fbpx
Connect with us

Peristiwa

Serangan Monyet Ekor Panjang Semakin Meresahkan, Petani Purwodadi Terancam Gagal Panen

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Petani di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus kembali diresahkan dengan serangan monyet ekor panjang. Pasalnya, kawanan binatang liar ini menjarah lahan pertanian milik warga, jika dibiarkan terus menerus tidak menutup kemungkinan petani dapat mengalami gagal panen.

Lurah Purwodadi, Sagiyanto mengungkapkan hampir setiap tahun petani dibuat resah oleh serangan monyet ekor panjang yang tidak bisa dibendung. Lahan pertanian selalu saja diserang binatang ini setiap tahunnya, hal ini berdampak pada hasil pertanian yang berkurang jauh dari hasil seharusnya.

“Serangan monyet ini terjadi setiap tahun saat memasuki musim tanam dan panen,” kata Sagiyanto, Sabtu (10/07/2021).

Menurutnya keberadaan binarang liar ini tidak bisa dipantau. Karena kawanan ini selalu berpindah-pindah dan populasinya cukup banyak. Petani sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk mengantisipasi lahan pertanian mereka dijarah oleh monyet.

“Hanya upaya-upaya kecil saja. Misalnya lahan dipasangi jaring ataupun ditunggui oleh pemilik agar tanamannya tidak diserang monyet. Kondisi ini sudah terjadi sejak lama, kalau dibiarkan kan kasihan petani setiap panen bukannya untung tapi malah rugi,” paparnya.

Maka dari itu, pemerintah Kalurahan Purwodadi meminta bantuan BKSDA untuk melakukan penanganan terkait dengan serangan monyet ekor panjang ini agar populasinya berkurang. Diharapkan pula masyarakat diperbolehkan melakukan perburuan maka serangan terhadap lahan pertanian milik warga dapat dikendalikan.

“Petani sangat kuwalahan dalam menangani permasalahan ini. Kita akan komunikasi dan kirimkan surat ke BKSDA agar ditindaklanjuti,” ucap Lurah.

Hal yang samadiungkapkan oleh Jogoboyo Purwodadi, Suyanto. Jika serangan ini tidak segera dikendalikan maka petani akan semakin rugi besar, selain hasil tanaman yang terus berkurang lahan pun juga akan semakin rusak.

Selain mewaspadai serangan monyet, warga Purwodadi juga waspada akan serangan ternak oleh hewan liar. Sebab beberapa tahun lalu, banyak ternak warga yang mati akibat diserang binatang buas.

“Banyak ternak warga yang kandangnya berada di tengah ladang. Saat musim kemarau kami juga mewaspadai serangan binatang buas ini,” ungkap Suyanto.

Serangan binatang buas serta monyet ekor panjang beberapa tahun terakhir memang dikeluhkan oleh para petani di pesisir selatan maupun daerah lainnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler