Pemerintahan
Minat Pelaku Wisata Daftar Vaksinasi Covid19 Rendah, Kepala Dinas: Banyak Yang Takut
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pariwisata masih menjadi andalan bagi pemerintah dalam memutar roda perekonomian masyarakat. Di tengah lesunya berbagai sektor lain, sektor pariwisata memang mulai menggeliat. Tentunya pada masa pandemi semacam ini, diperlukan perhatian lebih guna menciptakan pariwisata yang nyaman dan sehat. Untuk itulah kemudian, pemerintah menggagas dilakukannya vaksinasi kepada para pelaku jasa wisata. Namun dalam perkembangannya, jumlah pelaku wisata Gunungkidul yang mendaftar untuk bisa divaksin masih cukup minim.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, para pelaku jasa wisata sudah mulai mendapatkan vaksinasi. Diharapkan dengan adanya vaksinasi, dunia pariwisata bisa berangsur-angsur normal seperti sebelum masa pandemi melanda.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, Singgih Raharjo menuturkan, sebanyak 4.000 pelaku jasa wisata di DIY sudah mulai mendapatkan vaksin sinovac dosis pertama. Jumlah ini masih cukup kecil jika dibandingkan dengan jumlah seluruh pelaku wisata di Gunungkidul. Ia memaparkan, di DIY sendiri total keseluruhan terdapat 31.000 pelaku jasa wisata di DIY.
“Para pelaku wisata sudah mulai divaksin pada tahap kedua ini. Yang menjadi prioritas adalah pelaku jasa perhotelan, restoran dan industri wisata,” ungkap Singgih, Jumat (05/03/2021).
Ditambahkannya, tahun 2021 ini memang ditargetkan menjadi tahun pemulihan sektor pariwisata. Pihaknya berharap, pada pertengahan tahun ini, seluruh pelaku usaha jasa wisata sudah selesai divaksin.
“Harapannya wisatawan yang datang ke DIY merasa aman sehingga memacu jumlah kunjungan. Dengan begitu, ekonomi mulai bergerak cepat, biro perjalanan juga sudah banyak yang membawa wisatawan ke sini,” ujar Singgih.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti saat ini vaksinasi untuk pelaku wisata di Gunungkidul masih dalam tahap pendataan. Ia mengaku cukup mengalami banyak kendala dalam proses pendataan ini.
“Kalau pas untuk mengakses bantuan itu ada 7 ribu lebih, tapi untuk vaksinasi ini baru 500 yang mendaftar,” kata Asti.
Diakui Asti, tahap pendaftaran vaksin ini tidak begitu diminati oleh pelaku wisata. Menurutnya, masih banyak pelaku wisata yang takut dengan vaksinasi.
“Tentunya tidak perlu takut, ini proses dalam menghadapi wisata di tatanan baru pasca pandemi,” tandas Asti.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
