Advertorial
Momen Akhir Tahun, BPR Ukabima Nindya Raharja Himbau Nasabah Bayar Angsuran Sebelum Tanggal 26 Desember
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selama tiga tahun berturut-turut BPR Ukabima Nindya Raharja terus mendapatkan penghargaan sebagai bank perkreditan yang masuk dalam kategori sehat (sangat baik). Tentu predikat ini tidak dapat diraih dalam sekejap saja. Membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama untuk bisa meraih predikat ini. Dan tak lepas pula dari kerjasama dan hubungan yang baik dengan nasabah antara lain dalam pelayanan bank dan pengembalian dana pinjaman atau pembayaran angsuran kredit tepat waktu.
Sebagai catatan, prestasi ini cukup membanggakan lantaran BPR Ukabima Nindya Raharja merupakan satu-satunya BPR swasta yang asli Gunungkidul. Sementara sejumlah BPR swasta lain yang beroperasi di Gunungkidul rata-rata berasal dari wilayah lain dan kemudian melakukan ekspansi usaha.
Direktur BPR Ukabima Nindya Raharja, Sudaryanti mengatakan, salah satu aspek pada penilaian bank tumbuh dan sehat diantaranya adalah kualitas dari pengembalian kredit yg diberikan. Antara lain ketepatan nasabah dalam melakukan pembayaran angsuran kredit. Sehingga terjalin hubungan baik dan kesadaran dalam melakukan pembayaran tepat waktu dan kemudian terjadi hubungan kemitraan berkelanjutan antara bank dengan nasabah. Hal itu menurut Sudaryanti merupakan salah satu aspek yang mendukung dan menjadi kebanggan tersendiri untuk pihak bank.
Belakangan ini memang kesadaran masyarakat dalam pembayaran kredit tepat waktu terus berusaha ditingkatkan. Namun masih ada beberapa debitur atau nasabah sering kali seolah mengabaikan ketepatan ini. Oleh karena itu, petugas bank harus bekerja ekstra melakukan jemput bola dan memberikan pemahaman agar pola pengembalian tepat waktu menjadi budaya yang baik dan hubungan berkelanjutan antara bank dengan debitur bersinergi.
“Kalau segelintir kendala pasti ada. Pola pikir “sik penting ora lewat bulan” yang perlu diubah karena memang sebagian masih sering memiliki pemikiran seperti itu,” kata Sudaryanti, Jumat (14/12/2018).
Terlebih saat ini memasuki akhir tahun 2018, lembaga-lembaga keuangan yang harus menyelesaikan sejumlah pelaporan terkait pencapaian dari target kinerja tahunan. Sehubungan dengan momen akhir tahun ini. BPR Ukabima terus mendorong dan mengingatkan para debitur untuk melakukan pembayaran tidak kelewat tanggal. Nasabah diminta memiliki kesadaran melakukan pembayaran sebelum akhir tahun.
“Ya kami tekankan untuk di tanggal 21 hingga 26 Desember maksimal pembayaran sudah bisa kami bukukan pembayarannya. Karena memang kami dikejar waktu juga untuk penyelesaian tagihan hingga pelaporan tahunan,” imbuh dia.
Hal ini dilakukan agar nantinya pelaporan akhir tahun dari kualitas kredit yang diberikan kepada masyarakat atau nasabah dapat selesai tepat waktu. Sehingga paling tidak pelayanan masyarakat tidak akan terganggu. Sebagai bentuk imbal balik, kemudahan juga diberikan oleh lembaga bagi para nasabah. Mereka yang berada di daerah pinggiran, tak perlu jauh-jauh ke Wonosari untuk melakukan pembayaran.

Pasalnya lewat bank-bank umum terdekat lainnya juga bisa melakukan pembayaran tagihan atau transfer. Atau jika sekiranya kondisi yang mendesak dari petugas juga siap melakukan jemput bola. Dari BPR juga menekankan kepada masyarakat atau nasabah untuk bisa melakukan pembayaran atau setoran tabungan tidak harus datang ke kantor pusat dan kantor cabang, bisa juga melalui kantor-kantor pelayanan kas BPR Ukabima dan mobil kas keliling juga terus siap siaga sesuai jadwalnya.
“Biar semuanya jalan dan tumbuh ketertiban dalam melakukan pembayaran. Jadi tidak ada yang dipersulit atau merasa tidak terlayanani dengan baik,” tambahnya.
Di tahun 2019 mendatang, BPR Ukabima terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanannya. Di mana jangkauan jaringan BPR ini direncanakan terus meluas dan tujuan akhirnya adalah lembaga ini nantinya mampu membantu perekonomian masyarakat Gunungkidul.
“Ada sekitar 1.750 debitur, kami terus berupaya mempertahankan jalinan kerjasama dengan para nasabah kami yang telah menjadi nasabah setia kami dan memperluas jaringan pelayanan,” terang dia saat ditemui di kantor kerjanya.
Adapun lembaga yang bergerak di jasa keuangan perbankan ini terus membidik atau konsen kepada masyarakat di kalangan menengah kebawah, atau mereka yang masuk dalam kategori mikro. Sehingga perputaran keuangan dapat dirasakan manfaatnya dan menyebar. Mayoritas dari nasabahnya atau debitur memang menggunakan pinjaman untuk modal usaha dan selebihnya untuk konsumsi lainnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
