fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Momen Bupati Basah-basahan Pantau Kawasan Banjir

Published

on

Girisubo, (pidjar.com)–Menyusul hujan yang turun dari Kamis (11/11/2021) dini hari hingga siang ini, sejumlah wilayah dilaporkan terjadi berbagai bencana. Dari laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, bencana yang terjadi didominasi oleh tanah longsor yang terjadi di tujuh titik serta banjir dan genangan air yang cukup merata. Namun di sebagian besar lokasi, genangan air yang terjadi tak berlangsung lama dan sudah berangsur-angsur surut. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta sendiri sejak pagi tadi langsung bergerak cepat untuk memantau dan memastikan kondisi warga terdampak bencana dalam keadaan yang aman.

Panewu Anom Kapanewon Girisubo, Arif Yahya, mengungkapkan, pada siang tadi, Bupati Gunungkidul sempat mendatangi lokasi yang terdampak banjir di Kapanewon Girisubo. Salah satunya ialah gedung PAUD dan Balai Dusun Gabugan, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo. Di lokasi ini menurut Arif, terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30 centimeter.

“Iya tadi pak Bupati datang ke PAUD dan Balai Dusun Gabugan yang terendam air,” ucapnya.

Arif menambahkan, di PAUD tersebut, biasanya setiap hari melaksanakan kegiatan pembelajaran. Namun karena sejak tadi pagi hujan yang disusul dengan banjir yang terjadi, maka pembelajaran hari ini ditiadakan. Warga sekitar lokasi juga sempat mengevakuasi barang-barang yang berada di PAUD ke tempat yang lebih aman. Karena ditakutkan, genangan air akan semakin tinggi dan merusak barang-barang penting yang berada di dalam ruangan PAUD.

“Kalau sekarang airnya sudah mulai surut, kalau ada hujan durasi lama memang biasa seperti itu. Kami meminta kepada warga untuk mengajukan proposal pelebaran luweng yang ada di sana agar dapat meresapkan air lebih cepat dan tidak sampai menimbulkan genangan kalau hujan terjadi,” papar Arif.

Selain meninjau PAUD Gabugan, Sunaryanta juga menyempatkan mengunjungi warga yang terdampak banjir di kawasan kampung nelayan Sadeng. Di sana, Bupati Sunaryanta memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir. Arif meminta kepada warga lebih mewaspadai potensi bencana yang terjadi saat musim hujan ini. Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana agar ketika hujan turun dengan durasi yang lama segera berpindah ke tempat yang lebih aman.

“Tadi pak Bupati juga datang ke kampung nelayan Sadeng untuk memberikan bantuan untuk warga terdampak,” jelasnya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 1 Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Segara, mengungkapkan jika banjir yang terjadi di kampung nelayan Sadeng merupakan banjir kiriman dari seputaran perkampungan Kalurahan Songbanyu dan dari aliran sungai Bengawan Solo Purba. Ketinggian di lokasi sendiri mencapai satu meter. Sebanyak 27 keluarga terdampak akibat banjir tersebut di mana sebanyak 5 keluarga diantaranya saat ini sedang mengungsi di aula pos TNI AL. Ia menyampaikan jika saat ini kondisi genangan air sudah mulai surut karena intensitas hujan yang mulai reda.

“Tidak menutup kemungkinan kalau hujan turun lagi dengan intensitas tinggi akan terjadi banjir lagi,” ucapnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo, melaporkan jika hingga Kamis siang pukul 12.00 WIB sebanyak 10 bencana sudah dilaporkan kepada pihaknya. Adapun rinciannya, dua bencana banjir terjadi di kawasan pantai Sadeng dan Padukuhan Pringluwang, Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong.

“Bencana akibat angin kencang tercatat ada satu, terjadi di Padukuhan Menggoran, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, tadi sekitar pukul 09.30 WIB. Akibat dari hujan dan angin menyebabkan rumah roboh, kerugiannya sekitar Rp. 15 juta,” papar Agus.

Bencana tanah longsor menjadi paling banyak dilaporkan pada hari ini, dari laporan yang masuk sudah ada 7 kejadian tanah longsor yang terjadi akibat hujan pada hari ini. Pertama terjadi pada pukul 00.00 WIB di Padukuhan Putat 1, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk, talud pekarangan rumah milik Namiyo longsor yang diperkirakan kerugian mencapai Rp. 5 Juta. Longsor kedua terjadi pada dini hari tadi pukul 02.00 WIB di Padukuhan Candi, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, yang mana talud pekarangan rumah milik Sriyanto (28) longsor, kerugian diperkirakan Rp. 2 juta. Kemudian disusul oleh longsor ketiga talud pekarangan rumah milik Hariyanto (56) warga Padukuhan Karanglor 1, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari pada pukul 07.30 WIB, kerugian akibat longsor diperkirakan sebanyak Rp. 2,5 juta.

Longsor ke empat terjadi pada pukul 10.00 WIB di talud yang berdekatan dengan SD N Panjatan Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk mengalami longsor. Pada saat bersamaan pukul 10.00, longsor kelima terjadi di Padukuhan Putat 2, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, talud pekarangan milik Milan (62) longsor dan menutup akses jalan, kerugian diperkirakan Rp. 10 juta. Longsor ke enam dan ketujuh terjadi di Padukuhan Bedoyo Kulon, Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong, talud pekarangan rumah milik Kabeyono dan Giyatno longsor pada saat bersamaan pukul 10.30.

“Semua bencana yang di laporkan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jika pihaknya saat ini masih memantau terhadap potensi bencana yang terjadi. Terlebih hujan dengan durasi yang lama dari dini hari hingga siang tadi menyebabkan sungai-sungai meluap. Tentu hal tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk meminimalisir dampak dari timbulnya bencana.

“Teman-teman FPRB selalu memantau itu (keadaan sungai), laporan yang masuk pantauan kondisi di sungai-sungai masih aman dan terkendali,” tutup Edy.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler