Sosial
Nilai Dolar Naik, Harga Kedelai Lokal Ikut Melonjak
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Harga kedelai kini mengalami kelonjakan yang cukup tajam, hal ini diduga lantaran dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS. Alasan ini dinilai masuk akal, mengingat sebagian besar kebutuhan kedelai untuk produsen tempe dan tahu menggunakan kedelai impor.
Kenaikan harga kedelai ini diakui oleh salah seorang produsen tahu di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Purwo. Saat ini harga kedelai impor berada di harga Rp 6.500 per kilogramnya dari harga Rp 6.000. Tidak hanya kedelai impor saja yang mengalami kenaikan, kedelai lokal pun tak mau kalah dimana saat ini berada di kisaran Rp 7.250 dari sebelumnya Rp 6.700.
"Sudah sejak sekitar 15 hari yang lalu harga kedelai naik. Lumayan tinggi juga naiknya sampai Rp 500," kata dia saat ditemui di rumah produksinya, Minggu (11/03/2018).
Adanya kenaikan ini, diakui Purwo cukup memberatkan produsen tahu dan tempe. Apalagi mereka tidak bisa ikut menaikan harga, melainkan disiasati dengan memperkecil ukuran. Selain harga yang mahal, produsen disulitkan lagi dengan kedelai lokal saat ini semakin sulit didapat. Padahal, menurut dia, kedelai lokal memiliki kualitas yang lebih bagus.
"Saya pakai kedelai dari Purwodadi. Perajin tahu lebih banyak membeli kedelai lokal dibandingkan kedelai impor," jelas Purwo di sela-sela bekerja.
Ia akui, meski harganya lebih mahal, namun kedelai lokal lebih diminati untuk pembuatan tahu karena menghasilkan pati yang lebih banyak. Namun sayang, kebutuhan akan kedelai lokal tidak diimbangi dengan melimpahnya stok yang dimiliki. Seperti diketahui, sebagian besar kedelai di Indonesia merupakan hasil impor dari Amerika. Sementara petani kedelai lokal, sangat minim karena perawatannya yang sulit.
"Sayangnya, produksi kedelai lokal tidak banyak. Jadi terkadang terpaksa pakai kedelai impor kalau yang lokal sulit didapat," tutur Purwo.
Menanggapi adanya kenaikan harga kedelai, Purwo berharap agar harga kedelai lokal, terutama, kembali stabil. Sehingga ia tidak mengecewakan konsumennya lantaran tahu yang dibuat lebih tipis dan kecil. Selain itu, ia juga berharap kepada pemerintah untuk mengembangkan kedelai lokal karena sangat dibutuhkan bagi para perajin tahu.
"Harapannya hanya itu. Awalnya berharap kepada pemerintah untuk meningkatkan petani kedelai lokal. Sekarang harapannya nambah, mint harga kedelai stabil. Karena kenaikannya sekarang cukup tinggi," imbuhnya.
Di tempat terpisah, Bonny Bona Kristanto Produsen Tempe di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari juga mengaku mengeluhkan kenaikan harga kedelai lokal. Meski kedelainya diperoleh dari penduduk sekitar, namun harga kedelai juga ikut melonjak tinggi.
“Saat ini harga kedelai impor sudah menyentuh harga Rp10.000 per kilogram lebih sedikit,” paparnya.
Begitupun dengan kedelai impor, harga yang dijual kini Rp 7.400/kg dari harga sebelumnya Rp 7.000/kg. Kenaikan yang sudah dirasakan sejak 4 hari yang lalu ini diakui tidak terlalu berat. Namun tingginya harga kedelai lokal lebih dipermasalahkan karena memiliki kualitas yang lebih bagus.
Menurutnya, kedelai lokal meski lebih mahal namun memiliki kualitas super pada hasil tempe. Harga yang dijual pun lebih mahal, bahkan tempe yang diproduksi dari kedelai lokal pun pasarannya sudah masuk hotel.
Namun sayang, sama seperti yang dikeluhkan Purwo, meski kualitas kedelai lokal sangat bagus namun tidak diimbangi dengan kuantitas yang ada. Ia mengeluhkan sulitnya mendapat kedelai lokal, tidak seperti kedelai impor yang lebih mudah didapat serta harga yang lebih murah.
“Tapi kalau kedelai impor itu harus dicuci sampai 3 kali karena kotor sekali. Kalau kedelai impor cukup cuci sekali saja, selain itu resapan airnya sedikit,” jelas dia.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedang melemah. Saat ini, nilai tukar rupiah tersungkur di kisaran Rp 13.750 per dolar AS. Adapun kurs dolar AS naik tipis pada akhir perdagangan, Rabu 7 Maret 2018.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
