Pariwisata
Pantai Greweng, Pesona Anyar Dari Ujung Timur Gunungkidul
Girisubo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tidak hanya dikenal dengan tradisi yang beragam, Gunungkidul tentu dikenal dengan gugusan pantai yang membentang kurang lebih 72 kilometer dari ujung barat hingga ujung timur. Banyak terdapat pantai-pantai kecil yang belum terkenal, namun sebenarnya memiliki keindahan tersendiri dan mampu menghipnotis pengunjungnya. Salah satunya yakni Pantai Greweng, yang berada di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo.
Pantai ini menyuguhkan keindahan alam yang begitu mempesona. Berwisata ke pantai ini, tentu akan mendapatkan beberapa spot yang tidak disangka-sangka oleh pengunjung. Minggu ini, Pidjar.com akan sedikit mengulas mengenai pantai yang berada di hampir ujung timur Kabupaten Gunungkidul.
Pantai Greweng merupakan salah satu pantai yang satu garis dengan Pantai Wediombo, Pantai Sedahan dan Pantai Jungwok. Jadi, bagi para traveller yang ingin menikmati panorama 4 pantai ini dapat bergantian berkunjung dalam waktu 1 hari karena letaknya yang memang berdekatan. Pantai ini masuk dalam kategori pantai yang tidaklah luas.
Hamparan pasir putih yang lembut hanya berkisar kurang lebih 1 kilometer saja. Ciri khas dari pantai ini yakni diapit dengan dua bukit batu karang yang menjulang tinggi, hampir mirip dengan Pantai Sedahan yang letaknya tidak jauh dari pantai ini. Tak perlu khawatir, ombak pantai ini cukup bersahabat, tenang dan tidak terlalu kuat. Sehingga bagi yang ingin berenang santai dapat menikmati suasana.
Namun demikian, perlu diwaspadai di beberapa titik yang telah terpasang papan peringatan. Bukan tidak mungkin jika pengunjung lalai dalam memperhatikan peringatan saat bermain air dapat berakibat fatal. Suasana berada di pantai ini cukup tenang, mengingat belum terlalu banyak campur tangan dari manusia lantaran memang belum cukup dikenal.

Udara pinggir pantai yang cukup segar, pandangan luas melihat air laut di sisi selatan. Pada tebing karang yang menjulang tinggi, berbagai jenis pepohonan tumbuh hijau semakin menambah suasana yang tenang. Hanya ditemani dengan suara ombak dan burung yang terbang, jauh dari suara bising kendaraan atau riuhnya orang berlalu lalang.
“Emang cocok untuk melepas penat beban pekerjaan. Tenang gitu kalau ke sini, terus fresh lagi kalau balik dari sini,” kata Satria, salah seorang pengunjung Pantai Greweng, Minggu (02/12/2018).
Berkunjung ke obyek wisata ini, ternyata wisatawan mendapatkan paket yang cukup komplit. Bagaimana tidak, di pantai yang letaknya tersembunyi ini selain ketenangan juga terdapat spot-spot yang unik. Misalnya saja, tebing-tebing yang menjulang tinggi sering kali digunakan untuk memancing. Namun demikian, untuk peralatan memancing harus membawa sendiri pasalnya tidak ada masyarakat yang menyediakan persewaan.

Selanjutnya menyusuri pantai ini ditemui pula sebuah goa yang seringkali digunakan singgah untuk berteduh dan berfoto ria. Kesegaran lainnya yakni terdapat sebuah sungai dan aliran mata air yang begitu jernih dan segar. Terlebih saat air menggenang di bebatuan tingkat kejernihannya pun begitu terlihat.
Untuk sampai ke obyek wisata ini, memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan menguras tenaga. Jalan yang dilalui pun cukup ekstrem, menyusuri jalan yang terjal dan penuh dengan tantangan. Pengunjung harus berjalan kaki, atau kalau memiliki sepeda motor yang untuk offroad juga dapat digunakan untuk menaklukkan medan yang sulit yang berbatu.
Jarak tempuh dari pusat Wonosari pun tergolong begitu jauh. Membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk sampai di tempat ini. Namun tak perlu khawatir akan lelah, pasalnya di sepanjang jalan akan disuguhkan dengan panorama garis pantai timur Gunungkidul yang cukup memukau dan memberikan kesan tersendiri.
“Jauh tapi asyik. Gak masalah kalau soal bensin atau waktu mah, yang penting piknik murah dan mengenal potensi daerah sendiri,” tambah dia.
Sedikit tips dadi pemuda ini, bagi pengunjung yang hendak menikmati panorama pantai ini dan bercamping, disarankan untuk membawa peralatan seringkas mungkin, kemudian menggunakan sandal jepit atau gunung untuk mempermudah perjalanan menyusuri jalanan.
“Biar mudah aja sih kalau pake sepatu emang safety tapi susah nanti pas jalan, agak terjal soalnya,” tutup dia.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
