fbpx
Connect with us

Sosial

Nelayan Masih Paceklik, Gunungkidul Terpaksa Datangkan Ikan Dari Cilacap dan Semarang

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Musim paceklik ikan bagi para nelayan di Gunungkidul nampaknya belum juga berakhir. Cuaca yang tak menentu menjadi penyebab tak bisa optimalnya hasil tangkapan petani.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sumardi mengatakan bahwa meskipun cuaca tak se ekstrem awal tahun, namun hasil tangkapan ikan yang didapat para nelayan masih dirasa sangat sedikit. Namun demikian, setiap harinya para nelayan tetap nekat terus melaut dengan harapan akan mendapatkan hasil yang melimpah meski dengan resiko merugi.

"Kami tetap melaut, tapi hasilnya ya sedikit, paling satu perahu dapat 40 kilogram," keluh Sumardi, Selasa (26/02/2018) siang.

Ditambahkan Sumardi, hasil tangkapan tersebut menurutnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan ikan di warung yang berada di lokasi pantai. Pihaknya pun tidak bisa memperkirakan kapan hasil tangkapan ikan para nelayan akan kembali melimpah.

"Musim saat ini sangat sulit diprediksi," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Khairudin mengakui bahwa saat ini, jumlah ikan hasil tangkapan nelayan Gunungkidul sangat kurang sehingga tidak mencukupi angka konsumsi masyarakat. Ia mengungkapkan, meski masih minim, namun secara grafik, hasil tangkapan nelayan berangsur-angsur mulai meningkat sejak sebulan terakhir ini.

"Hasil tangkapan ikan sudah mulai banyak, tapi masih belum mencukupi," kata dia.

Untuk memenuhi kebutuhan ikan di Gunungkidul, pihaknya terpaksa mendatangkan ikan-ikan dari Cilacap dan Semarang.

"Kebanyakan yang didatangkan adalah udang dan cumi. Karena permintaannya cukup tinggi sedangkan hasil tangkapan nelayan tidak mencukupi," pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler