Connect with us

Sosial

Pemerintah Saling Lempar, DPRD Desak HeHa Ocean View Tutup Sebelum Berizin

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul mengaku kecolongan dengan munculnya pembangunan obyek wisata HeHa Ocean View di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang. Belum dikantonginya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada obyek wisata yang berada di atas tebing itu, membuat dewan mendesak pihak perusahaan harus segera melengkapi perizinan dan menutup sementara waktu. Di sisi lain, pejabat di lingkup pemerintah Kabupaten Gununungkidul saling lempar terkait kewenangan penegakan aturan berkait dengan masalah tersebut.

Anggota Komisi B, DPRD Gunungkidul, Eko Rustanto mengaku bahwa ia sedikit ketinggalan informasi berkait dengan pembangunan obyek wisata yang tengah viral itu. Untuk itu, pihaknya akan segera meminta keterangan terhadap pengelola terkait perizinan mereka.

“Jujur secara pribadi saya kurang begitu mengetahui apakah sudah berizin atau belum. Besuk kita akan ke lokasi untuk kroscek,” terang Eko, Senin (08/02/2021).

Adapun menurutnya, pihak perusahaan harus mematuhi aturan yang berlaku. Proses pengurusan IMB harus segera diselesaikan terlebih dahulu. Jika masih ada pembangunan yang dilakukan seharusnya dihentikan terlebih dahulu, sembari menunggu perizinannya selesai.

Berita Lainnya  Tak Ada Lagi RT Yang Masuk Zona Merah di Gunungkidul

“Kalau sudah buka menerima tamu ya harusnya ditutup dulu. Tegakkan aturannya, izinnya dilengkapi dulu,” imbuhnya.

Pada prinsipnya peraturan yang ada harus ditaati dengan baik agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

Sementara itu, Ketua Komisi A, DPRD Gunungkidul, Ery Agustin mengatakan, dibukanya HeHa Ocean View ini dikhawatirkan memunculkan klaster baru penularan covid-19. Pasalnya, selama ini pihaknya mengamati tidak ada pemantauan dari tim Gugus Tugas Covid Kabupaten maupun Sat Pol PP dan penegak lainya yang turun ke lokasi.

“Jangan sampai muncul klaster HeHa. Disana pantauan kami penuh sesak wisatawan dan tanpa pengawasan,” kata dia.

Ery menambahkan, munculnya HeHa ocean view ini juga memicu konflik di masyarakat. Pasalnya selama ini pemerintah dan penegak protokol kesehatan dianggap tebang pilih.

Berita Lainnya  Jelang Bulan Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Cenderung Stabil

“Warung pecel lele disuruh tutup, hajatan tidak diperbolehkan. HeHa dibiarkan, apa lagi kabarnya belum mengantongi izin IMB. Seharusnya diselesaikan dulu izinnya baru buka. Itu pun harus protokol kesehatan ketat,” tandas Ery.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Gunungkidul, Sugito mengatakan, awal pembangunan obyek wisata tersebut Satpol PP telah melakukan pengawasan. Bahkan saat itu Pol PP juga telah memberikan teguran ke pihak perusahaan.

“Pengawasan awal pembangunan itu kami lakukan dan ada teguran juga. Terkait prokes kemarin tim gabungan juga sudah memberikan edukasi ke lokasi,” ucap Sugito.

Langkah selanjutnya, dari Satpol PP akan melakukan koordinasi lanjutan dengan OPD lain untuk membahas kebijakan teknis lainnya.

“Kita perlu koordinasi dengan DIY karena menyangkut batas bentang laut. Kalau untuk IMB ya di DPU sedangkan untuk di kami penegakannya non yustisi dan pro yustisi untuk meningkat sampai proses yustisi perlu pertimbangan teknis,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Eddy Praptono mengaku bahwa pengurusan IMB sepenuhya berada di kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT). Sehingga pihaknya tidak mempunyai kewenangan seperti apa yang disampaikan oleh Sat Pol PP Gunungkidul.

Berita Lainnya  Dampak Merebaknya Anthraks, Pembatasan Lalu Lintas Ternak Hingga Menurunnya Permintaan Daging

“DPU tidak memgeluarkan ijin apapun. Semua proses perijinan ada di DPMPT,” ujar Eddy.

Sebelumnya, Kepala DPMPT Gunungkidul. Irawan Jatmiko saat disinggung mengenai beroperasinya sebuah bangunan dengan penarikan retribusi namun belum memiliki IMB, Irawan irit berkomentar. Menurutnya hal tersebut bukan kewenangannya.

“Itu bukan kewenangan saya, yang jelas status tanah tersebut Sertifikat Hak Milik. Kontribusi pajak resto dan hotel sendiri cukup besar untuk Gunungkidul,” jelas Irawan.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler