fbpx
Connect with us

Peristiwa

Momen Berkibarnya Sang Merah Putih di Lautan Lepas, Kado Tim SAR Untuk Kemerdekaan Indonesia

Diterbitkan

pada tanggal

Tanjungsari, (pidjar.com)–Momen berbeda nampak di kawasan Pantai Baron pada peringatan HUT RI yang ke 74, Sabtu (17/08/2019) pagi tadi. Tak hanya ramai oleh wisatawan, salah satu pantai paling terkenal di Gunungkidul ini juga dipadati oleh peserta upacara pengibaran bendera di laut Baron.

Sempat menunggu selama beberapa waktu, menjelang dimulainya kegiatan, satu per satu peserta upacara mulai diangkut dengan kapal nelayan untuk mempersiapkan diri di area pulau pasir yang terletak tidak jauh dari bibir pantai. Peserta upacara sendiri terdiri dari berbagai elemen masyarakat yakni siswa sekolah, wisatawan, nelayan tim Search and Rescue dari wilayah satu hingga delapan di DIY dan juga Satuan Polisi Pamong Praja. Adapun yang bertindak sebagai pemimpin apel yakni Kasat Pol PP DIY, Nurviar Rahmad.

Seperti pengibaran bendera pada umumnya, terdapat pula Tim Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera di tengah lautan. Tim Paskibraka yang bertugas dalam upacara ini sendiri cukup berbeda lantaran bukan diisi oleh kalangan pelajar, namun terdiri dari relawan SAR Satlinmas DIY yang memiliki keahlian berenang, khususnya di laut lepas. Seperti Paskibraka di lapangan, pengibaran bendera juga terbagi menjadi sejumlah tim. Ada pasukan tiga yang membawa bendera, pasukan tujuh, pasukan delapan dan juga ada sekitar tiga ratus relawan pengibaran bendera yang ikut serta berenang membersamai pengibaran bendera tersebut.

Tepat pukul 10 00 WIB, detik-detik proklamasi mulai dikumandangkan. Seluruh peserta upacara senyap dalam keheningan untuk mengenang para pahlawan yang rela berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Berita Lainnya  Puluhan Orang Meninggal Dunia Akibat Miras di Jawa Barat, Kapolres Gunungkidul Waspadai Wilayah Pantai

Hanya desiran ombah di pesisir selatan yang bersuara gemuruh sesekali memecah keheningan karena suaranya yang membentur karang. Peserta upacara terlihat begitu khidmat.

Tak lama dari detik-detik proklamasi, prosesi pengibaran bendera pun dimulai. Anggota Paskibraka satu per satu menuju ke tengah lautan lepas. Sesampainya di tengah, mereka berenang ke tengah lautan yang jaraknya kira-kira sepuluh meter dari pulau pasir.

Setelah lima belas menit berenang, tim Paskibraka kemudian mengibarkan benderanya diikuti dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tiang bendera disiapkan dengan tatakan bambu di tengah lautan lepas yang sesekali bergoyang terkena deraian ombak.

“Ini sudah yang ketujuh kalinya peringatan HUT RI kita laksanakan di lautan,” ujar Koordinator SAR Linmas Pantai Baron, Marjono kepada pidjar.com seusai upacara.

Tak hanya pengibaran bendera di lautan lepas, kali ini pihaknya juga memasang sekitar enam ratus bendera kecil yang telah diikatkan kepada bambu dan disematkan di sekitar lautan, karang maupun pulau pasir sebagai lokasi upacara.

Dituturkan Marjono, pihaknya sangat bersyukur dalam upacara kali ini berlangsung dengan lancar. Cuaca yang sangat mendukung membuat seluruh rencana yang disusun panitia bisa berjalan dengan lancar.

“Upacara sangat khidmat dan tanpa kendala karena kebetulan saat ini ombak sedang surut,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang petugas pengibar bendera, Iswanto menyatakan kebanggaannya kembali terpilih sebagai salah satu dari 3 pasukan pengibar bendera. Menurutnya, sudah 7 kali ini ia terpilih menjadi petugas pengibar bendera.

Berita Lainnya  Gerebek Lokasi Penambangan Ilegal, Polisi Sita Satu Alat Berat

Berkaitan dengan tugas maha penting yang diembannya, Iswanto mengaku tidak mempersiapkan secara khusus. Hal ini lantaran gelombang laut sudah menjadi santapan hariannya. Maklum saja, Iswanto sendiri memang setiap hari berada di sekitar pantai Baron.

“Setiap hari di sini sehingga sangat mengenal medan,” tutur dia.

Salah satu yang cukup berat untuk menjadi pasukan pengibar bendera di laut lepas seperti ini adalah cara untuk menembus gelombang. Menurutnya, tanpa kemampuan dan trik khusus, menembus gelombang bisa menjadi pekerjaan yang sulit. Seperti pada tahun kemarin, lantaran gelombang tinggi, ada beberapa peserta yang tidak bisa mencapai lokasi sekitar tiang bendera.

“Kalau trik khusus dari saya, jika ada gelombang datang, kita tinggal menyelami saja, sehingga bisa dengan mudah menembusnya,” katanya.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahman menyampaikan, upacara bendera kali ini sesuai dengan tema hari proklamasi yaitu menciptakan sumber daya manusia yang unggul DIY. Ia menambahkan, sebagian besar pantai kita yang sepanjang 166 ini sangat sesuai dengan visi menyongsong abad samudera untuk menciptakan masyarakat Jogja yang unggul.

“Berupaya mendekatkan diri dengan wilayah laut atau bahari kita yang luas,” ujarnya.

Noviar meminta agar upacara bendera semacam ini harus terus dilakukan setiap tahun. Sebab, selain menjadi cara untuk menghargai jasa para pahlawan, upacara di tengah laut juga berpotensi menarik wisatawan.

“Laut bukan untuk ditakuti laut bukan untuk dihindari ini potensi yang harus kita gali untuk Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucapnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler