Pariwisata
Mulai Bermekaran, Cantiknya Kebun Bunga Amarilis Kembali Bisa Dinikmati
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Kebun bunga Amarilis di Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk tepat di pinggir jalan Jogja-Wonosari kembali menunjukkan pesona indahnya. Bunga cantik di atas tanah ribuan meter persegi sudah mulai bermekaran. Masyarakat lokal Gunungkidul dan daerah lain sudah bisa menikmati indanya bunga tersebut dengan mengunjungi lokasi.
Mekarnya bunga Amarilis secara serempak ini sudah sejak pekan lalu. Sukadi, pemilik lahan mengaku dengan sengaja menanam ratusan ribu bibit bunga amarilis di lahannya h. Hal ini membuat lahan di depan rumahnya berubah warna menjadi dominan oranye. Termasuk di samping-samping rumah dan belakang rumahnya juga banyak bermekaran bunga tersebut.
Sejak beberapa tahun lalu, Kebun bunga Amarilis miliknya viral dan menyedot pengunjung dari berbagai daerah. Namun pada tahun 2025 sempat viral dan menghebohkan jagat maya karena bunga yang bermekaran dinjak-injak pengunjung yang ingin berswafoto.
Dari kejadian itu ia kemudian masih tetap menginginkan untuk mengembangkan amarilis di Kabupaten Gunungkidul dengan konsep yang berbeda. Yaitu dengan dibuatnya jalan-jalan kecil agar bisa dilalui oleh pengunjung.
“Sudah sejak tahun 2002 saya mengembangkan. Awalnya ya hanya saya jual dipinggir jalan saja. Pada saat itu tidak banyak yang tertarik, wong saya berjualan dalam satu bulan hanya dapat uang Rp 125 saja,” papar dia.
Namun tekadnya cukup bulat, gulma yang dianggap sebagian orang tak memiliki daya tarik itu kemudian tetap ia budidaya. Ia tanam di lahan pekarangannya, saat itu tumbuh indah dan menjadi daya tarik tersendiri. Nyatanya hingga saat ini justru terus menjadi magnet wisatawan di penghujung akhir tahun.
“Sekarang ini saya kembangkan bersama beberapa warga. Alhamdulillah masih terus ditunggu-tunggu oleh para wisatawan. Ini baru mulai mekar minggu lalu, biasanya ya 2 sampai 3 minggu saja,” ucap dia.
Pihaknya mematok tarif sebesar 10 ribu rupiah untuk 1 orang pengunjung yang masuk ke kebun tersebut. Uang ini menurutnya kembali ke para pengunjung dengan adanya akses jalan yang memadai dan parkir yang luas.
Sejak pekan lalu, kebun bunga ini pun telah ramai dikunjungi oleh wisatawan yang hendak berswafoto. Beberapa dari mereka juga ada yang membeli bibitnya untuk ditanan di lahan mereka.
“Ya ada yang beli bibitnya, beberapa kali kirim ke luar saerah juga. Untuk pengembangan semacam ini, juga ada di Tanjungsari,” imbuh Sukadi.
Salah seorang pengunjung, Nurul mengatakan ia bersama temannya memang sengaja menyempatkan diri untuk mengunjungi kebun yang setiap tahunnya viral di media sosial tersebut untuk berswafoto di tengah hamparan bunga-bunga berwarna orange.
“Sengaja datang pagi belum ramai dan sekalian mau cari sarapan,”kata Nurul.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
