fbpx
Connect with us

Peristiwa

Longsor Batu Seukuran Mobil Putuskan Akses Jalan

Published

on

Purwosari, (pidjar.com)–Sebuah batu berukuran besar dengan dimensi sekitar 30 meter kubik di perbukitan Padukuhan Jurug, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari mengalami longsor pada Kamis (11/11/2021) kemarin. Matrial batu seukuran mobil tersebut tepat menimpa jalan setempat. Alhasil, lantaran cukup sulit untuk dievakuasi, jalur yang biasa dilalui oleh masyarakat Giricahyo tersebut praktis tertutup. Longsornya batu tersebut akibat dari turunnya hujan intensitas tinggi selama dua hari di wilayah tersebut.

Kapolsek Purwosari, AKP Ismanto, menyampaikan, longsoran batu berukuran besar sendiri memang tepat menimpa bagian tengah jalan. Saat ini, akses jalan di Padukuhan Jurug, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari tertutup untuk dilalui kendaraan roda empat. Di sekitar lokasi longsor, garis polisi telah dipasang agar warga menghindari sekitar area longsoran karena potensi longsor susulan masih berpeluang terjadi.

“Sementara jalan ditutup untuk pengguna jalan, potensi longsor susulan masih ada apalagi cuaca juga terus hujan,” ucapnya, Jumat (12/11/2021) pagi.

Talud sepanjang sekitar 10 meter di lokasi longsor juga dilaporkan mengalami keretakan. Kerusakan talud itulah yang membuat potensi longsor susulan semakin besar. Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama dengan warga setempat terus melakukan pengawasan dan pemantauan di sekitar lokasi longsor.

Dilanjutkannya, proses evakuasi sendiri memang cukup sulit lantaran ukuran batu tersebut. Untuk mengevakuasi longsoran batu tersebut, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Beberapa peralatan seperti alat pemecah batu memang sangat dibutuhkan dalam proses evakuasi material longsor ini.

“Masyarakat agar menjauh dari area longsoran karena tanah masih labil dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” sambung dia.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Panewu Anom Kapanewon Purwosari, Suharto, membenarkan adanya longsor batuan yang terjadi di wilayahnya. Ia menyampaikan, proses evakuasi direncanakan akan dilakukan pada hari ini. Namun tentunya upaya ini juga akan mempertimbangkan cuaca mengingat sejak Jumat pagi ini, hujan cukup deras mengguyur lokasi. Batu yang cukup besar itu sendiri sangat menyulitkan masyarakat dalam mengevakuasi secara mandiri. Dibutuhkan sejumlah peralatan seperti pemecah batu maupun yang lainnya.

“Proses evakuasi akan melibatkan BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat. Kemarin saya sudah telpon dengan BPBD rencana mau pakai alat pemecah batu, cuma nanti kalau itu tidak bisa kemungkinan memakai alat berat. Kita menunggu dari BPBD kalau itu” jelasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler