fbpx
Connect with us

Sosial

PDP Corona Bertambah Jadi 7 Orang, Tiga Dirawat di Rumah Sakit

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Persebaran covid19 atau virus corona patut mendapatkan perhatian masyarakat. Seetelah sebelumnya warga Gunungkidul yang ditetapkan sebagai Orang Dalam Pantauan (OPD) setiap harinya terus bertambah, saat ini penambahan juga berlaku pada kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona. Data terakhir yang diperoleh Dinas Kesehatan Gunungkidul, sudah ada 7 orang yang ditetapkan sebagai PDP. Sementara untuk ODP, jumlahnya mencapai 264 orang. Meski begitu hingga kini belum ada warga yang dinyatakan positif covid-19 di Gunungkidul.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, data per tanggal 24 Maret 2020 kemarin mencatat ada 264 OPD di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut, 4 orang diantaranya dirawat di rumah sakit.

“Ada 4 ODP yang dirawat di rumah sakit. Sementara untuk PDP ada 7 orang, 3 diantaranya dirawat di rumah sakit,” ucap Dewi, Rabu (25/03/2020).

Dewi menjelaskan, kemungkinan bertambahnya ODP ini merupakan sebuah kepastian. Pasalnya, kriteria ODP sendiri adalah adanya orang yang datang dari zona merah, kemudian mereka mengalami gejala gangguan pernapasan.

Berita Lainnya  Siaga Jelang Masa Kampanye Pemilu, Kapolda Antisipasi Provokasi

“Itu sudah ODP, orang yang pernah kontak dengan pasien positif juga sudah jadi ODP walau tidak ada gejala,” jelas dia.

Ditambahkannya, orang sakit dengan gejala mirip namun tidak pernah melakukan kontak langsung atau mendatangi zona merah tidak dapat dikategorikan dalam ODP. Pun demikian dengan 20 orang rombongan warga Saptosari yang datang dari Jakarta yang tidak dikategorikan dalam ODP karena mereka dalam kondisi sehat.

“Tidak masuk ODP karena sehat semua. Mereka wajib self monitoring atau pemantauan sendiri. Semua tidak pasti. Tetapi sudah ada protokol pedoman dan SOP dari Kemenkes yang kita pakai,” urainya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menghimbau kepada masyarakat untuk turut serta memonitor pergerakan warga yang melakukan aktifitas mudik atau bepergian dari luar daerah. Sehingga jika warga tersebut mempunyai riwayat berkontak langsung dengan pasien positif atau berada di zona paparan covid, dapat ditangani dengan tepat.

Berita Lainnya  Contoh Kehidupan Kebhinekaan Dari Gadungsari, Pemuda Gereja Bahu Membahu Bantu Umat Muslim Persiapkan Lebaran

“Mohon info jika ada saudara-saudara kita mau mudik atau pulang dari luar kota mohon dilaporkan ke desa atau kecamatan agar ada protokol untuk melakukan cek warga atau saudara kita terpapar Covid 19 atau tidak,” tandas Immawan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler