fbpx
Connect with us

Politik

Momen Kampanye Terbuka, Bawaslu Incar ASN Simpatisan Caleg Maupun Capres

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul terus mengawasi jalannya kampanye rapat umum terbuka. Namun kali ini, pengawasan tak hanya dilakukan di lapangan saja. Bahkan di media sosial, Bawaslu mengawasi adanya kampanye yang dilakukan oleh ASN.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan, sesuai dengan aturan yang ada, ASN diwajibkan untuk menjaga netralitas. Seiring perkembangan teknologi, media sosial menjadi lokasi penting untuk melakukan pengawasan tersebut.

“ASN harus netral, tidak boleh mengkampanyekan atau memviralkan caleg, partai atau capres cawapres tertentu,” ucap Is Sumarsnono kepada pidjar.com, Sabtu (30/03/2019).

Kabar atau pesan yang beredar di media sosial menurut Is sangat mudah mempengaruhi masyarakat. Untuk itu, menurutnya pengawasan sangat penting dilakukan.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk memberikan pengarahan terhadap para ASN. Menurutnya, pemkab juga telah merespon hal tersebut dengan munculnya Surat Edaran (SE) terkait larangan tersebut.

Berita Lainnya  Empat Raperda Disetujui DPRD Gunungkidul

“Sampai dengan saat ini memang masih belum kita temukan. Namun sesuai kesepakatan, pemkab yang berwenang memberikan sanksi. Disepakati akan ada sanksi dari pemkab baik bersifat teguran maupun lisan,” ucap Is.

Ketua Bawaslu itu menegaskan, pengawasan netralitas tersebut dilakukan tidak hanya pada ASN, namun juga perangkat desa, TNI, Polri dalam proses Pemilu ini juga bekerjasama dengan instansi terkait.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Badingah menghimbau kepada masyarakat jika nantinya melihat atau mengindikasi seseorang ASN tidak netral dapat melaporkan kepada instansi terkait.

“ASN harus netral, pertama kita akan ingatkan jika memang ada temuan ASN tidak netral. Kami siap menindak tegas,” kata Badingah.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler