Politik
Minimalisir Pelanggaran, Bawaslu Libatkan Perempuan dalam Pengawasan Pemilihan Umum
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Mendekati tahun politik sejumlah persiapan dan tahapan mulai dilakukan oleh penyelenggara pemilu dan pengawas pesta demokrasi, dalam hal ini adalah Bawaslu. Di daerah, sosialisasi mulai diadakan oleh Bawaslu Gunungkidul dengan menyasar sejumlah kalangan. Seperti pada Selasa (11/10/2022) kemarin, sosialisasi menyasar kelompok perempuan untuk meningkatkan terlibat dalam penyelenggaraan pemilu hingga pengawasannya.
Anggota Bawaslu Gunungkidul Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Rosita mengatakan peranan perempuan baik sebagai peserta maupun pengawas pemilu masih perlu ditingkatkan kembali. Berdasarkan data yang ada, di tahun 2019 dan 2020 lalu keterlibatan perempuan sebagai peserta baru sekitar 50 persen sedangkan sebagai pengawas masih tergolong rendah yaitu 18 persen.
“Setiap tahun penyelenggaraan sebenarnya peranan perempuan meningkat tapi memang masih perlu ditingkatkan dan dioptimalkan kembali. Sebagai contoh peranan perempuan sebagai pengawas di tahun 2019 dan 2020 itu baru 18 persen, itu angka nasional,” ucap Rosita.
Hal inilah yang menjadi sebuah PR bagi Bawaslu untuk memberikan edukasi kepada perempuan untuk ikut dalam demokrasi. Perempuan memiliki hak yang sama peranan yang penting namun tingkat percaya diri dan mentalitas mereka yang masih belum terasah serta muncul.
“Ketertarikan, mentalitas dan tidak percaya diri inilah yang menjadi kendala perempuan selama ini masih belum banyak yang terjun dalam dunia politik, pengawasan dan peserta,” imbuhnya.
Di Gunungkidul sendiri sebenarnya periode lalu sudah ada Gerakan Perempuan Mengawasi yang kinerjanya lumayan bagus. Di tahun politik yang akan datang gerakan ini akan kembali dioptimalkan.
Strategi yang dilakukan Bawaslu adalah dengan menggandeng forum-forum perempuan untuk memberi edukasi dan melakukan aksi nyata. Misalnya perenan perempuan untuk menangkal praktik money politik saat menjelang pemilihan, sebab money politik selama ini seolah menjadi hal yang biasa dilakukan. Belum lagi berkaitan dengan praktik-praktik politik curang lainnya.
“Untuk meningkatkan keterlibatan atau peranan perempuan kita adakan sosialisasi dengan forum agar wawasan mengenai potensi pelanggaran dan politiknya lebih luas. Sehingga di lingkungan mereka bisa mengawasi dan melaporkan ke petugas untuk ditindak lanjuti. Peranan perempuan harus meningkat kembali dalam pesta demokrasi tahun 2024,” jelas dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
