fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Sejumlah Perusahaan Besar Mulai Beroperasi Normal, Dinas Pantau Nasib Ribuan Pekerja Yang Sempat Dirumahkan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Era new normal ini diharapkan mampu menjadi awal pemulihan ekonomi masyarakat yang terpuruk selama pandemi. Sejumlah obyek wisata telah dibuka oleh pemerintah, usaha-usaha kecil juga sudah mulai bangkit. Bahkan saat ini telah ada perusahaan besar yang juga terdampak mulai beroperasi normal.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah melakukan monitoring perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Gunungkidul. Selama pandemi terjadi, banyak perusahaan yang melaporkan dampak yang luar biasa. Ada sekitar 34 perusahaan terdampak kelesuan perekonomian akibat pandemi.

Perusahaan-perusahaan tersebut kemudian harus mengambil kebijakan dengan pengurangan pekerja, pengurangan produksi dan lainnya. Penerapan new normal ini disikapi oleh pemilik usaha untuk kembali bangkit. Saat ini telah ada perusahaan yang sempat tersendat operasionalnya yang mulai beroperasi secara normal.

Berita Lainnya  Dampak Corona, Panitia Reuni Akbar SMP Kanisius Wonosari Batalkan Sejumlah Acara

“Produksi perlahan juga pulih untuk perusahaan yang sempat menerapkan pengurangan jumlah produksi barang mereka,” kata Ahsan Jihadan, Rabu (08/07/2020).

Sementara itu, untuk perusahaan yang menerapkan kebijakan perumahan pekerja masih dilakukan monitoring juga. Apakah perusahaan tersebut mempekerjakan karyawan terdahulu ataukah mencari pekerja baru.

“Baru dimonitoring untuk pekerja yang sempat dirumahkan itu bagaimana kelanjutannya. Ada sekitar 1900 pekerja yang selama pandemi dirumahkan, itu yang terlaporkan,” tambah dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Sunarjo mengatakan beberapa waktu terakhir pihaknya melakukan kunjungan ke perusahaan perusahaan besar di Gunungkidul. Kunjungan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan perusahaan atas penerapan new normal dengan segala fasilitas kesehatan.

Mulai dari penggunaan masker, ketersediaan tepat cuci tangan menggunakan sabun, dan jaga jarak. Dari Dinas Perhubungan sendiri menggandeng Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam kegiatan ini. Selasa (07/07/2020) kemarin tiga perusahaan yakni PT. Supersonik, PT. Widodo Makmur Unggas dan PT. Sugih Alam menjadi titik pengecekan.

Berita Lainnya  Siap Maju Lomba Tingkat Provinsi, Desa Nglanggeran Andalkan BUMDes

Ia mengungkapkan Selama pandemi covid 19 utk PT. Super Sonik dan PT. Widodo Makmur Unggas tidak ada pegawai yang dirumahkan. Sementara untuk PT Sugih Alam mengurangi satu shif malam sehingga jadwal kerjanya 2 minggu masuk 1 minggu libur.

“Sudah mulai mempersiapkan fasilitas sebagaimana anjuran pemerintah,”ucap Sunarjo.

Terkait penanganan covid 19 dengan menerapkan protokol kesehatan, ketiga perusahaan sudah memberlakukan protokol kesehatan dengan baik. Bahkan di PT Supersonik setiap hari kamis ada program berjemur dan pemberian vitamin.

“Besok kami jadwalkan ke perusahaan besar lainnya. Kami juga sedang melakukan pendataan mengenai perusahaan mana saja yang beroperasi lagi maupun yang tidak terdampak,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler