fbpx
Connect with us

Pariwisata

Mulai Dikembangkan, Goa-goa Nan Indah di Tanjungsari Ini Akan Jadi Andalan Wisata Anyar Kawasan Selatan

Diterbitkan

pada

Tanjungsari,(pidjar.com)–Sembilan goa di wilayah Kecamatan Tanjungsari bakal menjadi destinasi wisata anyar di pesisir selatan. Suguhan stalaktit dan stalakmit serta bentang alam goa yang cukup memukau yang disajikan di goa-goa tersebut dirasa nantinya akan menarik wisatawan. Obyek wisata ini diharapkan nantinya bisa menambah khasanah pariwisata di Gunungkidul yang menjadi andalan selain pantai selatan.

Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan sejak beberapa bulan terakhir, pihaknya bersama sejumlah pemerintah desa di wilayah Kecamatan Tanjungsari melakukan pengalian potensi wisata di masing-masing desa. Dari situ, kemudian ditemukan ada beberapa goa yang memiliki keindahan alam luar biasa.

“Ada Goa Pakunon di Ngasem, Desa Kemiri; Goa Bentar, Goa Cabe, Goa Pucung di Desa Hargosari; Goa Tritis, Goa Mandung, Goa Grengseng di Kemadang; Goa Ngrapah dan Goa Jomblang di Desa Ngestirejo. Sudah kami survey secara bertahap selama kurun waktu beberapa bulan terakhir,” kata Rakhmadian, Senin (18/02/2019).

Ia mengatakan, seluruh goa memiliki ciri khas yang berbeda. Namun dari pantauan yang dilakukan pihaknya, ada kesamaan dalam karakteristik goa yang memiliki stalaktit dan stalakmit di tiap goa tersebut. Bahkan beberapa diantaranya stalaktit dan stalakmit masih dalam keadaan aktif atau hidup.

Berita Lainnya  Menikmati Pesona Pantai Ngrawe, Pantai Anyar Indah Yang Dikonsep Pengembangan Modern

“Ada tiga goa yang stalaktit dan stalakmitnya masih aktif. Keindahan alam di dalamnya sangat elok ada beberapa lubang yang membuat cahaya bisa masuk ke dalam sehingga keindahannya semakin terasa,” kata dia.

Rakhmadian menjelaskan, ketiga goa tersebut salah satunya adalah Gua Tritis. Di lokasi tersebut, menurutnya pemandangan pada bagian teras goa menjadi suguhan nan indah bagi pengunjung. Kemudian, untuk Goa Kubon yang berpasangan dengan Goa Lutri merupakan goa horizontal dengan akses jalan yang sangat mudah.

“Untuk Goa Bentar itu aksesnya mudah, di sana termasuk goa horizontal semi luweng. Ketiga goa itu tadi punya stalaktit stalakmit yg masih aktif atau hidup,” terang dia.

Ia menambahkan, halaman di sekitar goa masih cukup memungkinkan jika nantinya digunakan sebagai wisata edukasi maupun piknik keluarga. Bahkan, ide-ide berupa pembentukan wahana out bond telah tercetus dari beberapa lapisan masyarakat.

Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum membuka kawasan tersebut menjadi obyek wisata. Saat ini komunikasi dengan Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul terus dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita nunggu dinas, tapi memang sudah ada yang dolan (berkunjung) dari orang luar. Harapan kami ini bisa menjadi obyek wisata Tanjungsari yg potensial selain pantai,” imbuh dia.

Terpisah ketika dihubungi, Sekretaris Dinpar, Harry Sukmono mengapresiasi aktifitaa masyarakat untuk menggali potensi pariwisata yang ada, termasuk salah satunya adalah geo wisata. Pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan ke lokasi untuk melakukan pantauan.

Berita Lainnya  Menikmati Sunyi Yang Asyik di Pantai Ngrawah Saptosari

“Secara fisik kita belum melakukan pemantauan tapi komunikasi dengan pak camat sudah kami lakukan. Pasti kita akan melihat untuk pengembangan itu,” ujar Harry.

Harry mengatakan, sejumlah goa yang ada di wilayah Tanjungsari itu nantinya dapat menjadi pilihan baru bagi wisatawan yang mungkin sudah bosan dengan pantai. Selain itu, permasalahan seperti kemacetan di jalur pantai nantunya dapat terurai.

“Saya melihat inj sebagai diversifikasi kegiatan pariwisata di Gunungkidul. Jadi tidak hanya goa, kita memiliki kawasan karst yang nantinya bisa menjadi wisata minat khusus sebagai wisata kebumian atau edukasi alam,” ungkap Harry.

Namun demikian, secara pengelolaan pihaknya berharap komunitas atau kelompok masyarakat nantinya tetap mengedepankan kaidah sapta pesona Gunungkidul. Selain itu, terkait dengan keamanan wisata alam juga harus diperhatikan.

“Selanjutnya komunitas atau masyatakat harus memberikan keamanan, keselamatan untuk wisatawan. Makanya kita harus duduk bersama nantinya akan ada pelatihan dari ahlinya,” pungkas Harry.

Klik untuk Komentar

Berita Terpopuler