fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pecahkan Permasalahan Air di Gunungkidul, Pemerintah Telah Bangun Pamsimas di 76 Kalurahan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Kekeringan selama ini menjadi permasalahan yang terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Gunungkidul. Dropping air sejak bertahun-tahun dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan jangka pendek saja, seiring dengan berkembangnya waktu pemerintah mulai membuka akses pemenuhan ait bersih dengan pnyediaan Program Nasional Penyediaan Air Minum (Pamsimas) untuk memecahkan permasalahan klasik tersebut dijangka panjangnya. Saat ini puluhan unit pamsimas telah mampu memenuhi kebutuhan air bagi warga daerah kering.

Kepala Bappeda Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan, untuk mengentaskan masalah kekeringan beberapa program memang telah dijalankan oleh pemerintah, salah satunya dengan program pamsimas yang terus menyasar wilayah-wilayah yang sulit air dan tidak terjangkau PDAM. Dari beberapa tahun terakhir, data di Bappeda Gunungkidul ada 76 kalurahan yang telah memiliki Pamsimas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah.

“Bersyukur pamsimas yang dibangun ini mampu mencukupi kebutuhan air minum masyarakat di wilayah tersebut. Dari yang semula warga sulut mendapatkan air bersih, saat ini kebutuhan air mereka tercukupi,” papar Mohamad Arif Aldian, Sabtu (30/09/2023).

Berita Lainnya  Permohonan BPBD Dikabulkan, Dana Cadangan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan Bisa Segera Dicairkan

Ia menjelaskan, Pamsimas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah dengan nominal yang tidak sedikit ini memiliki kontribusi besar dalam pasokan air bersih bagi masyarakat. Yang semula mereka harus membeli air saat musim kemarau atau bahkan harus mengambil dari sumber-sumber yang masih mengalir saat ini sudah tidak lagi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan ternak.

“Kalau untuk keberlanjutannya ya harapan kami setiap tahun selalu ada program pembangunan pamsimas, sebab menang masih ada daerah-daerah yang belum terjangkau air. Untun tahun ini ada 6 lokasi pembangunan Pamsimas yang tentu akan banyak manfaatnya masyarakat yang belum terjangkau PDAM,” sambungnya.

Dirinya juga tidak menampik dari pamsimas yang tersebar di 76 kalurahan ini 98 persen pamsimas berfungsi dengan baik dan ada 2 persen yang kurang optimal karena adanya penurunan debit air. Ini lah yang saat ini juga menjadi PR pemerintah untuk dapat segera ditangani agar semuanya berjalan dengan baik dan kebutuhan air masyarakat tetap aman.

Berita Lainnya  Bantuan Sosial Upah 1 Juta Untuk Pekerja Gunungkidul Mulai Dicairkan

Selain itu program pamsimas untuk mengentaskan permasalahan air bersih, pada tahun 2023 ini beberapa program yang telah direalisasikan yakni Hibah Air Minum Perkotaan yg dilakukan oleh PDAM sebanyak 1.650 sambungan rumah (SR), Hibah Air Minum Perdesaan yg dilaksanakan DPUPRKP sebanyak 827 SR, DAU peningkatan SPAM sebanyak 50 SR, DAU pembangunan SPAM sebanyak 100 SR, Pamsimas di 6 kalurahan target pemasangan 960 SR. Sehingga total keseluruhan 3.587 SR.

Dengan adanya oembangunan tersebut maka peningkatan layanan pada tahun 2023 menjadi 90,1% atau meningkat sebesar 1,37%. Sedangkan akses air minum aman menjadi 25,49% atau meningkat meningkat menjadi 1,39%.

“Harapan kami capaian agar menjadi 100 persen dengan tantangan kondisi geografis dan sumber pendanaan yang ada. Kolaborasi dengan lintas sektoral sangat diperlukan,” tutup dia.

Sementara itu, Panewu Gedangsari, Eko Kristianto mengatakan, Gedangsari yang berada di wilayah paling utara dan mayoritas berada di pegunungan beberapa tahun lalu menjadi daerah langganan kekeringan saat musim kemarau. Daerah ini merupakan salah satu fokus pemerintah dalam pembangunan Pamsimas.

Berita Lainnya  Penolakan Raperda Pembentukan BUMKal Bersama, Paguyuban Lurah Sindir Asosiasi UPK

Dengan adanya program pemerintah dan ada kolaborasi dengan pihak-pihak ketiga, daerah ini nyaris terlepas dari dampak kemarau yakni kekeringan. Meskipun memang masih ada beberapa lokasi yang agak kesulitan mendapatkan air bersih. Biasanya warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 450 ribu untuk sekali membeli ari bersih.

“Contohnya di Tegalrejo, setelah diresmikan Pamsimas di Padukuhan Ngipik dan Ketelo yang itu dapat dimanfaatkan 200 KK, di Serut juga 162 KK yang menggunakan, Hargomulyo juga 140 KK pasokan air bersih tergolong aman. Itu debit airnya bagus sekali,” jelasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler