakan petani, ketersediaan lahan pertanian di Gunungkidul cukuplah luas. Guna mempertahankan status keberadaan lahan ini, pemerintah terus berusaha melindunginya dengan mengeluarkan regulasi lahan pertanian pangan berkelanjutan, sehingga lahan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah dan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) tidak tergerus adanya alih fungsi lahan. Di Gunungkidul sendiri terdapat puluhan ribu hektar lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, lahan pertanian pangan berkelanjutan merupakan program dari pemerintah menggandeng masyarakat di seluruh daerah untuk memlindungi dan mengembangkan hasil tanaman pokok bagi kemandirian. Lahan-lahan yang tersebar di 18 kecamatan yang sekiranya setiap tahun mampu menghasilkan padi masuk dalam kategori LP2B ini.
Dalam pengembangannya sendiri, petani dan pemerintah haruslah konsisten. Di mana lahan tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan jenis padi dan tidak dilakukan alih fungsi lahan. Adapun bedasarkan review yang dilakukan oleh pemerintah baik kabupaten, provinsi, maupun pusat ketersediaan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Gunungkidul semula hanya 5.505 hektar. Kemudian setelah dilakukan pendataan ulang, setidaknya ada 19.020,86 hektar lahan.
“Di tahun 2015 ada review. Beberapa waktu lalu juga ada update mengenai keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Untuk hasilnya sudah masuk dalam RTRW Gunungkidul,” kata Raharjo Yuwono, Jumat (23/08/2019).
Lebih lanjut, lahan pertanian pangan yang masuk dalam kategori dilindungi oleh pemerintah ini terus diupayakan diberikan perhatian, mulai dari uji coba program hingga pemberian bantuan untuk meningkatkan produksi padi di Gunungkidul. Selain 29 ribu hektar tersebut, juga terdapat lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan sebanyak 22.291 hektar. Sehingga total kawasan pertanian pangan berkelanjutan di Gunungkidul mencapai 51.312,06 hektar.
“Jika dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain, ketersedianaan lahan pertanian di Gunungkidul jauh lebih besar,” imbuhnya.
Adapun kriteria dari lahan pertanian dan pangan berkelanjutan, paling tidak 1 hektar lahan yang ada mampu memproduksi padi sebanyak 3 ton. Untuk kawasan perlindungan ini tersebar hampir di seluruh kecamatan Gunungkidul, hanya saja masing-masing jumlahnya berbeda.
“Pengairan sendiri tidak begitu diperhatikan. Kalau kriterianya hanya 3 ton hasil pertanian di 1 hektar lahan dan beberapa criteria lain,” tambah Raharjo.
Dengan ketersediaan lahan yang cukup luas ini, pihaknya meminta masyarakat tetap aktif dan syukur dapat menciptakan terobosan baru dalam bidang pertanian. Tak perlu khawatir dengan isu-isu alih fungsi lahan pertanian menjadi gedung ataupun hal-hal lainnya, pasalnya untul alih fungsi lahan pertanian sendiiri di Gunungkidul juga sangatlah minim.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized7 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
