fbpx
Connect with us

Peristiwa

Nyalakan Lilin Saat Listrik Padam, Rumah Beserta Isinya Ludes Terbakar

Published

on

Tanjungsari,(pidjar.com)–Pemadaman listrik yang terjadi di kawasan Tanjungsari pada Sabtu (23/02/2019) petang menjadi bencana bagi Marwan (45) warga Padukuhan Ketos, Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari. Rumah miliknya terbakar hebat setelah lilin yang dinyalakan sebagai penerangan alternatif selama padamnya listrik justru menjadi pemicu kebakaran. Akibat kejadian ini, harus menderita kerugian hingga mencapai puluhan juta mengingat 78% bangunan rumah miliknya mengalami kerusakan serta juga sejumlah barang elektronik maupun barang berharga lainnya juga ikut terbakar. Beruntung dalam insiden ini, tak sampai memicu adanya korban luka maupun jiwa.

Kasi Humas Polsek Tanjungsari, Aiptu Sudaljono mengatakan, sekitar pukul 18.00 WIB wilayah tempat korban tinggal memang terjadi pemadaman listrik serentak. Marwan pun saat itu berinisiatif untuk menyalakan sebuah lilin kecil yang diletakkan di atas televisi. Selang beberapa waktu kemudian, korban meninggalkan rumah untuk pergi ke tempat salah seorang kerabatnya.

Kemungkinan besar, api dari lilin tersebut yang memang alpa dari penjagaan kemudian merambat ke sejumlah perabot rumah tangga. Api pun dapat dengan mudah membesar lantaran mayoritas benda di sekitar lilin merupakan barang elektronik dan benda yang mudah terbakar.

Berita Lainnya  Disebut Ilegal, NasDem Gunungkidul Turunkan Belasan Spanduk Berisi Dukungan Pada Sunaryanta

“Kejadian kebakaran ini pertama kali diketahui tetangga korban yang sedang duduk santai di teras kemudian dari kejauhan nampak kobaran api yang sangat besar dari rumah korban,” terang Aiptu Daljono saat dikonfirmasi.

Jiyanto warga setempat yang pertama mengetahui terjadi kebakaran itu kemudian berusaha meminta bantuan warga lain untuk memadamkan api. Teriakan dan pukulan alat bambu pun kemudian dibunyikan untuk mengumpulkan warga. Dengan peralatan seadanya, warga yang berdatangan kemudian berjibaku berusaha melakukan pemadaman. Berselang 1 jam lebih, akhirnya api baru bisa dipadamkan.

Menurut Daljono, hampir 78 persen bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu (gedhek) ludes terbakar. Kayu penyangga bangunan pun juga berubah menjadi arang, mulai dari pakaian, tempat tidur bahkan perabot elektronik pun juga hangus dan meleleh terbakar.

Berita Lainnya  Bencana Angin Kencang Terjadi di Ngawen dan Semin, Sejumlah Rumah dan Mobil Warga Rusak

“Kerugian diperkirakan mencapai 30 juta mengingat kondisi yang hampir secara keseluruhan mengalami kerusakan,” ucapnya.

Perabotan elektronik milik korban yang ludes terbakar

Sementara itu, Camat Tanjungsari Rahmadian langsung memonitor musibah yang dialami oleh salah seorang warganya itu. Adapun informasi yang ia peroleh, sebelum kejadian memang pemilik rumah menyalakan sebuh lilin yang ditaruh diatas TV menggunakan sebuah lepek kecil. Kemudian ditinggal pergi dan tidak dimatikan apinya. Saat kejadian, beruntung tidak ada orang yang beraktifitas didalam rumah.

Baik istri dan anak korban di jam tersebut tengah pergi untuk mengikuti rapat. Lantaran kondisi rumah yang saat ini tidak bisa dihuni akibat bangun rusak dan perabot juga rusak, sementara keluarga korban diungsikan ke rumah tetangga maupun keluarga terdekat.

“Sudah dikondisikan oleh warga dibantu dengan petugas-petugas. Turut prihatin tentunya, mudah mudahan besok segera dapat dilakukan perbaikan dengan keja bakti bersama,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler