fbpx
Connect with us

bisnis

Peluang Budidaya Jahe yang Kian Menggiurkan Ditengah Pandemi

Published

on

Karangmojo,(pidjar.com)–Potensi pertanian atau perkebunan dan hortikultur memanfaatkan lahan terbatas saat ini tengah diminati. Salah satunya adalah menanam jahe yang tidak membutuhkan lahan khusus dengan peluang bisnis menjanjikan di tengah situasi pandemi.

Kepala Seksi Produksi Perkebunan dan Hortikultura, Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sugiyanto mengatakan, jahe saat ini menjadi salah satu komoditas yang diburu oleh masyarakat Gunungkidul dan daerah lain. Sebab empon-empon satu ini memiliki khasiat tersendiri.

Selama pandemi terjadi, permintaan jahe biasa dan jahe merah meningkat drastis. Selama ini pedagang untuk memenuhi permintaan jahe harus mengambil dari daerah lain karena di Gunungkidul belum ada yang produksi dalam jumlah besar.

“Kita masih belum memiliki petani yang produksi jahe dalam jumlah besar. Ada beberapa petani yang memanfaatkan lahan di bawah tegakan untuk menanam tapi hasilnya masih belum mampu memenuhi permintaan pasaran,” ungkap Sugiyanto, Sabtu (10/07/2021).

Ia menjelaskan, selama ini petani hanya memanfaatkan pekarangan maupun lahan dibawah tegakan untuk menanam jahe. Beberapa daerah sudah mulai menanam tanaman ini meski belum banyak.

“Beberapa tahun lalu kami usulkan Gunungkidul agar mendapatkan bantuan dari pusat untuk budidaya jahe. Harapannya ada lahan tersendiri untuk tanaman ini, tapi belum diacc. Jadi sementara ini kita masih memanfaatkan lahan yang terbatas,” ungkap dia.

“Harga dipasaran sekarang ini bagus permintaan juga banyak. Karena pandemi kan banyak yang memanfaatkan jahe sebagai minuman yang berkhasiat to,” imbuh Sugiyanto.

Peluang ini dibaca oleh salah seorang petani asal Padukuhan Bulu, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo yaitu Ari Prabowo (40). Belakangan ini dia menanam jahe merah untuk mensuplay kebutihan masyarakat dan pasar.

“Adanya pandemi banyak warga yang memburu empon-empon khususnya jahe, maka dari itu saya mencoba menanam jahe merah,” papar Ari Prabowo.

Lantaran tak ada lahan khusus untuk menanam tanaman empon-empon tersebut ia memanfaatkan karung sebagai tanam. Saat ini ia menanam 30 kg bibit jahe merah di 2.000 karung. Menurutnya, dari penanaman sampai panen membutuhkan waktu 10 bulan.

“Untuk perawatannya sendiri cukup mudah. Hanya perlu dicek saja perkembangannya,” ucap Ari Prabowo.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler