fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pacu Kualitas SDM, Pelajar Didorong Untuk Konsumsi Makanan Sehat

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menggalakkan program konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, aman, dan halal terhadap pelajar anak-anak hingga remaja di Kabupaten Gunungkidul. Dengan adanya program ini, diharapkan konsumsi makanan pada anak-anak lebih diperhatikan dan dapat meningkatkan kualitas ataupun potensi yang dimiliki.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan jika program ini dibentuk sesuai dengan program Kementerian Pertanian. Di mana masing-masing daerah diminta untuk meningkatkan angka konsumsi pangan dengan kategori bergizi dan aman. Salah satunya dengan mengkonsumsi pangan lokal dan beberapa kategori lainnya.

“Kami mendorong anak-anak terlebih dahulu agar kebutuhan mereka dalam hal ini makanan terpenuhi dengan baik. Misalnya saja sarapan, itu terlihat sepele tapi ternyata dampaknya luar biasa. Di mana kalori yang dibutuhkan juga cukup banyak, ini kami kerjasama dengan OPD terkait lainnya,” kata Bambang Wisnu Broto, Selasa (25/06/2019).

Lebih lanjut, untuk sementara ini jangkauan dari Dinas Pertanian dan Pangan sendiri masih di lingkup anak-anak dan remaja khususnya pelajar. Pasalnya generasi inilah yang wajib dibentuk karakter hingga kualitasnya. Ia tidak memungkiri jika pola makan dengan asupan gizi yang didapat akan berdampak pada perilaku dan pola pemikiran.

“Daya ingat dan tingkat kefokusan itu sangatlah berpengaruh. Ini perlahan kami dorong untuk pemenuhan konsumsi makanan beragam, bergizi, seimbang, aman, dan halal,” imbuh dia.

Untuk orang tua atau lansia sendiri, pihaknya perlahan juga akan memberikan sosialisasi terhadap masyarakat luas dengan demikian pola konsumsi makanan masyarakat akan bervariasi dan untuk pemenuhannya sendiri juga lebih terkonsep dan tertata. Hal ini pastinya digalakkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Berdasarkan data nasional, dengan disosialisasikan dan digalakkannya program konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, aman dan halal (B2SAH) ini untuk tingkat konsumsi masyarakat dengan baik. Di sisi lain juga berkaca pada kondisi di daerah dan secara nasional, masih banyak permasalahan sosial yang berkaitan dengan pemenuhan gizi.

Sementara itu, Staff Ahli Bupati Bidang Sosial, Kemasyarakatan, Isnaini Dekoningrum mengatakan jika program yang digagas ini sangati diapresiasi. Pasalnya sangat penting untuk anak-anak terutama pelajar. Dengan demikian bisa menerapkan hidup sehat, lebih aktif, produktif dan berkualitas tinggi. Selain itu juga daya saing dengan sumber daya manusia lainnya dapat lebih baik kembali.

“Kita dorong untuk dijadikan kebiasaan. Ini perlu kesadaran semua lapisan, perbaikan kualitas anak-anak dan masyarakat umum,” terangnya.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan sendiri tercatat terdapat 197 balita Gunungkidul mengalami gizi buruk, sedangkan 2.146 balita mengalami kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada tumbuh kembang anak-anak. Program ini diharapjan berdampak baik dengan dengan kondisi pemenuhan gizi dan pangan anak-anak dari balita hingga menuju remaja.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler