Connect with us

Sosial

Sebanyak 22% Warga Gunungkidul Masih Belum Gunakan Jamban Sehat, 4 Desa Ini Bakal Digelontor Bantuan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjadi daerah yang progres pembangunannya melejit ternyata masih ada segelintir masyarakat Gunungkidul yang melakukan buang air besar di jamban yang tidak sehat. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mencatat masih ada 22 persen warga bumi handayani yang belum memiliki fasilitas jamban sehat sesuai dengan kriteria layak. Mengantisipasi hal ini, dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) sebenarnya sudah sejak beberapa tahun belakangan telah berupaya memberikan sejumlah program untuk menuntaskan kondisi ini.

Kendati demikian, Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka mengklaim jika sejak adanya deklarasi di tahun 2016 lalu sudah tidak ada lagi warga Gunungkidul yang melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Namun ia mengakui bahwa masih ada warga yang menggunakan jamban seadanya. Dalam hal ini ialah masyarakat masih belum menggunakan jamban sehat sesuai dengan kriteria pemerintah yang ditetapkan.

Berita Lainnya  Bangun Kemitraan dengan Kacang Garuda, Para Petani di Tanjungsari Kembangkan Kacang Varietas Kelinci

“Buang Air Besar Sembarangan dengan jambanisasi memang berhubungan erat akan tetapi berbeda. Saat ini sudah 100 persen warga Gunungkidul tidak melakukan BABS tapi memang masih ada segelintir warga yang menggunakan jamban ala kadarnya,” kata Priyanta Madya Satmaka, Senin (22/04/2019).

Pendataan atas masyarakat yang belum terfasilitasi jamban sehat terus dilakukan oleh pemerintah melalui kader-kader yang ditugaskan di lapangan. Dari data inilah yang kemudian digunakan sebagai acuan pemetaan dan upaya peningkatan program yang telah digagas oleh pemerintah. Tak hanya masyarakat yang kurang mampu ternyata, namun juga ada mereka meski mampu tapi acuh dengan kesehatan. Kemudian dari pemerintah sendiri berupaya melakukan pendekatan agar fasilitas yang penting itu segera dilengkapi.

“Upaya terus kami lakukan pendataan rumah sehat, jamban sehat dan pola hidup sehat terus diserukan. Perlahan mereka (warga) mulai paham pentingnya fasilitas kesehatan,”tambah dia.

Pemenuhan jamban sehat sendiri juga dilakukan melalui program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan. Sehingga nantinya masing-masing kecamatan ini mampu mengalokasikan dana yang diperoleh untuk pembangunan jamban-jamban sehat bagi masyarakat yang membutuhkan dan masuk dalam kriteria penerima bantuan. Tak hanya itu, melalui program pemerintah desa, pemenuhan fasilitas ini juga dapat dilakukan.

Berita Lainnya  Evaluasi Riuh Wisatawan di Pantai, Abai Pakai Masker dan Tolak Pengukuran Suhu

“Terus diupayakan agar semua masyarakat Gunungkidul memiliki fasilitas yang memadahi mengingat baru 78 persen yang memiliki jamban sehat atau layak,” imbuh dia.

Beberapa tahun lalu, dana milaran rupiah telah digelontorkan oleh Pemkab Gunungkidul melalui program-program di kecamatan dan OPD untuk pembangunan jambanisasi di wilayah Saptosari dan Gedangsari yang dianggap menjadi kawasan yang layak mendapat bantuan. Di kedua kecamatan tersebut, mayoritas warganya belum memilik fasilitas jamban sehat.

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanto mengatakan dari DPUPRKP sendiri juga memiliki program pembangunan serupa yang terbagi dua jenis. Pada tahun 2019 ini, ada 200 unit rumah yang akan disasar bantuan dari pemerintah untuk pembangunan jamban sehat. Ratusan unit bantuan tersebut akan menyasar pada desa yang kebutuhannya mendesak.

Berita Lainnya  Obyek Wisata Sepi Selama Ramadan, Volume Sampah di Gunungkidul Menurun

“Ada di empat desa yakni Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Desa Logandeng dan Gading Kecamatan Playen, serta Karangrejek, Kecamatan Wonosari,” ucapnya.

Dari masing-masing desa ini menurut Agus akan mendapatkan kuota 50 unit pembangunan dengan anggaran yang dikelola oleh pemerintah. Dengan demikian fasilitas sanitasi masyarakat Gunungkidul jauh lebih terperhatikan dan taraf kesehatan masyarakat lebih meningkat kembali.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler