Advertorial
Rumuskan Resep Jitu Hadapi Persaingan Ketat, Rombongan UPK Sanden Timba Ilmu di UPK PPM Satu Hati Playen
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–UPK PPM Satu Hati Kecamatan Playen terus menampakkan eksistensi dan keberhasilannya dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Hal itu nampaknya tidak hanya diakui oleh masyarakat Kecamatan Playen dan sekitarnya melainkan juga dari UPK daerah lain, terbukti sejak beberapa waktu lalu tak sedikit UPK luar daerah yang berkujung untuk peningkatan kapasitas kinerja (study banding) ke UPK Satu Hati Kecamatan Playen.
Seperti yang dilakukan oleh BKAD UPK Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul pada Sabtu (08/12/2018) kemarin, lembaga yang bergerak dibidang keuangan demi perputaran roda ekonomi ini berkunjung ke UPK PPM Satu Hati untuk belajar lebih mendalam mengenai program dan management lainnya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 50 orang pegawai UPK ini mendapat bimbingan dan arahan dari para pengurus UPK Satu Hati Kecamatan Playen.
Salah seorang perwakilan rombongan dari UPK Sanden, Sutrisno mengatakan, dalam kunjungan tersebut paling tidak kedua lembaga ini dapat bertukar permasalahan atau sistem yang diterapkan dalam mengembangkan kelembagaan dan dapat membantu keuangan masyarakat. Bertukar informasi dianggap sangat penting sehingga mampu untuk menentukan terobosan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi.
“Selain itu juga untuk menjalin hubungan antar lembaga. Program yang sekiranya unggulan dan berpotensi kami bahas agar ada titik temu,” kata dia, Minggu (09/12/2018).
Tentu study banding yang dilakukan ini mendapat sambutan yang cukup baik dari UPK PPM Satu Hati. Semua unsur dihadirkan dalam pemaparan untuk memberikan pemahaman mengenai sistem, terobosan dan langkah kinerja yang diterapkan untuk mencapai keberhasilan.
Ketua Lembaga UPK PPM Satu Hati Playen, Kristakno mengungkapkan, tular informasi dan pemikiran memang sangat dibutuhkan untuk memperkuat keberadaan sebuah lembaga serta dapat menambah pengetahuan pengelolaan sebuah usaha. Selain berdampak positif bagi lembaga sendiri, juga akan berdaya guna bagi masyarakat. Melalui hubungan yang baik dan dilakukannya pembinaan antar pelaku (stakeholder) tentu juga dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya.
“Keberadaan kita (UPK) harus dapat memberikan dampak positif bagi semua kalangan, hal itu sangatlah wajib. Maka dari itu keterbukaan dalam suatu lembaga dan lembaga lainnya sangatlah dibutuhkan,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Desa Banyusoca, Sutiyono memberikan arahan bagi UPK Sanden untuk lebih mengetahui 3 pilar pendukung agar perkembangan lembaga seiring dengan perkembangan daerah dan pengetahuan masyarakat yang semakin luas. Hal itu perlu dilakukan, agar nantinya dari masing-masing lembaga dapat bersaing secara sehat meski persaingan di luar cukuplah ketat.
Suatu lembaga harus memiliki sebuah komitmen yang cukup kuat dalam mengembangkan lembaga dan memberikan pelayanan pada masyarakat. Inovasi dan integritas yang tinggi juga sangatlah dibutuhkan. Sehingga kepercayaan dari masyarakat terhadap kinerja para petugas dapat dipertanggungjawabkan dan mengalami peningkatan.
“Namun demikian inovasi yang dimaksud harus memiliki dampak menyeluruh, tidak hanya menguntungkan satu pihak dan tentunya sesuai dengan kebijakan atau aturan yang berlaku,” ucap Sutiyono.
Transparansi dalam sebuah sistem dan kinerja juga sangat dibutuhkan. Pasalnya tidak nantinya hanya petugas intern saja yang memiliki tanggung jawab pengawasan, namun dari instansi lain dan masyarakat juga ikut andil dalam hal pengawasan. Lalai atau melakukan penyimpangan sekecil apapun bukan tidak mungkin beresiko tinggi dan dapat berdampak fatal pada lembaga itu.
Adapun diceritakan pula dalam perkembangan UPK Playen juga tidaklah semulus layaknya jalan tol. Pasti ada gelombang-gelombang permasalahan atau dihadapi. Soliditas dan kecekatan dalam menghadapi permasalahan tentu sangatlah diperlukan.
Dalam kunjungan ini, beberapa program unggulan yang ikut berkontribusi dalam pengembangan daerah Gunungkidul juga menjadi sebuah tolak ukur berkembangnya sebuah usaha. Mulai dari jambanisasi, pemberdayaan masyarakat kurang mampu dan disabilitas juga diterapkan.
“Melalui hal-hal yang sekiranya merakyat saja, seperti pemberian bantuan sosial atau pelatihan pada anak muda dan kaum kurang mampu. Itu program yang tengah kami terapkan, ya sedikit demi sedikit ada perubahan,” terang Manager UPK PPM Satu Hati Playen, Agus Dhany.
Menurutnya tidak perlu muluk-muluk memiliki target dalam pengembangan.Sebuah program jauh lebih baik jika dikemas dalam sebuah wadah yang sederhana sehingga dapat diterima dan dijadikan sebagai acuan. Pengemasan sederhana ini menjadi penting lantaran karakteristik masyarakat Gunungkidul yang notabene memiliki latar belakang pendidikan rendah menjadi lebih mudah memahami hal tersebut.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
