fbpx
Connect with us

Hukum

Panik Korbannya Tewas Bersimbah Darah, Suratmin Sempat Berusaha Bunuh Diri

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Suratmin, warga Padukuhan Sunggingan Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong tersangka kasus pembunuhan terhadap tetangganya, Paniyati diketahui hendak bunuh diri usai mengetahui kekasih gelapnya tewas di tangannya sendiri. Pelaku yang panik sempat menggores bagian tubuhnya dengan sabit yang ia bawa. Suratmin sendiri ditemukan tergeletak di samping jenazah Paniyati yang tergeletak bersimbah darah. Namun begitu, warga yang mencari kedua orang tersebut berhasil mengevakuasi korban dan tersangka sehingga tersangka sendiri dapat segera dilarikan ke rumah sakit dan terselamatkan.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Agus Setiawan mengatakan, pelaku sempat kalap dan menusuk serta membacok korban. Paniyati sendiri sempat memberikan perlawanan sehingga membuat Suratmin terluka. Dalam pergumulan yang tak seimbang tersebut, korban akhirnya tewas tak bergerak akibat luka berat yang dideritanya. Melihat tak ada tanda-tanda kehidupan di tubuh Paniyati, pelaku kemudian panik. Dalam pengakuannya kepada polisi, Suratmin lalu berusaha bunuh diri dengan melukai tubuhnya.

Berita Lainnya  Berlagak Preman, 3 Pemuda Ngandang di Kantor Polisi

“Menurut pengakuan tersangka, memang sempat ada perlawanan sehingga ada luka. Tapi tersangka juga berniat bunuh diri lantaran panik,” kata Agus, Jumat (03/01/2020).

Agus mengatakan, tersangka sendiri tidak berusaha kabur dan berharap meninggal dunia di tempat tersebut. Akan tetapi usahanya gagal lantaran warga menemukannya dengan keadaan masih bernyawa.

“Tersangka yang masih bernyawa dievakuasi dan medapatkan perawatan medis hingga akhirnya bisa pulih,” kata dia.

Ia juga menjelaskan bahwa selama pemeriksaan oleh pihak kepolisian tersangka cukup kooperatif. Barang bukti maupun jejak pun tidak ada yang berusaha dihilangkan oleh pelaku.

“Ini yang mempermudah kami melakukan pengungkapan kasus. Dia kooperatif selama ini,” tandasnya.

Kendati demikian, pihak kepolisian dengan tegas akan melanjutkan perkara ini. Pelaku saat ini juga telah ditahan di Rutan Mapolres Gunungkidul.

Berita Lainnya  Penggerebekan Judi Dadu di Piyaman, 3 Orang Dibekuk, Uang Ratusan Ribu Disita

“Kami juga mendengar pihak keluarga tersangka meminta maaf kepada keluarga korban. Ini baik, tetapi proses hukum tetap berlanjut,” imbuh Kapolres.

Pihak keluarga Paniyati telah sepenuhnya menyerahkan perkara hukum ini kepada kepolisian. Sebagian keluarga dari Suratmin juga telah datang ke rumah duka. Setidaknya dua orang anak dari Suratmin telah datang dan mengucapkan turut berbela sungkawa pada Kamis 2 Januari 2020 kemarin.

“Pihak keluarga Suratmin sebagai adat Jawa mau datang meminta maaf,” ujar Suranto, kakak ipar Paniyati.

Suratno mengatakan, meski pihak keluarga dari Suratmin datang meminta maaf, tapi dirinya belum bisa memastikan apakah akan diberi maaf atau tidak.

“Saya belum bisa memastikan, karena saya bukan saudara kandung dari Paniyati,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler