Hukum
Pecah Tangis Ibunda Fauzi Saat Disodori Surat Perdamaian Oleh Pemborong SD Muhammadiyah Bogor
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Kasus hukum atas ambrolnya atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen saat ini masih berlanjut. K, pemborong yang beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa ini telah ditahan. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, K sendiri diketahui sempat mendatangi rumah duka untuk bertemu Sintia Karolina Munazap yang merupakan ibu Fauzi Ajitama. Iamenyodorkan surat pernyataan damai dan meminta keluarga almarhum Fauzi untuk tidak menuntut siapapun atas kejadian ini.
Kedatangan K ke rumah Sintia sekitar 3 hari pasca tragedi maut itu. Ia bersama dengan 3 orang lainnya datang untuk meminta maaf serta menyodorkan 3 lembar surat pernyataan perdamaian. Di mana dalam surat tersebut K sudah membubuhkan tanda tangannya kemudian dimintakan tanda tangan bermaterai kepada Sintia.
“Itu pas telung ndinan (3 harian) kematian Fauzi, mereka datang ke sini untuk menyodorkan surat pernyataan itu,” kata Paman Sintia, Bambang Guntawan.
Dalam salah satu surat tersebut menyatakan bahwa apa yang terjadi di SD Muhammadiyah Bogor pada Selasa lalu itu adalah murni kecelakaan yang tidak disengaja. Tertulis pula bersumpah pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak manapun.
Melihat permintaan penandatanganan surat tersebut, pada saat itu Sintia langsung menangis dan tidak bisa berkata-kata. Mengingat ia baru saja kehilangan anak laki-lakinya atas tragedi di sekolah. Selain itu, suaminya juga belum 40 hari meninggal dunia.
Adanya hal itu, Bambang selaku paman dan pihak keluarga lainnya lantas menjawab K dan rombongan bahwa pihak keluarga tidak bersedia menandatanganinya dan meminta agar jangan dilakukan saat itu. Rasanya pun tidak etis jika masih dalam suasana duka, pihak K datang dengan maksud demikian.
“Kami meminta agar K dan 3 orang yang mendampinginya untuk kembali lagi lain waktu, saat kondisinya sudah stabil. Lha terus terang keponakan saya ini (Sintia) langsung kepikiran tidak bisa tidur selepas disodori surat penyataan itu,” jelas dia.
Pihak keluarga sangat menyayangkan atas langkah yang diambil oleh K karena saat itu, dalam suasana duka tanpa bersalah lantas menyodorkan surat pernyataan perdamaian. Padahal apa yang terjadi di SD Muhammadiyah Bogor pada Selasa lalu merenggut nyawa seorang siswa dan belasan lainnya mengalamo luka-luka.
Berdasarkan musyawarah keluarga, disepakati tidak akan ada tanda tangan surat pernyataan damai tersebut dan menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada aparat kepolisian.
Sementara itu, siang tadi Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Soematri juga sempat berkunjung ke kediaman Sintia dan keluarganya. Ia mengatakan, terkait dengan peristiwa itu pun terus didalami oleh aparat penegak hukum. B dan K yang telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu telah dilakukan penahanan mulai Senin (14/11/2022) kemarin.
“Hingga saat ini proses hukumnya masih terus berjalan,” tegas Edy.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized3 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
