Politik
Pelaksanaan Pilkada 9 Desember Lalu, Bawaslu Temukan Beberapa Pelanggaran
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul tahun 2020 berjalan dengan baik. Meski dalam pelaksanaannya diklaim baik, ada beberapa temuan pada tanggal 9 Desember lalu yang kemudian menjadi bahan evaluasi dan penanganan bersama.
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengatakan, saat pelaksanaan pilkada pada 9 Desember lalu terdapat satu orang warga luar Gunungkidul yang justru ikut melakukan pencoblosan di TPS 8 Padukuhan Waduk, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk. Hal tersebut kemudian ditindak lanjuti oleh pengawas TPS yang mengetahui hal tersebut.
“Jadi mulanya 1 orang tinggal di wilayah itu dan masuk DPT. Tapi kemudian pindah ke wilayah Bantul dan berKTP sana, saat pemungutan suara dia datang dan sempat mengunakan hak pilih,” ucap Rosita, Minggu (13/12/2020).
Di tanggal 9 tersebut langsung ada upaya pencegahan dari PTPS. Dimana pengawas yang mengetahui kejadian itu, langsung meminta surat suara sehingga tidak dimasukkan ke kotak dan dianggap sebagai surat suara rusak.
Selain itu, Bawaslu Gunungkidul melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Bawaslu RI dengan adanya insiden tersebut. Namun hasilnya kemudian tidak mempermasalahkan, karena sudah dilakukan penanganan di awal dengan tidak dimasukkan ke kotak suara.
“Kita lakukan komunikasi, hasilnya tidak sampai pada pemungutan suara ulang. Karena sudah dilakukan penanganan diawal,” paparnya.
Adanya insiden tersebut, Bawaslu mengerahkan semua pengawas untuk lebih cermat. Pelanggaran hanya terjadi di satu titik itu saja dan di ribuan TPS lain tidak ditemukan adanya pelanggaran yang sama.
“Tidak ada, sementara hanya satu kejadian itu. Dimana warga luar Gunungkidul menyoblos di Gunungkidul dan itu karena dia masuk ke DPT tapi kemudian pindah,” imbuh dia.
Sementara itu, temuan lainnya adalah petugas KPPS positif covid-19 yang melaksanakan tugas pada saat hari pencoblosan. Saat ini juga melakukan penanganan terhadap temuan pelanggaran tersebut.
“Kita lakukan tracing menggandeng Dinas Kesehatan. Karena petugas tersebut sudah melakukan kontak dengan petugas KPPS lain dan warga yang datang ke TPS,” sambung dia.
Sebenarnya, saat dilakukan rapid test yang bersangkutan dinyatakan reaktif dan diminta untuk tidak bertugas. Namun yang bersangkutan tetap bertugas dengan dalih kondisinya fit.
-
Uncategorized8 jam yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized5 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan3 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized4 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
