fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pasar Munggi Akan Direhab, Pemerintah Mulai Bangun Pasar Darurat

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Revitalisasi Pasar Munggi yang berada di Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu akan segera berjalan. Saat ini pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul sudah mulai melakukan pembangunan pasar darurat. Pasar darurat ini akan difungsikan untuk menampung para pedagang yang terdampak revitalisasi pasar agar bisa tetap berjualan.

Kepala Bidang Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Ari Setiawan menuturkan, rencana revitalisasi ini masih menunggu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dari Kementerian Perdagangan. Proses di Pemerintah Kabupaten sendiri masih dalam persiapan perencanaan, sembari menunggu dari pemerintah pusat juga telah dilakukan pembangunan pasar darurat bagi pedagang yang nantinya lapak mereka terdampak revitalisasi.

“Bangunan pasar darurat sudah jadi, lokasinya di sekitar pasar unggas Semanu,” kata Ari Setiawan, Rabu (24/06/2020).

Nantinya, jika dokumen dari Kementerian Perdagangan telah turun akan ditindaklanjuti dengan proses lelang pekerjaan. Jika sudah, baru kemudian para pedagang yang terdampak akan segera dipindahkan untuk menempati pasar darurat sementara waktu.

“Proses pembongkaran dan pembangunan tentu memakan waktu. Harapan kami semua berjalan dengan baik,” jelasnya.

Selain perbaikan bangunan, nantinya juga akan dilakukan perbaikan manajemen pengelolaan dan pengoptimalan daya tampung bagi pedagang dan UKM. Sehingga keberadaan pasar tradisional ini benar-benar dapat menghidupi geliat perekonomian di sekitar.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Anggota DPR RI dari partai Nasdem, Subardi memaparkan, untuk revitalisasi pasar Munggi ini diharapkan memang bisa dilakukan tahun ini. Dana yang dikeluarkan untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai 3 miliar rupiah.

“Harapan kami tentu dengan keberadaan pasar tradisional yang fasilitasnya memadahi dapat menunjang kegiatan jual beli, dan menghidupkan kembali pasar tradisional yang ada,” ujar dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler