fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Peningkatan Signifikan TPR Gesing, Sebulan Terakhir Dibanjiri 46.000 Wisatawan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dibukanya obyek wisata Heha Ocean View di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang rupanya sangat mendongkrak kunjungan wisatawan dan pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari Pos TPR Gesing. Data yang dimiliki Dinas Pariwisata Gunungkidul, baru sebulan sejak dibuka pada 1 Februari 2021 silam, jumlah pendapatan dari pos retribusi tersebut sudah mencapai 26,3 persen dari target tahunan yang sebelumnya ditentukan oleh pemerintah. Diperkirakan, capaian TPR Gesing ini akan melonjak dari target awal. Selain pendapatan TPR, berduyun-duyunnya wisatawan ke kawasan Gesing juga berdampak pada PADes Girikarto serta perputar roda perekonomian masyarakat setempat.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono menuturkan, pada tahun 2021 ini, pemerintah hanya menargetkan PAD dari Pos TPR Gesing sebesar Rp 800.100.000 dengan jumlah kunjungan 177.800 orang sebanyak. Dalam perkembangannya, semenjak sebulan terakhir, jumlah kunjungan ke kawasan Gesing melonjak cukup signifikan. Sampai dengan awal Maret 2021 ini saja, pendapatan yang sudah diperoleh mencapai Rp 210.321.000 dengan kunjungan wisatawan 46.738 orang. Jika dikalkulasi, target sudah terealisasi telah mencapai 26,3 persen.

“Ada peningkatan kunjungan wisatawan yang masuk melalui pos TPR Gesing selama beberapa pekan terakhir ini,” kata Harry Sukmono, Jumat (05/03/2021).

Disinggung mengenai pengelolaan penarikan retribusi di kawasan tersebut, penarikan dilakukan oleh pihak kalurahan namun untuk pengelolaannya dilakukan oleh Dinas Pariwisata. Sesuai dengan kesepakatan yang berlaku, terdapat pembagian PAD dari TPR Gesing.

“Untuk PAD ada pembagian antara Dinas Pariwisata dengan kalurahan,” ucap dia.

Perjanjian ini menurut Hary telah sesuai dengan peraturan Bupati, di mana batas maksimal pembagian PAD antara kalurahan dengan Pemkab sebesar 35 persen dari pendapatan yang diperoleh di kawasan itu. Pengawasan sendiri juga tetap dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Lurah Girikarto, Tuyadi memaparkan, selama ini sesuai dengan kesepakatan yang berlaku, pendapatan asli daerah dari TPR Pantai Gesing dibagi dengan prosentase 35 persen Kalurahan dan 65 persen Pemkab Gunungkidul. Untuk sumber daya manusia yang melakukan penarikan merupakan kewenangan dari Pemerintah Kalurahan, sedangkan pengelolaannya dari Dinas Pariwisata.

“Sejak tahun lalu kami mengusulkan penambahan prosentase pembagian PAD tapi sampai sekarang belum ada hasilnya,” kata Tuyadi.

Selama ini, PAD yang diperoleh kalurahan adalah 300 juta rupiah per tahunnya dari sektor pariwisata itu. Dengan berdirinya Heha dan peningkatan obyek wisata lain di wilayah tersebut diungkapkannya memang berdampak sangat luas. Selain PADes yang diperkirakan akan naik secara signifikan, juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar yang akan semakin membaik.

“Kenaikan PAD dengan munculnya obwis baru yang sedang diminati ini pasti ada. Untuk estimasinya berapa belum tahu tapi sepertinya akan mengalami kenaikan sangat signifikan,” ujarnya.

Selain pendapatan dari pos retribusi, nantinya kalurahan juga akan mendapatkan tambahan PADes dari pengelolaan parkir di Heha Ocean View. Karena telah ada kesepakatan untuk parkir di obwis tersebut pemerintah kalurahan akan mendapatkan 15 persen dari pendapatan yang ada.

Kesepakatan lain yang menguntungkan satu sama lain adalah penerimaan karyawan lokal Girikarto, dan pengelolaan sampah yang dihasilkan dari obyek itu, serta adanya paket wisata di kawasan tersebut.

“Untuk karyawan ada kesepakatan 80 persen dari warga Girikarto. Sekarang sudah puluhan masyarakat yang bekerja di sana,” sambung dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler