fbpx
Connect with us

Pariwisata

Pantai Selatan Pada Masa Libur Lebaran Kali Ini, Sepi Pengunjung dan Prediksi Dilanda Gelombang Tinggi

Diterbitkan

pada tanggal

Tepus,(pidjar.com)–Pada masa libur lebaran, kawasan Pantai Selatan Gunungkidul yang memang menjadi primadona pariwisata ramai oleh pengunjung. Saban tahunnya, ratusan ribu wisatawan baik dari dalam Gunungkidul maupun luar Gunungkidul memilih untuk menikmati liburan di pantai. Kemacetan saat libur lebaran di jalur wisata maupun jalur masuk ke Gunungkidul menjadi pemandangan yang biasa. Pada lebaran sebelumnya, kemacetan bahkan terjadi sejak pagi hari.

Namun suasana berbeda nampak jelas pada musim libur lebaran kali ini. Kawasan pantai selatan saat ini sepi dari hiruk pikuk wisatawan. Obyek wisata yang mengampu lebih dari 80% pariwisata Gunungkidul ini memang sejak lebih dari sebulan lalu telah ditutup untuk aktifitas pariwisata. Antisipasi penyebaran covid19 menjadi alasan utama penutupan kawasan pantai selatan ini.

Nasib para warga pesisir sendiri semakin sulit lantaran di tengah penutupan obyek akibat pandemi covid19, kawasan pantai selatan juga akan dilanda gelombang tinggi. Para nelayan sendiri telah dihimbau untuk sementara tidak melaut manakala gelombang tinggi terjadi pada beberapa hari mendatang ini.

Sekretaris Tim SAR Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto menuturkan, pada awal puncak libur lebaran ini, kawasan pantai memang sangat lenggang. Padahal biasanya, pada hari kedua lebaran, pengunjung yang datang membludak.

Namun begitu, meski diperkirakan pariwisata di pantai pada masa lebaran kali ini sepi, pihak SAR Satlinmas Wilayah II tetap menerjunkan petugas. Para petugas itu ditempatkan di pantai-pantai yang biasa ramai dikunjungi wisatawan.

“Kita tempatkan petugas di Pantai Kukup, Baron maupun kawasan pantai lainnya yang biasanya banyak dikunjungi wisatawan. Piket jalan terus,” beber Suris, Senin (25/05/2020) siang.

Pihak SAR sendiri juga telah berkoordinasi dengan warga setempat. Warga diminta untuk melakukan penjagaan di sejumlah pintu masuk kawasan wisata agar tidak ada pengunjung yang melanggar larangan.

“Apalagi ini juga akan ada gelombang pasang yang terjadi hingga 29 Mei 2020 mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Pantai Sadeng, Sunu Handoko menuturkan, berdasarkan prediksi cuaca yang diterima pihaknya, kenaikan gelombang diperkirakan akan mulai terjadi pada tanggal 27 Mei 2020 mendatang.

“Berdasarkan prediksi yang kami terima, kenaikan akan dimulai tanggal 27 Mei yang naik 16 feet, tanggal 28 Mei ada penurunan pada 10 feet dan tanggal 29 naik lagi menjadi 18 feet,” ujar Sunu Handoko Bayu Sagara.

Namun demikian skema prediksi tersebut menurutnya bisa berubah sewaktu-waktu. Ia menyebut, pada hari biasanya, tinggi gelombang hanya ada pada kisaran tiga hingga delapan feet.

“Ada sejumlah langkah antisipasi yang kita koordinasikan dengan anggota, terlebih ini kan moment pasca lebaran di mana biasanya banyak pengunjung datang,” jelas dia.

Adapun langkah antisipasi di antaranya pihaknya akan berkoordinasi dengan warga untuk memperketat penghalauan di Tempat Pembayaran Retribusi. Selain itu juga pihaknya akan melakukan imbauan kepada nelayan untuk tidak melaut terlebih dahulu.

“Ada dan tidaknya pengunjung tim SAR akan tetap piket sesuai dengan jadwal dalam 24 jam,” imbuh Sunu.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler