fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pemerintah Terus Gelontor Alat Mesin Pertanian, Dinas: Jangan Sampai Mangkrak

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Ratusan kelompok tani (Poktan) di wilayah Gunungkidul terus digelontor bantuan alat mesin pertanian dari pemerintah pusat maupun daerah. Setelah sebelumnya ratusan alat mesin pertanian dari Kementrian Pertanian dibagikan, kini poktan juga mendapat bantuan alat mesin pertanian dari Dinas Pertanian dan Keamanan Pangan (DPKP) DIY.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya mengundang 29 perwakilan Poktan yang akan menerima bantuan alat mesin pertanian. Namun begitu saat ini Poktan masih dalam tahap pemberkasan berkas untuk penerimaan bantuan.

“Alokasi alsintan dari DPKP DIY untuk Gunungkidul berupa 7 unit Traktor roda dua, Pompa Air 16 unit, Handsprayer 4 unit dan Power Threser 2 unit. Nantinya akan diberikan kepada Poktan,” ujar Bambang, Rabu (12/02/2020).

Ia menjelaskan alat mesin pertanian ini sebagai sarana modernisasi pertanian di Gunungkidul sehingga petani lebih maju. Namun demikian DPP berpesan agar alsintan jangan sampai mangkrak dan dirawat sebaik mungkin.

Berita Lainnya  Ribuan Kera Ekor Panjang Teror Para Petani di Desa Pucung

“Poktan wajib membentuk UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) sebagai upaya memudahkan operasional alsintan yang ada di poktan,” kata dia.

Selain itu, dirinya juga meminta agar petani menggunakan alat yang dibantukan seoptimal mungkin sehingga meningkatkan efisiensi usaha pertanian yang dijalankan. Poktan juga bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) apabila menginginkan alsintan yang lebih dari yang sudah dibantukan.

“Jika ingin menambah unit tractor atau alsintan yang lain bisa menggunakan KUR dengan bunga rendah,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada poktan yang hadir tentang Penanggulangan Penyakit Antrax pada petani. Salah satunya adalah dengan mencegah atau menghilangkan perilaku mengkonsumsi daging sapi yang mati.

Berita Lainnya  Songsong Revolusi Industri 4.0, Pemkab Gunungkidul Mulai Persiapkan Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

“Dengan mengubur bangkai sapi yang mati mendadak akan mengurangi resiko penyebaran penyakit antraks,” pungkas dia.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler