Connect with us

Pemerintahan

Berang GTT Mogok, Kadisdikpora DIY Perintahkan Kepala Sekolah Segera Cari Guru Pengganti

Diterbitkan

pada

Jogja,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Aksi mogok kerja yang digelar oleh Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Gunungkidul membuat berang jajaran Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) DIY. Secara lugas, Kepala Disdikpora DIY meminta kepada para kepala sekolah untuk segera mencari pengganti bagi Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) yang kini melakukan aksi mogok sejak tanggal 15 Oktober 2018 hingga 30 Oktober 2018 nanti. Hal ini perlu dilakukan agar nantinya aksi mogok itu tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) sehingga merugikan para siswa. Dinas mengultimatum kepada para GTT agar segera menghentikan aksi mogok yang dilakukannya tersebut.

Kepala Disdikpora DIY, Baskoro Aji mengatakan, aksi mogok para GTT/PTT harus menjadi bahan evaluasi. Hal ini lantaran keberadaan GTT/PTT tersebut pada awalnya adalah dimulai dengan perjanjian antara pihak sekolah melalui kepala sekolah dengan GTT/PTT yang bersangkutan. Para GTT/PTT tersebut diangkat oleh kepala sekolah untuk bekerja dan sampai dengan hari ini pihak sekolah telah memberikan hak yang harus diterima oleh GTT/PTT tersebut.

Berita Lainnya  UNESCO-IOC Tetapkan Kalurahan Kemadang Sebagai Wilayah Tsunami Ready, Pemerintah Perbanyak Jalur Evakuasi

“Bagaimana perjanjian mereka (GTT/PTT) itu pada awalnya. Apalagi sebagian mereka sudah mendapat insentif dari Pemerintah Daerah,” ujarnya, Rabu (17/10/2018) pagi tadi.

Adanya aksi mogok semacam ini menurut Baskoro Aji sangat merugikan para siswa. Hal ini menurutnya sudah tidak sesuai dengan tujuan perekrutan GTT yang dilakukan demi anak didik. Kalau selama ini kepala sekolah sudah menempatkan mereka dengan baik, orangtuapun sudah memperlakukan mereka dengan baik maka harusnya para GTT/PTT tersebut membicarakan dengan yang awalnya membuat perjanjian kerja.

Kadisdikpora DIY, Baskara Aji

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada GTT/PTT sekarang melakukan aksi mogok untuk kembali mengajar. Jika memang tidak segera mengajar maka ia meminta kepada sekolah untuk mencari penggantinya. Jika memang tidak kembali mengajar, maka guru tersebut bisa diganti untuk selamanya.

“Intinya adalah jangan sampai para siswa dirugikan,”harapnya.

Menurutnya, aksi mogok oleh para GTT/PTT tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan. Sebab, para GTT/PTT sebelumnya sudah menyadari dengan apa yang mereka sepakati dalam perjanjian. Apalagi ketika ada pengangkatan CPNS, maka Kepala Sekolah tidak memiliki kewenangan.

Berita Lainnya  Dipasang Menyalahi Aturan, Ribuan APK Caleg dan Parpol Ditertibkan Petugas

Ia sendiri sangat mendukung jika GTT/PTT ini menjadi PNS. Dan untuk tujuan tersebut, pemerintah daerah sudah mendukungnya dengan mengusulkan ke pemerintah pusat. Bahkan para GTT/PTT juga sudah ada yang diajak ke pusat untuk melakukan dialog, namun sampai sekarang memang belum sesuai harapan.

“Sebagian dari mereka juga sudah diberi kesempatan untuk ikut tes. Jadi tidak elok dengan apa yang mereka lakukan tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Gunungkidul, Aris Wijayanto bersikeras akan menggelar aksi mogok sesuai dengan rencana yaitu tanggal 30 Oktober 2018. Ia mengakui bahwa selepas aksi mogok dilaksanakan, banyak dari anggotanya yang mendapatkan intimidasi dari sejumlah kepala sekolah. Mereka diancam akan dipecat dari sekolah tempat mereka mengajar jika meneruskan aksi mogok tersebut.

Berita Lainnya  Nama Dirubah, Kecamatan Diharapkan Lebih Leluasa Akses Dana Keistimewaan

Meski demikian, ketika disinggung sekolah mana yang melakukan pengancaman, Aris enggan menjelaskan lebih lanjut.

“Kita akan segera menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah selanjutnya,” beber dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan kejadian intimidasi oleh satu diantara sekolah merupakan salah komunikasi.

“Itu kemungkinan miss komunikasi, saya berkeyakinan aksi izin tidak mengajar tidak akan lama, kasian anak didiknya nanti kalau terlalu lama,” ujarnya.

Menurutnya aksi FHSN sudah didengar oleh pemerintah pusat dan akan segera ditindaklanjuti.

“Saya harap GTT maupun PTT segera kembali ke sekolah, untuk mencerdaskan anak bangsa,” imbuhnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler